icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Istri Kontrak Kembali Bersinar

Istri Kontrak Kembali Bersinar

icon

Bab 1 

Jumlah Kata:1066    |    Dirilis Pada: 09/12/2025

it di balik kemudi, darah se

berlari melewatiku tan

yang duduk di kursi belakang, padahal wani

? Jangan takut, aku di sini

natapku dengan tata

becus menyetir, jangan

ambulans, aku

ng patuh demi biaya pengobatan ibu, menelan semua h

ang kematian, ak

ah mati bersamaan d

kahan kami berakhir, aku meninggalkan surat

eknologi yang bersinar, bukan lag

kandal perselingkuhan menemukanku di tengah b

ya datar, lalu ber

anya mantan suami ya

a

lia

n melakukannya

menuju mulutnya. Matanya yang tajam menatap saya, sedikit kerutan muncul di dahinya. Saya tahu ekspresi itu. Itu adalah campuran

nyanya, suaranya rendah dan penuh ba

ya. Wajah tampan yang telah saya lihat setiap pagi selama lima tahun terakhir, wajah yang kini terasa asi

n saya. Saya tahu dia tidak terbiasa dengan ini. Dia terbiasa dengan Amalia yang patuh, Amali

kit lebih keras sekarang. Dia berusaha membangun kembali kontrolnya. "Tapi ak

yan. "Buatkan aku sarapan, Robert. Dan pastikan

seperti ini. Saya masih duduk di sana, tidak bergerak. Saya bisa merasakan pandanga

pergi?" Sebuah sua

tnya yang panjang berkilau di bawah cahaya pagi. Dia tersen

mu semalam? Apakah dia marah?" Eliza ber

a apa-apa, sayang. Hanya sedikit kesalahpahaman. Seka

gedipkan mata, senyum kemenangan terukir di wajahnya

ahari pagi menyinari taman yang terawat rapi, burung-burung berkicau. Sebuah peman

an sepotong roti panggang, dan Rayan tersenyum lembut padanya. Pemandangan yang se

di pangkuan. Saya memikirkan apa yang akan saya laku

a tersentak. Saya mendongak. Rayan berdiri

ang kau lamun

r," jawab saya, "t

Amalia? Lulusan universitas yang tidak pernah menggunakan gelarnya. Bagaimana kau akan hidup tanpaku? Kau bahkan

lu begitu saja, seperti angin sepoi-sepoi. Saya sudah terlalu lama mendengarnya. Delapan

ciptakan sesuatu, sesuatu yang bisa mengubah dunia, atau setidaknya membuat ibu saya bangga. Tapi kemudian, ibu s

an kontrak. Lima tahun pernikahan, sebagai imbalan untuk biaya pengobatan

eka dengan kelembutan yang tidak pernah ia tunjukkan kepada saya. Saya bahkan ingat suatu malam, ketika ia mabuk, ia menatap saya

tai. Sampai tahun lalu, saya mendengar dari seorang pelayan tua bahwa ia p

ok dengan foto mendiang kekasihnya yang tersimpan di la

rbalik ke arahnya. "Aku

jaan apa? Kau tidak memiliki apa-apa, Amalia. Tidak ada yang akan

ama. Saya akan pergi. Saya akan menunjukkan kepadanya bahwa saya lebi

meja makan. "Mengapa kau berdiri d

ajahnya. Lalu, dia berbalik dan kembali ke meja makan

ahu dia tidak akan pernah me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kontrak Kembali Bersinar
Istri Kontrak Kembali Bersinar
“Kaki kiriku patah dan terjepit di balik kemudi, darah segar mengalir membasahi gaunku. Namun suamiku, Rayan, berlari melewatiku tanpa menoleh sedikit pun. Ia langsung memeluk Eliza, cinta pertamanya yang duduk di kursi belakang, padahal wanita itu hanya mengalami lecet kecil di lengan. "Sayang, kau baik-baik saja? Jangan takut, aku di sini," ucapnya lembut pada Eliza. Lalu ia berbalik menatapku dengan tatapan penuh kebencian. "Amalia! Kalau kau tidak becus menyetir, jangan membahayakan nyawa Eliza!" Diiringi sirene ambulans, aku tersenyum pahit. Delapan tahun aku mengabdi sebagai istri kontrak yang patuh demi biaya pengobatan ibu, menelan semua hinaan dan melihatnya bermesraan dengan wanita lain. Hari ini, di ambang kematian, aku akhirnya sadar. Cintaku padanya sudah mati bersamaan dengan tabrakan ini. Tiga hari kemudian, tepat saat kontrak pernikahan kami berakhir, aku meninggalkan surat cerai di atas meja dan menghilang ke Norwegia. Aku kembali menjadi peneliti bioteknologi yang bersinar, bukan lagi istri pajangan yang membosankan. Hingga suatu hari, Rayan yang hancur karena skandal perselingkuhan menemukanku di tengah badai salju, berlutut memohon agar aku kembali. Aku hanya menatapnya datar, lalu berkata pada asistenku: "Abaikan saja. Dia hanya mantan suami yang hobi berselingkuh."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 9