icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ayah Mertuaku, Musuhku

Bab 7 Di sisi lain rumah

Jumlah Kata:1962    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

la cahaya yang hangat di lantai kayu. Udara pagi penuh dengan aroma bunga dari taman belakang rumah keluarga R

dudu

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ayah Mertuaku, Musuhku
Ayah Mertuaku, Musuhku
“Setelah kematian tragis suaminya, Laras merasa dunianya runtuh. Namun, keluarganya, terutama mertua, memperlakukannya dengan sangat hangat. Mereka seolah ingin menutupi kesedihan Laras dengan perhatian yang tulus, membuatnya merasa sedikit tenang di tengah duka yang mencekam. Di antara mereka, Rizqan, abang iparnya, selalu hadir dengan senyum yang lembut. Laras selalu mengira itu sekadar perhatian keluarga, tapi lama-kelamaan ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda di setiap tatapan Rizqan. Ada kehangatan dan kepedulian yang tak biasa, seolah menyembunyikan perasaan yang lebih dalam. Malam itu, hujan turun deras, dan Laras duduk sendiri di ruang tamu sambil menatap hujan yang membasahi kaca jendela. Rizqan masuk, membawa dua cangkir teh hangat. "Ini, biar hangat," katanya, suaranya lembut dan nada yang lebih dalam dari biasanya. Laras menerima cangkir itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Rizqan..." suaranya nyaris tak terdengar. Percakapan mereka mengalir begitu saja, ringan tapi penuh makna terselubung. Mereka tertawa, berbagi cerita masa lalu, dan tanpa disadari jarak di antara mereka terasa semakin dekat. Saat larut malam, hujan tak kunjung berhenti, dan suasana menjadi semakin intim. Rizqan duduk lebih dekat, menatap Laras dengan tatapan yang tak bisa disembunyikan lagi. "Laras... aku... aku tidak bisa membohongi perasaanku lebih lama lagi," ucapnya, suaranya nyaris bergetar. Laras menatapnya, hatinya campur aduk antara takut dan rindu. Tanpa sadar, mereka tertarik satu sama lain, dan malam itu, dalam kesunyian rumah yang diterangi lampu redup, mereka membiarkan perasaan yang lama tertahan itu meledak-menghapus duka sejenak dengan kehangatan yang terlarang tapi nyata.”
1 Bab 1 begitu hampa2 Bab 2 membuatnya teringat3 Bab 3 menyesakkan dadanya4 Bab 4 terungkap5 Bab 5 mengancam6 Bab 6 setelah malam yang penuh ketegangan7 Bab 7 Di sisi lain rumah8 Bab 8 merasa damai9 Bab 9 muncul dari arah rumah10 Bab 10 memberikan yang terbaik11 Bab 11 membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat12 Bab 12 Suara serangga malam13 Bab 13 merasa bahagia14 Bab 14 membawa keranjang15 Bab 15 dekatnya yang menenangkan16 Bab 16 Hawa pagi17 Bab 17 sesuatu yang abadi18 Bab 18 danau kecil19 Bab 19 putus asa20 Bab 20 pemeriksaan berlangsung21 Bab 21 menyerahkan22 Bab 22 kecelakaan23 Bab 23 menandakan sesuatu24 Bab 24 Cinta mungkin telah menyatukan mereka25 Bab 25 mertuanya