icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dia Pikir Aku Akan Menderita dalam Diam

Bab 4 

Jumlah Kata:817    |    Dirilis Pada: 18/11/2025

dang Kira

ng pintu, bertekad untuk keluar dari mobil

menggendongku lagi, cengkeramannya kuat dan tak tergoyahkan, dan membawaku masuk ke dalam ruma

anggung saat dia membuka kompres es, jari-jarinya kikuk dengan perban. Jelas dia belum pernah melakukan ini sebelum

a membalut pergelangan kakiku, sentuhannya secara mengejutk

mbingungkan. Itu adalah siklus yang dirancang untuk membuatku tidak seimbang, untuk membuatku mendambakan remah-remah kasih sayang kecil ya

diriku yang dulu menganalisis setiap suasana hatinya, yang dengan put

kata-kata itu sopan dan

s mengharapkan sesuatu yang lebih. Mungkin sebuah tangisan histeris

aku, nadaku sene

di dahinya. "Kau tidak mau

kan kepala per

publik, penuh dengan foto-foto perjalanan terbarunya. Dia sudah berada

," umumku, mendorong diriku u

ari bahwa ini berbeda, bahwa taktik biasanya tidak berhasil. "Dia butuh pekerjaan. Proye

si. Aku mengerti bisnis. Ini ter

celah dalam ketenanganku. "Hanya itu saja

melompat dengan satu

ntuhannya kali ini ragu

ah-olah itu adalah besi panas. "Jangan,"

h melihatku sebelumnya. Selama bertahun-tahun kami bersama, melalui semua perlak

eringatkan, suaran

e kamar tamu, menutup pintu dengan kuat di belakangku. Aku tidak me

firma bergengsi Baird & Associates bukan karena aku harus, tetapi karena aku ingin berada di dekatnya, untuk mendukungnya. Dia mengatakan kepada semua orang bahwa aku

ketenangan yang sama yang dia terapkan pada semua orang, dan tidak pernah, sama sekali, mengakuiku sebagai pasangannya. Aku telah mencurahkan jiwak

u tergenggam erat di tanganku. Direkturnya, seorang

u datang. Aku turut prihatin me

an kening. "P

a. Maksudmu Bima belum bicara denganmu? Tentang restrukturisasi? P

n mengembangkan konsepnya, memenangkan hati dewan kota, mengamankan pendanaan awal. Itu adalah proyek impian yang

, suaraku berbisik h

duran diri. Martha mengambilnya, matanya dipenuhi

smi di mejanya, lal

sabella H

terasa dingin di tanganku yang berkeringat, dunia miring dengan hebat di porosnya. Dia tidak h

memberin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dia Pikir Aku Akan Menderita dalam Diam
Dia Pikir Aku Akan Menderita dalam Diam
“Di ulang tahun pernikahan kami yang kelima, aku menemukan USB rahasia suamiku. Kata sandinya bukan tanggal pernikahan kami atau ulang tahunku. Melainkan ulang tahun cinta pertamanya. Di dalamnya ada sebuah kuil digital untuk wanita lain, sebuah arsip teliti tentang kehidupan yang dia jalani sebelum aku. Aku mencari namaku. Nol hasil. Dalam lima tahun pernikahan, aku hanyalah seorang pengganti. Lalu dia membawanya kembali. Dia mempekerjakannya di firma kami dan memberinya proyek impianku, proyek yang telah kucurahkan jiwa dan ragaku selama dua tahun. Di acara gala perusahaan, dia secara terbuka mengumumkannya sebagai pemimpin proyek yang baru. Ketika wanita itu merekayasa sebuah kecelakaan dan suamiku langsung bergegas ke sisinya, membentakku, aku akhirnya melihat kebenarannya. Dia tidak hanya mengabaikanku; dia berharap aku akan diam-diam menahan baktinya yang terang-terangan kepada wanita lain. Dia pikir aku akan hancur. Dia salah. Kuambil gelas sampanye yang tak tersentuh, berjalan lurus ke arahnya di depan semua rekan kerjanya, dan menumpahkan isinya ke atas kepalanya.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10