icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

icon

Bab 1 Chapter 1

Jumlah Kata:2055    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

ara, 10 J

an diangkat dari wadah, Mayang mulai merapal doa. Jantungnya berdebar kencang sementara mulutnya tidak berhenti kom

sesuai dengan harapan. Setelah merasa lebih baik, Mayang pun membuka mata. Mayang berkali-kali mengucapkan kata Alhamdullilah dalam hati, saat mendapati garis sa

boh. Apalagi saat mereka menemukan alat penguji kehamilan di tangannya. Bakalan habislah ia di tang

a stick yang tadinya hanya satu, kini berubah menjadi dua! Mayang kaget. Tanpa sadar m

. tok

Gantian dong!" Suara gedoran pintu menyadarkan Mayang di mana

kamar mandi. Di depan pintu kamar mandi, ia disambut oleh kehadiran beberapa rekan kerjanya yang kebelet pipis. Mereka semua mengomelinya karena kelamaan di kamar mandi. Mayang yang masih ling

ukan hal seperti ini? Kita '

au lambat kamu toh akan menjadi istri Mas. Jadi tidak masalah kalau

bagaimana? Lusa 'kan Mas

ya untuk melamar kamu. Kalau kamu tidak percaya, ini alamat rumah M

pun terlena. Ia menyerahkan mahkota kesuciannya begitu saja pada Mahesa. Ia yakin, Mahesa pasti tidak akan membohonginya. Tapi apa lacur. Dua bula

rang tuanya, saat mengetahui bahwa dirinya hamil di luar nikah. Apalagi orang yang menghamilinya

h. Tahun lalu, ia terpaksa berhenti sekolah karena ketiadaan biaya. Ayahnya tidak mampu membiayai pendidikan tiga orang anak sekaligus. Karena ia adalah anak perempuan sementara dua adiknya laki-laki, ayahnya memutuskan sebaiknya diri

or pengawas pabrik, membuat Mayang terlonjak. Ia kaget. Gula pasir yang sedianya akan i

ungkin," tukas Mayang cepat. Kalau ia sampai dipecat, bagaimana nasib pendidikan kedua adiknya? Semenj

ik nasehat saya. Kamu jangan percaya begitu saja pada mulut manis mahasiswa kota itu. Dia memacari kamu hanya sekedar untuk membuang sepi di kampung ini. Janga

rannya tidak melayang ke mana-mana. Mendengar nasehat Bu Henny tadi, tekadnya makin bulat untuk mencari Mahesa

a hari. Ia tahu kalau izin yang ia minta, pasti akan diikuti dengan pemotongan gaji. Tetapi ia tidak peduli. Perutnya akan memb

*

baik, yang biasanya hanya mereka kenakan pada acara-acara tertentu. Ada tamu yang akan datang sepertinya. Kedua adiknya, Aris dan Arfan juga

Sana cepat mandi dan berdandan yang rapi.

nab. Sedangkan ayahnya Sena, tidak seorang pun yang tahu keberadaannya. Menurut rumor, Sena adalah anak haram karena Bu Zainab hamil di luar nikah. Sedari kecil, Sena memang sering

kemari, Bu?" tanya Mayang dengan j

rumah tangga. Kamu memang baru berusia 17 tahun. Tapi kamu 'kan perempuan. Sudah tidak sekola

? Bagaimana ini? Sedangkan sa

pi

bu sudah setuju untuk men

, efek kejutnya ini berhasil menggagalkan lamaran Sena. Begitulah, saat mendengar suara motor Sena memasuki halaman, Mayang menarik napas panjang. Ia telah siap berakting. Ia tahu kalau kata-katanya ini akan sangat melukai

ayang beranjak dari kursi dan m

as Mayang melihat keterkejutan di wajah Sena. Wajar Sena kaget. K

lebih dulu membicarakan masalah ini dengan ibunya Dek Maya

piasnya wajah Sena. Sena tampak serba salah. Mayang sendiri tidak mempersilahkan Sena dan Bu Zainab masuk. Ia menahan mereka berdu

