icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku

Bab 2 kekacauan hidupnya

Jumlah Kata:2073    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

tasi yang harus ia serahkan besok. Pekerjaan selalu menjadi pelaria

ya sempurna, rambutnya rapi, dan aura dinginnya masih seperti lima tahun lalu-tapi kini ada sesuatu yang berbeda. Ada

Suara itu membuat jantungnya berdegu

lama menatapnya. Namun matanya tak bisa menahan diri; ia menangkap t

gan yang mengerjakan kampanye pemasaran besar-besaran untuk klien internasiona

serius atau menatapnya terlalu lama, Elara merasakan kilatan peringat

m menatap mereka dengan campuran kagum dan takut; hubungan

lama lagi?" tanya salah satu staf,

profesional. Tidak ada lagi pertengkaran yang memalukan, tidak

erasa harus waspada. Tidak ada satu kata pun keluar dari mulutnya yang tak mengandung maksud te

t penyelesaian cepat. Ruang kantor sepi, hanya lampu me

rdetak cepat. Ia merasakan Kiano berdiri di belakan

a-tiba, suaranya rendah. "Kampanye ini bukan

hangatan yang samar, membuatnya sedikit goyah. "Dan kamu terlalu percaya diri de

pi ia menahan diri. "Baik. Lihat ini." Ia menatap layar, jari-jarinya menari d

lebih hidup, lebih emosional, lebih menarik. Dan itu membuatnya sadar sesuatu ya

ting klien, melakukan survei pasar, dan presentasi di depan direksi. Di setiap kesem

bak di sebuah kafe dekat kantor karena jalanan t

jan reda," kata Kiano, duduk di sebera

rtinya kita terpaksa menghabiskan waktu bersama lagi." Nad

ipis. "Aku kira kamu tidak ak

enang? Jangan bercanda. Ak

enenangkan. Dan untuk pertama kalinya, mereka berbica

kepala?" tanya Elara tiba-tiba, su

wab. "Mungkin kita tidak tahu cara memahami satu sam

ah mati rasa. Ia teringat semua pertengkaran, semua kata-kata yang mengiris. Dan tib

u yang... ambigu. Mereka tetap saling menantang, tapi ada momen-momen kecil

apkan presentasi terakhir. Kantor sepi, hany

k bekerja," kata Kiano, menata

yek ini gagal. Aku tidak seperti kamu, yang

ara bergetar aneh. "Keberuntungan? Aku bekerja keras.

yang terasa tegang, tetapi bukan tegang karena benci.

stri di Bali. Di tengah acara, Kiano dan Elara ditugaskan seba

n penuh energi. Tapi di balik layar, sebelum present

aranya lembut tapi tegas. "Tapi aku ingin kita lakukan ini

cepat. "Aku juga ingin. Tapi jangan

mbalas dengan senyuman yang memb

ggema, tetapi yang paling mereka rasakan bukanlah pujian, melainkan...

a lebih banyak tentang masa lalu mereka, tentang kesalah

, menatap ombak yang memantulkan cahaya bul

. Tapi sekarang... aku siap. Siap untuk mengakui apa yang a

ngun selama bertahun-tahun. Ia sadar, sesuatu telah berubah. Tidak ada lagi kebe

hwa kisah mereka belum berakhir. Justru, ini baru permulaan-permu

ringan saat membaca pesan masuk dari Kiano. "Ada rapa

a sama dengannya lagi terasa seperti menapaki medan ranjau yang tak terlihat. Ada k

nta Elara menyiapkan semua data dalam waktu singkat bukan hanya soal proyek. Ini adalah tes-bukan untuk menan

cemas. Proyek baru ini adalah kampanye digital terbesar

a seperti dulu-dan sesuatu yang berbeda: ada ketenangan, ada kesaba

p setiap kali memberikan ide. Ada permainan tak terlihat di mata mereka: tantangan t

ebelahnya, "Aku rasa mereka... berbeda sekarang. Ada che

ata apa-apa, tapi matanya menahan tawa. Kiano membalas den

r menjadi kebiasaan, dan setiap malam menghadirkan suasana yang berbed

ya, menyesuaikan angka dan data. Mereka bekerja dalam diam, tapi ada kehen

ka ini bisa lebih baik kalau kita mengubah pendekat

ingin melihat bagaimana kamu memecah

asi-melainkan ketertarikan yang jujur. Hatinya berdebar,

terjebak di kantor karena banjir di jalan ut

n reda," kata Kiano, menatap huj

ng basah. "Sepertinya aku akan mengha

rangnya, menatapnya

getar. "Takut apa? Aku sudah terbiasa de

i ada sesuatu yang berbeda. Tidak ada sindiran, tidak ada

g dengan klien internasional. Mereka harus mempresentasikan strat

an Elara duduk di mobil yang sama. Suasan

kata Elara tiba-tiba, menatap Kian

rus tersenyum atau tetap serius. "Aku belajar. Dari pe

ata itu menyentuh hatinya. Lima tahun lalu, mereka saling membenci. Sekarang, ia m

