icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
About Alana's life

About Alana's life

Penulis: Araaa
icon

Bab 1 Pengenalan Alana

Jumlah Kata:2598    |    Dirilis Pada: 10/12/2021

i bahwa ia pasti bisa. Bukan karena apa. Tetapi, memang harusnya seperti itu sebelum ia mendapatkan hal yang tidak d

at dari kulitnya yang putih, tubuh yang tingginya berkisar 165 cm, tidak terlihat kurus, juga tidak terlihat gemuk. S

orang tua, ia akan membantu ketika melihat orang tua yang kesusahan dimanapun ia menjumpainya. Atau, kepada

ampu mengikuti, mampu melakukan, mampu berfikir, dan bisa semua itu.Akan tetapi, hanya secukupnya saja. Padah

!" gerutu sang kakak. Alana yang masih duduk di depan sang kakak, dengan mengerjakan beberapa

ak," uj

ia lulus dari SMA. Padahal, ia saja belum masuk ke perguruan tinggi. Walaupun, sebentar lagi ia akan masuk. Tetapi pikirkan saja coba, kak

bisa. Bodoh banget sih jadi orang!

apapun yang ia lihat, semuanya emang harus ia terima mau bagaimanapun,

. Mama sampai ga fokus sama urusan Mama." ucap

a. "Tuh, liat Mah. Alana masa dari tadi suruh ngerj

hkan kakinya menuju tempat Alana duduk dan mena

erit Alana ketika meras

jalan menuju kamar di ujung, tak lain kamar Alana sendiri. Sang mama membuka pin

!" je

kan kedua tangannya di depan dada, mel

U TUH BIAR KAMU BISA JADI ANAK PINTER. BISA NGGA SIH, GA USAH MALU-MALUIN KEL

a mengharapkan papanya yang selalu ada untuknya dan memberikan semangat. Tetapi, akan ada tanggapan negatif dari sang mama, dan kakaknya yang membuatnya tidak bisa b

benar menginginkan kehadirannya. Tetapi, mungkin sekarang bukan dan belum waktunya saja. Apa ia har

U!" perinta

s menahannya. Ia menundukkan kepalany

ak sang mama lagi yang

hnya tidak kuat untuk berdiri, ia paksakan untuk bisa. Karena

ama. Kemudian berbalik, dan membuka pint

mandang pintu tersebut, dan menundukkan kepalanya kembali, mer

t Mah." uc

AUSAH LELET YAAA JADI ORANG!" teriak Alena

hembuskan nafasnya pelan. "Alana, you can! Don't down!! Its, ok

iknya. Dulu, papanya Alana adalah orang yang paling percaya dengan Alana. Karena, Alana adalah anak yang paling baik, ceria, rajin dan selalu dinomorsatukan oleh sang papa. Tetapi, itu diselingi dengan kesibukan papanya. D

n prestasi. Apapun itu, tidak pernah sama sekali. Tetapi, semua itu hanya kebohongan ya

an. Ia memang wanita licik yang tidak punya hati. S

10 tahun

rusia 10 tahun. Tepatnya, ketika kenaikan kelas di SD. Alana yang

di luar kota. Jadi, yang akan mengam

iri mamanya juga. Saat pembagian rapor di kelas dua, nama Alana berada di posisi rang

yata, berpapasan dengan beberapa ibu-ibu di luar ruangan. Ada yang anaknya kel

erapa, nak?" tanya sang ibu ya

kat 3, Bu." j

t pertama di kelas kamu,

garkan, hanya men

naknya Bu?" tan

Evan, Bu.

ter ya Bu?" ucap

tanyanya, ketika melihat Alana yang

yang kelas du

tanya ibu y

au?" tanya mama

, kelas dua ju

Kakaknya malah dapat tiga. Alena, coba liat ade

pinter." sambu

i kita gatau bisanya dimana. Biasalah, bed

arah. Wajahnya berubah seketika. Sepertinya, ia ta

m-senyum menanggapi penuturan ibu-ibu disit

lang!" batinnya, lalu melepaskan tangannya dari sang

at Alena pergi b

hbac

NYA JADI GOSONG, GARA-GARA LO NGELAMUN DARI TADI. BE

k menjadi kaget, dan lebih kagetnya ia me

ak sengaja, hal itu membuat ia langsung menjerit. Ia tak menyadari,

nass!" jeritn

dek kaya lo. Kalo mau ngerjain sesuatu tuh, mikir! Punya otak ga sih lo?" nyo

enatap keperg

ba-tiba sang Bibi datang

leh dan menatap sang bibi. Lalu, ia

a bantuin Bibi ma

ngar penuturan majik

jaan saya, biarkan saya saja yang mengerjakann

saja ia pakai untuk membuat telur tersebut menol

merasa ngerepotin Bibi kok. Kan, emang seharusnya A

a di posisi majikannya tersebut. Tak butuh waktu lama, sang bibi langsung menghamburkan pelukannya kep

ak seperti ini, inilah hal yang ia inginkan dari mereka, terutama sang papa

semudah dan bagaimanapun keadaan Non. Ingat, ada Bibi disini

akin menahan tangisnya. "Kenapa sesaki

ng bibi. Dengan air matanya yang tak pernah henti

Alana sudah dewasa hanya bibilah yang selalu menemaninya, di waktu dan di saat apapun itu. Hanya bibi, dan bib

emua itu tak pernah dijadikan beban oleh sang bibi. Alana merasa dia sangat berhutang kepada bibinya. Bertahun-tahun lamanya, bibilah yang selalu menemaninya. Bukan disaat waktu ia bersedih saja, tapi bibi

pnya, kemudian memberikan senyuma

aja ya. Nanti, biarin Bibi aj

na ngga mau, ini kan juga tugas Alana. Yaudah, mending

ma rasanya, dari dulu sampai sekarang. Alana, tetaplah Alana yang ia lihat. Walaupun, kini ia

ang masak. Ayoo!" uca

ati tersenyum. "Ayo!"

