icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Shadow Under The Light

Bab 6 Jalan-jalan

Jumlah Kata:1033    |    Dirilis Pada: 27/12/2021

a setelah tertidur selama dua jam, Axel

g disia

direnca

g kepalaku

tuh sesuatu di bawah ranj

letakkan di sana, beserta segel

pagimu

ikku. Aneh sekali kali ini dia melakukan pengecualian. Dia bahkan menyediakan pispot urinal wanit

h kembali. Ia masuk ke ruang bawah tanah dengan wajah berser

ol, lalu menyampirkan handuk ke bahuku s

da wajah tampan itu, penasa

yur tubuh dengan air. Aku tidak bisa menah

ingin tahu terlebih dahulu se

kau lakukan p

uatu yang spesial," ucapnya s

ubuhku masih tanpa pakaian sehelai p

an mandiku, lalu menge

tubuhku ke ranjang. Tangannya menjangkau b

!" Axel menyerahk

panku, gaun halus berbahan elastis yang menyesuaikan dengan bentuk tubuh sang pemakai, di sana juga te

an laki-laki, yang kutebak adalah pakaiannya sendiri, lalu

aanmu. Semua akan terjawab nanti.

dua ke tanganku. Sebuah sepatu sewarna gaun dengan heel setinggi sepuluh senti

tambahnya. Axel menarik kursi, du

uh. Axel bahkan tahu ukuran tubuhku tanpa memastikan terlebih dah

matutku dari atas sampai ke bawa

rikku keluar dari ruang bawah tanah itu. Melewati undakan tangga menuju ke lantai

up sampai ke paru-paruku, beberapa kali

g aku lakukan, ia menarik tanganku dengan cepat, ti

amis, senang sekali rasanya bisa menjejakkan kaki lagi ke

ngat ramai. Tenda-tenda pedangang kaki lima berjamur di mana-

tuh tersenggol oleh orang lewat, b

wati kami, dan diam-diam mencuri pandang pada Axe

l? Mungkin mereka berpikir seperti itu. Oh! Andai saja mereka tahu seperti ap

okan jalan, lalu memutar tubuhnya sehingga

" tunjuknya pada seora

i jas biru muda, ajak di

apnya tak

ah kita, kalau memang perlu, goda dia sedapat mungkin.

Apa maksud Axel orang itu adalah sasaran berik

a dia pikir aku wanita seperti apa?

dan marah. Tanpa sedikitpun bergeming dari te

?" tanyak

rlihatkan tulang selangkaku pada si pemuda. Belahan gaun

cepat, segera memb

!" ucapnya sambil

a tadi

erubahan mimiknya hanya fatamorgana, tetapi jelas sek

alam sekejap saja, roman pem

dia pasti tidak ingin aku men

bawa saja dia sendiri. Aku bukan wanita yang bisa menggoda la

ncengkeram bahuku sangat kuat. Menat

itu semua adalah salahmu. Karena kau sudah berani membantahku." Tang

an senyum semringah, balon merah tergenggam erat di jemari mungil itu. Bagaimana mungkin aku a

i balik jaket bajunya, mengancamku, dan

a menganggu

Axel sambil men

l menahan lenganku. "Jangan

ya diketahui, dan tidak ingin orang curiga

malam. Gugup, kutarik gaunku yang pendek. Aku menarik n

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Shadow Under The Light
Shadow Under The Light
“Mati. Kata itu bakal menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar manusia di muka bumi ini, tetapi tidak untukku. Pertemuan pertama dengannya merupakan kesialan sekaligus keberuntungan bagiku. Aku hidup, tetapi terjerat dalam pesona maut si pembunuh tampan bernama Axel. "Matamu cantik." Kalimat pertama yang dia ucapkan padaku. Aku tahu dia tak melihat ketakutan akan kematian di sana. Bersamanya, aku merasa diperlakukan sebagai manusia setelah menerima begitu banyak sakit hati. Namun, sampai kapan Axel bersedia menerimaku. Setelah pembunuhan-pembunuhan mengerikan yang ia pertontonkan. Sampai kapan hingga tiba giliranku berikutnya? Ketika mataku ... tak indah lagi baginya.”