icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Hukum Sang Pewaris Cacat

Hukum Sang Pewaris Cacat

Penulis: Roby
icon

Bab 1 Ruangan kos kecil

Jumlah Kata:2019    |    Dirilis Pada: 14/12/2025

la tidak perlu melihat layarnya untuk tahu siapa yang menelepon. Itu adalah nomor yang sama, nomor yan

an, memegang sebuah foto kecil. Matanya sembap, tetapi air mata sudah kehabisan persediaan sejak seminggu yang lalu. Ia hanya punya

rgetar lagi,

etulan sedang menyetrika di ambang pintu. "Itu su

sopan untuk mendeskripsikan transaksi yang akan ia lakukan ini. Ia menelan ludah, mengumpulka

erak, terlalu la

u mengenai proposal yang kami ajukan." Suara di seberang sana tenang, sebersih k

s panjang. "Aku... ak

Keputu

sebagai ibu. Walaupun hanya untuk memberi makan bayi lain, rasanya seperti mengkhianati kenangan Elias. Tapi rumah sakit...

itu terasa asing, seperti lidahnya mengucapkan

anya efisien. "Baik. Kita atur pertemuannya malam ini. Jam sembilan.

gan te

ia akan bertemu langsung dengan pria itu, Damon Valenti. Nama yang hanya ia dengar dalam bisik-bi

ita kurus, pucat, dengan mata yang menyimpan badai. Apa y

watiran yang tulus. "Kerja apa? Jangan aneh-a

tak sanggup menceritakannya. "Aku hanya... akan jad

cuci wajahnya, mencoba menghilangkan jejak air mata dan kesedihan yang melekat. Malam ini, ia harus jadi Se

wa tas kecil berisi beberapa pakaian ganti dan dompet usang. Ia mengenakan blus putih tertutup dan r

ank yang disemir, meluncur tanpa suara di depannya. Jendelanya gelap,

am, dengan wajah tanpa ekspresi yang biasa dilihat di f

Moreno?

a "klik" yang mematikan. Interiornya mewah, berbau kulit baru dan sesuatu ya

tama, memasuki area yang semakin sepi dan semakin mewah. Gerbang besi tingg

ampu sorot yang menerangi setiap sudut, dikelilingi taman yang luas dan sunyi. Rumah

menginjak lantai kayu reot di kos, kini bergema, membuat perutnya semakin mual. Akhirnya, ia

i yang sangat besar, dud

mpanan yang tajam, rahangnya keras, matanya gelap dan dingin seperti malam tanpa bintang. Ia mengenakan kemeja gelap, tanpa dasi, da

r kertas. Ia bahkan tidak men

ujar pria yang

tanpa melihat.

berdiri canggung di tengah karpet Persia tebal. Keheningan

ajam menatap Isabella dari ujung kepala sampai ujung

an serak, tetapi memiliki resonansi

erusaha agar suaranya t

rotot. "Kau sudah membaca kontraknya. Aku ingin me

gil, dengan rambut halus dan wajah yang polos. Damon melihat foto itu, dan untuk sepersekian detik, Isabel

emua susu formula, setiap merek. Kami sudah mencoba segala cara. Dok

oto itu. Aura di

gan jari telunjuk yang kokoh, "Kau ad

n Valenti. Aku harus memberikan... ASI. Dan merawatnya

ntrak ini menetapkan batasan yang sangat jelas. Kau akan tinggal di sini. Kau tida

u," Isabel

ma ibunya, siapa ayahnya-kau hanya tahu kau adalah pengasuh yang dibayar mahal. Jika a

mengikuti

n hidup anakku. Imbalannya besar, lebih besar daripada yang bisa kau dapatkan seumur hidupmu

tentang menyusui. Ini tentang Damon

k denganmu, Tuan Valenti?" tanya Isabella

ku tinggal di rumah ini. Tentu saja kau akan melihatku. Tapi interaksi kita akan sebatas

bih mengintimidasi saat berdiri. Ia berjalan menge

ulan, kau pergi. Kita tidak akan pernah bertemu l

memaksakan dirinya untuk

sekalipun, membahayakan anakku, atau mencoba menggunakan posisimu untuk mendekatiku atau mendapatkan sesuatu

