icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Kontrak Kembali Bersinar

Bab 3 

Jumlah Kata:559    |    Dirilis Pada: 09/12/2025

lia

para perawat yang sibuk memuji Rayan. "Jika saja mereka tahu betap

uang operasi sudah siap. Saya mengangguk, mencoba

ihatnya. Rayan. Ia berjalan cepat di lorong rumah sakit, menggandeng ta

ng terjadi, Amalia?" tanyanya, suaranya terdengar tidak sabar. "Apakah kau

ut, penuh penyesalan. "Maafkan saya, Rayan. Ini salah saya.

an menyalahkan dirimu sendiri, sayang. Ini bukan salahmu. Aku ak

uang operasi sudah siap. Nyonya

operasi. Namun, Eliza menarik tangannya, merengek manja. Rayan segera kembali fokus pada Eliza, seolah-olah s

rtahankan. Setelah operasi, seorang perawat bertanya k

lama beberapa d

eluarga," jawab sa

Mereka sibuk menikmati hidup. Setiap hari, Eliza akan mengirimkan foto-foto mereka berdua, berli

a tidak merasakan apa-apa. Hanya kekosongan. Saya sibuk dengan h

li mengajak saya untuk membuka studio sendiri, tetapi saya selalu menolak. Banyak teman-teman saya mengatakan bahwa saya telah menyia-nyiakan d

dengan Rayan telah berakhir.

ri rumah sakit, telepon

ini berantakan sekali," keluhnya. "Apa

kah semua pelayan sudah

," ia menjawab dengan tidak sabar. "Kau harus member

pi seorang perawat tiba-tiba muncul. "Nyonya Amalia, An

"Cepat pulang, Amalia

h menyelesaikan administrasi dan membayar ta

r bebas sekarang?" tanya Fad

anya sudah berakhir. Setelah aku m

saya. "Bagus! Ayo kita urus kontraknya,

ot pot. Saya hampi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kontrak Kembali Bersinar
Istri Kontrak Kembali Bersinar
“Kaki kiriku patah dan terjepit di balik kemudi, darah segar mengalir membasahi gaunku. Namun suamiku, Rayan, berlari melewatiku tanpa menoleh sedikit pun. Ia langsung memeluk Eliza, cinta pertamanya yang duduk di kursi belakang, padahal wanita itu hanya mengalami lecet kecil di lengan. "Sayang, kau baik-baik saja? Jangan takut, aku di sini," ucapnya lembut pada Eliza. Lalu ia berbalik menatapku dengan tatapan penuh kebencian. "Amalia! Kalau kau tidak becus menyetir, jangan membahayakan nyawa Eliza!" Diiringi sirene ambulans, aku tersenyum pahit. Delapan tahun aku mengabdi sebagai istri kontrak yang patuh demi biaya pengobatan ibu, menelan semua hinaan dan melihatnya bermesraan dengan wanita lain. Hari ini, di ambang kematian, aku akhirnya sadar. Cintaku padanya sudah mati bersamaan dengan tabrakan ini. Tiga hari kemudian, tepat saat kontrak pernikahan kami berakhir, aku meninggalkan surat cerai di atas meja dan menghilang ke Norwegia. Aku kembali menjadi peneliti bioteknologi yang bersinar, bukan lagi istri pajangan yang membosankan. Hingga suatu hari, Rayan yang hancur karena skandal perselingkuhan menemukanku di tengah badai salju, berlutut memohon agar aku kembali. Aku hanya menatapnya datar, lalu berkata pada asistenku: "Abaikan saja. Dia hanya mantan suami yang hobi berselingkuh."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 9