ka tertarik mendengar suara ribut-ribut di depan rumahnya. Untungnya, saat ini kedua orang tuanya sedang berada di dapur. Ayahnya yang berpenyakit lambung memang tidak boleh terlambat makan. Tetapi Mayang yakin, sebentar lagi

gigit lidahnya sendiri mendengar kata-kata tidak manusiwinya. Mata Bu Zainab berkaca-kaca. Mayang merasa sangat berdosa karena telah melukai hati Sena dan Bu Zainab. Namun hebatnya, Sena masih belum

untuk menafkahi Dek Mayang." Suara Sena bergetar. Mayang sampai ingin menan

mpian-impian Mayang. Mayang butuh laki-laki yang mapan dan kalau bisa tampan

akukan demi kebaikan Mas sendiri. Mayan

ang, Nak. Hati Ibu sakit mend

engar kata-kata Mayang sen

ak ingin punya suami anak haram. Sudah miskin, jelek, anak haram l

l

ur, Mayang tahu, pasti ibunya akan keluar. Dan tampar

rima lamaran Sena sebelumnya. Sena itu anak ba

ahkan saja Ibu men

k!

bol di halaman depan pun ia terima dengan baik. Ia merasa dengan menerima makian dari mereka semua, sedikit melegakan hatinya. Ia memang pantas diperlakukan seperti ini. Sementara Sena dan Bu Zainab

empatan menjadi menantu orang kaya. Menurut ibunya, ayah kandung Sena itu kaya raya. Ibunya mendapatkan informasi itu dari mulut Bu Zainab sendiri. Dan ib

rang di luar sana. Tetapi saat ia membahas akan biaya pendidikan kedua adiknya, kedua orang tuanya luluh juga. Mereka mengizinkan karena mengira ada Tanti yang akan menjaganya di sana. Begitulah. Pada pukul tujuh malam, ia mengemas beberapa stel pakaiannya dalam satu tas ransel. Ia bertekad akan mencari Mahesa di Jakarta sesuai dengan alamat yang Mahesa berikan dua bulan la

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kupu-Kupu Kertas
Kupu-Kupu Kertas
“Mayang Kania Putri, kehilangan masa depannya pada usia 17 tahun. Ia hamil dan ditinggalkan Mahesa Heryanto, mahasiswa yang tengah magang di kampungnya. Di hari yang sama, Nawasena Sudirja, pemuda sederhana yang telah lama menyukainya, melamarnya. Dengan terpaksa, Mayang menolak lamaran sang pemuda dengan kata-kata yang menyakitkan. Mayang belia yang kebingungan, menyusul Mahesa ke ibukota untuk meminta tanggung jawab. Alih-alih dinikahi, ternyata Mahesa telah lebih dulu menikahi anak atasan ayahnya. Mayang belia yang terlunta-lunta di ibukota, dijual oleh seorang mucikari ke rumah pelacuran. Sembilan tahun kemudian, Mayang kembali bertemu dengan Sena yang kini telah sukses menjadi seorang pengusaha. Sementara Mayang tengah berjuang kembali ke jalan yang benar. "Sudah, kamu tidak usah pura-pura memprospek nasabah kalau ujung-ujung kamu cuma ingin menjual aset bawah tubuhmu. Kelamaan. Berapa tarifmu perjam? Akan saya bayar sepuluh kali lipat akibat prospekanmu yang saya gagalkan. Saya sekarang sudah kaya. Saya bukan saja sanggup membayarmu sekarang. Membeli harga dirimu pun saja mampu!" -Nawasena Sudirja- "Di dunia ini tidak ada seorang perempuan pun yang bercita-cita ingin menjadi seorang lont*. Jadi simpan saja penghakiman Anda atas diri saya. Anda bukan Tuhan. Satu hal yang harus Anda tau, bahwa seorang lonte* pun punya hak untuk bertobat bukan?" -Mayang Kania Putri-”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 14 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2426 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Extra Part