ar kencang di tulang rusuknya. Ia tahu ia sedang berhadapan dengan binatang

asa takutnya digantikan oleh percikan kemarahan yang dingin. "Aku di s

jut sesaat, tetapi segera kembali datar. Mun

bertahan." Damon mengambil kontrak itu dari meja d

Ia tidak perlu membacanya lagi. Ia sudah tahu isinya. Intinya adalah ini: Ia menukar dirinya un

ndai. Tanda tangan itu terasa seperti

oreno," kata Damon Valenti, tanpa ada nada s

k mengikuti, tas di tangannya terasa semakin berat. Ia baru saja men

t terbuka, suasananya langsung berbeda. Koridor di sini dil

yang sangat besar, tetapi terasa sunyi. Lampu tidur

itu, terba

seketika. Di sana, di buaian itu, adalah bayi yang mengingatkannya pada segalanya-pada Elia

uh yang kelelahan, bangkit dari kursi di samping buai

li. Enzo baru saja bangun. Dia...

at kepada wanita itu untuk pergi. Wanita itu

sekarang, Isabell

akut pada Damon, tetapi karena kerinduan yang mendalam. Enzo ada

n bulu, dan tangisnya lemah. Sensasi memeluk bayi lagi... rasanya begitu menyakitkan,

, tangannya dimasukkan ke dalam s

a ke dadanya, merasakan kehangatan kulit di bawah lapisan kain. Ia menutup mata, menarik napas da

respons tubuhnya terhadap t

, isak tangisnya mereda. Keheningan yang manis memenuhi ruangan. Suara isapan

an pandangannya langsung be

san di rahangnya sedikit mengendur. Matanya yang gelap, yang tadinya hanya memancarkan

sebagai komoditas yang ia beli, tetapi

adanya. Ia mungkin telah menjual dirinya, tetapi dengan memberi makan Enzo, ia me

, sebuah pernyataan yan

abella. "Dia b

an Isabella Moreno menyadari, kontrak ini jauh lebih rumit daripada yang ia bayangkan. Tidak ada batasan yang bis

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hukum Sang Pewaris Cacat
Hukum Sang Pewaris Cacat
“Damon Valenti, seorang Don mafia yang berkuasa, baru saja kehilangan istrinya di hari kelahiran putra semata wayangnya. Tragedi lain muncul: bayi kecil itu, Enzo, sama sekali menolak susu formula. Di tengah keputusasaan yang mencekik, Damon bertemu dengan Isabella Moreno. Isabella adalah seorang ibu yang baru saja berduka atas kehilangan anaknya sendiri, namun tubuhnya masih memproduksi air susu ibu (ASI). Melihat peluang, Damon segera membuat kontrak yang jelas dan dingin: Isabella hanya perlu menyusui dan merawat Enzo. Tidak ada hubungan pribadi, tidak ada romansa. Hanya bisnis. Awalnya, kesepakatan itu berjalan sesuai rencana. Namun, Damon Valenti adalah pria yang terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Setiap hari, saat ia menyaksikan Isabella dengan kelembutan seorang ibu, obsesi berbahaya mulai merangkak naik dalam dirinya. Sentuhannya yang awalnya hanya tidak sengaja kini terasa menjerat, dan bisikan perintahnya berubah menjadi godaan yang mematikan. Sang Don mafia telah kecanduan... bukan pada ASI, tapi pada wanita yang memberikannya.”
1 Bab 1 Ruangan kos kecil2 Bab 2 Nyonya Moreno3 Bab 3 Empat hari penuh dengan keheningan4 Bab 4 bangun dengan rasa lelah,5 Bab 5 Isabella sedang merenung di kursinya6 Bab 6 Pukul tiga pagi7 Bab 7 Ruang makan8 Bab 8 menghabiskan pagi harinya dengan mencuci tangan berulang kali9 Bab 9 Semenjak kehadiran Alessandra10 Bab 10 mereka harus selalu ditemani11 Bab 11 melarikan diri12 Bab 12 menjaga bayi itu13 Bab 13 Rasa malu14 Bab 14 Kepergian Enzo15 Bab 15 Kesepakatan16 Bab 16 melakukan apa yang harus kulakukan17 Bab 17 Ciuman Damon di dahinya18 Bab 18 tidak merasakannya19 Bab 19 menitipkan pesan20 Bab 20 berhasil membesarkannya21 Bab 21 tidak meninggalkan apapun22 Bab 22 pantai terpencil