beberapa hal yang bibinya perintahkan. Dan bibinya menyiapkan hal-hal yang perlu disiapkan. Semuan

ana mandi dulu aja, siap-siap abis itu tu

ring menoleh. "Alana, makan

Ngga boleh gitu toh, Non. Kan, harus maka

luarga besar? Emang Alana dianggap

perihal apa yang Alana rasakan. Bibi langsung men

a manusia yang berhak untuk diperlakukan sebaiknya. Apalagi, ini keluarga Non sendiri, bukan orang lain. Jadi, Non lakuin

penjelasan sang bibi

annya buat makanan yang bener, malah asik se

uran sang mama, akhirnya keduanya kembali sibuk dengan pekerjaannya. Sebenarnya, m

makan!" perintah sang mama, yang su

jawabnya. Kemudian, berlalu meninggalkan da

, ay ..." langsung dipotong oleh Alena,"Lo bisa ngga sih, ga usah nakut-nakutin gue, dengan cara lo berdiri di depan pintu kaya gini? Untung

kin jauh dari pandangannya. Ia membuang nafasnya pelan, "Serba salah ya, jadi Alana,"

a jadikan tempat duduk ketika papanya ada di rumah dan makan bersama keluarganya. Tetapi, hal itu sudah tak pern

uduk di situ?" tiba-ti

etika dan menatap sang mama. "Emang, Al

kan sang mama sudah menunjukkan aura yang

kalau mau makan jangan di meja makan keluarga. Kalo bisa, kamu makan sama Bi L

diri, dan mengatur kursi seperti semula serta meninggalkan

matanya, kemudian menatap langit-langit kamarnya. "Ya Allah, Alana masih kuat kan?" tanya

kan oleh keluarga seperti ini, daripada

peluk dan air matanya kembali menetes.

na cape. Alana butuh semangat, tapi dari siapa? Siapa yan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
About Alana's life
About Alana's life
“Alana Septiani Putri, gadis yang berusia 18 tahun ini harus dilahirkan dalam keluarga yang membencinya. Terutama, sang Kakak. Menjadi salah satu dari dua bersaudara memang harus menerima resikonya apapun yang terjadi. Yah, seperti Alana contohnya. Dirinya yang harus selalu dibandingkan dengan sang Kakak yang memang sangat dinomorsatukan dalam hal prestasi akademik. Yang sangat amatlah jauh berbeda darinya. Padahal jauh dari kakaknya, ia lebih pintar. Namun, kepintarannya itu ditiadakan oleh sang kakak. Satu hal yang sangat amat dan harusnya didapatkan oleh Alana sejak kecil tak pernah tersampaikan. Kadang, ia bertanya apakah ada suatu saat yang tepat ia akan menerima hal tersebut, mungkin ia akan meminta untuk menghentikan dunia pada hari itu. Yup, Alana membutuhkan rasa kasih sayang dari keluarganya untuk pertama & terakhir kalinya. Kapan kah, ia mendapatkannya? Yuk, simak!”
1 Bab 1 Pengenalan Alana2 Bab 2 Pengenalan Keluarga 13 Bab 3 Pengenalan Keluarga 24 Bab 4 Hari Pertama Menjadi MABA5 Bab 5 Pengenalan Jurusan6 Bab 6 Anandito Evan Dio7 Bab 7 Pengenalan Kampus8 Bab 8 Diantar Daffa9 Bab 9 Fitnah10 Bab 10 Diteror 111 Bab 11 Diteror 212 Bab 12 Kenyataan Pahit13 Bab 13 Pemakaman14 Bab 14 Menenangkan Diri15 Bab 15 Sabar16 Bab 16 Masalah Lagi17 Bab 17 Dijemput Evan18 Bab 18 Shafiqa Marah19 Bab 19 Ingin Sendiri20 Bab 20 Tiara Siapa 21 Bab 21 Tiara Sakit Apa 22 Bab 22 Kemarahan Keluarga Besar23 Bab 23 Perasaan Daffa24 Bab 24 Masalahnya Apa 25 Bab 25 Evan Mengetahuinya 26 Bab 26 Rencana Alena27 Bab 27 Kedatangan Sang Papa28 Bab 28 Alana Kenapa 29 Bab 29 Ungkap Kelicikan Alena30 Bab 30 Penyesalan31 Bab 31 Bertemu Tiara32 Bab 32 Permintaan Tiara33 Bab 33 Alena Kabur34 Bab 34 Siapa Adelle 35 Bab 35 Geng Scorpio Girls