icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pernikahan Hanya Sandiwara

Bab 5 hatinya terasa dingin

Jumlah Kata:958    |    Dirilis Pada: 09/12/2025

la, langit berubah dari jingga ke ungu gelap, tapi Kania tak merasakan perubahan apa pun. Ia terperangkap, dihuku

hnya pegal, dan hatinya terasa dingin. Isolasi ini lebih buruk daripada tampar

nnya. Foto Laksmi, gadis kecil berwajah cer

hi setiap detail foto itu. "Dan kenapa namaku harus sam

is keturunan Laksana. Mungkin gadis ini meninggal? Atau hilang? Kenap

annya saat ini adalah kelanjutan dari kisah yang belum selesai dari masa l

Bi Sumi lewat celah kecil di bawah pintu. Ia tidak lapar. Rasa tak

unga di dekat jendela, bergetar lagi. Kania berjingk

n nyata bagi Bintang. Tapi, ia merasa butuh bicara.

nya berbisik sangat pelan. "Ak

esak dan khawatir. "Tadi siang saya ke sana. Saya melihat lampu rumah mati, tapi

ahit. Pergi. Boho

. Saya di rumah. Tolong, jangan datang lagi. Kedatang

nangis saat di minimarket itu. Dan tadi, satpam itu terlihat sangat tegang. Kat

ya. Tentang tamparan, tentang isolasi, tentang Bintang, tentang ko

urusan rumah tangga saya. Saya mohon, Davian. Kalau kamu memang b

aya tidak bisa lupakan. Saya bukan orang jahat, Kania. Saya hanya ingin membantu. Tolong, beri

o Laksmi di tangannya. Ia harus memberi tahu seseorang. Ia

ang. Kamu akan dalam bahaya," bisik Kania, air matanya menetes

anda. Davian terdengar

u akan cari tahu siapa mereka, dan apa yang mereka lakukan pada kamu. Kamu kuat, Kani

ia merasa sedikit tenang. Da

u, sebelum ia buru-buru memutus sambungan telepon. I

semakin takut. Ia telah melanggar perintah Nyonya Ratna. Jika

seorang pelayan baru yang berbadan besar dan berwajah datar. Pelayan baru itu

an, Kania. Semalam, telepon kamu berdering. Saya tahu itu bukan da

ak bisa berbohong lagi

Bu. Dia hanya khawatir," jawa

gan pernah berani membuka celah untuk orang luar. Kamu tahu apa yang akan terjadi pada Bintang. Jangan biarkan nasib ad

elayan ini, Tina, akan menjagamu 24 jam. Kamu akan makan, tidur, dan melakukan pekerjaan rumah yang saya tentukan,

ania tidak berani melawan. Ini adalah isolasi to

gar kamu tidak melakukan hal bodoh yang bisa membunuh adikmu," Nyonya Ratn

berbicara, hanya berdiri tegak, matanya mengawasi setiap gerakan

kebebasan hilang. Yang tersisa hanya foto Laksmi di balik bantal, dan janji samar dari D

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pernikahan Hanya Sandiwara
Pernikahan Hanya Sandiwara
“Seharusnya pernikahan adalah awal kisah bahagia, namun bagi seorang perempuan sederhana bernama Kania, ikatan suci ini justru menjadi neraka. Dinikahkan atas dasar wasiat keluarga, Kania harus menerima perlakuan kejam, kasar, dan diperlakukan layaknya seorang pembantu oleh suaminya, Rendra, beserta seluruh keluarganya. Meskipun hatinya hancur berkeping-keping, Kania memilih untuk menahan semua penderitaan itu. Alasan terkuatnya hanya satu: demi kesembuhan adiknya yang sakit-sakitan harga yang harus ia bayar agar adiknya mendapat pengobatan. Di tengah kegelapan hidupnya, munculah secercah cahaya. Seorang pria bernama Davian memasuki kehidupannya. Kehadiran Davian membawa perubahan dan kehangatan yang telah lama hilang. Perlahan, benih-benih cinta mulai tumbuh, dan Davian menaruh hati pada Kania. Akankah Kania terus bertahan dalam pernikahan yang menyiksanya demi janji lama dan adiknya? Atau, apakah ia akan berani memilih kebahagiaannya sendiri dan menyambut cinta dari pria yang tulus mencintainya?”
1 Bab 1 Rumah megah2 Bab 2 membuka brankas warisan3 Bab 3 Kepatuhannya4 Bab 4 terasa menyakitkan5 Bab 5 hatinya terasa dingin6 Bab 6 Kehadiran Tina jauh lebih menyiksa7 Bab 7 Menunggu sebuah keajaiban8 Bab 8 Davian datang menyelamatkan9 Bab 9 Roti kering dan segelas air10 Bab 10 merasakan perubahan11 Bab 11 keputusan12 Bab 12 menghadapi amarah13 Bab 13 menghentikan mobilnya14 Bab 14 disediakan Davian15 Bab 15 penculikan16 Bab 16 Skandal Warisan17 Bab 17 Menghilangkannya18 Bab 18 Mereka terpojok19 Bab 19 Beberapa jam setelah penangkapan20 Bab 20 Jangan takut21 Bab 21 menghabiskan waktu22 Bab 22 anak yang dirawat intensif