n, menjelaskan strategi, dan menjawab pertanyaan sulit. Tapi mereka menemukan ri

tapi Elara lebih cepat menyodorkan solusi kreatif yang belum terpikirkan oleh Ki

yata kamu memang hebat," gumamnya

uga bisa bilang begitu padamu," jawabny

. berbeda. Ada percikan yang sebelumnya tidak pernah ada, sesua

i, Elara berjalan di balkon, menatap kota yang berkilau di

enatap langit yang mulai bersih. "K

suka... tapi lebih suk

daripada kata-kata. Dan untuk pertama kalinya, Elara merasakan kehangatan di hatiny

lara mengenakan gaun merah panjang yang elegan, rambutnya diikat rapi. Kiano,

da ringan dan pandangan yang saling menilai. Beberapa tamu mempe

balkon lantai atas, menatap kota dari ketinggia

iano pelan. "Bukan seperti dulu. A

ku juga," jawabnya. "Tapi... aku takut. Takut kal

hadapi bersama. Tanpa drama, tanpa topeng. Aku in

tahu, kata-kata itu bukan sekadar janji-ada niat, ada keberanian, ad

ak akan menghentikan mereka untuk mencoba lagi. Justru, masa lalu itu menjadi pelajaran, fondasi yang memb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku
Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku
“Dulu, Elara dan Kiano adalah dua orang asing yang dipertemukan oleh sebuah perjodohan mendadak. Tidak ada cinta, hanya kewajiban keluarga yang menuntut mereka menikah. Hari-hari mereka dipenuhi pertengkaran kecil, saling sindir, dan tatapan dingin. Saling membenci adalah satu-satunya bahasa yang mereka pahami, hingga akhirnya perceraian datang sebagai pelepas dari semua beban itu. Elara pergi, membawa luka dan rasa kecewa. Kiano tetap dengan dunia yang sepi dan dingin, mencoba menutupi amarahnya dengan kesibukan yang padat. Lima tahun berlalu. Suatu hari, takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di hadapan keluarga, bukan di acara resmi, tapi di sebuah proyek pekerjaan yang memaksa mereka bekerja sama. Elara menatap Kiano dengan campuran rasa ingin marah dan penasaran. Kiano, di sisi lain, tak bisa menahan rasa getir melihat senyum Elara yang kini lebih dewasa, lebih menenangkan, tapi tetap memicu amarahnya. Awal pertemuan mereka penuh ketegangan. Sindiran lama muncul lagi, canggung seperti musik yang salah nada. Namun, seiring waktu, mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain-sisi yang dulu tersembunyi di balik kebencian. Elara menemukan Kiano ternyata bukan sekadar pria dingin seperti yang ia ingat; ada ketulusan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Kiano mulai menyadari, bahwa Elara bukan hanya wanita pemberontak dan keras kepala, tapi juga sosok yang mampu memahami dirinya lebih dari siapa pun. Pertemuan demi pertemuan, konflik demi konflik, lambat laun menumbuhkan sesuatu yang tak pernah mereka duga: rasa rindu, rasa peduli, dan-tanpa mereka sadari-benih cinta yang mulai tumbuh dari abu kebencian lama. Kini, Elara dan Kiano harus menghadapi pertanyaan yang lebih sulit daripada perceraian mereka dulu: apakah mereka cukup berani membuka hati untuk cinta yang baru, ataukah kebencian lama akan kembali menguasai mereka?”
1 Bab 1 terganggu setiap kali dia tersenyum sinis2 Bab 2 kekacauan hidupnya3 Bab 3 perlu menghadirinya bersama4 Bab 4 keluarga5 Bab 5 bukan tentang pekerjaan biasa6 Bab 6 kegembiraan7 Bab 7 pernikahan masa depan8 Bab 8 menenangkan diri sebelum rapat mendadak9 Bab 9 Rasa penasaran dan khawatir10 Bab 10 mereka akan menghadapi tekanan keluarga11 Bab 11 Rumah sakit telah digantikan12 Bab 12 Datang besok jam 10 pagi13 Bab 13 beban hati14 Bab 14 meninggalkan Jakarta15 Bab 15 kerja sama16 Bab 16 Mereka tampak seperti pasangan biasa17 Bab 17 studio besar18 Bab 18 menerima tawaran19 Bab 19 memiliki reputasi keras kepala20 Bab 20 investor kaya21 Bab 21 menghantuinya22 Bab 22 mereka tidak main-main23 Bab 23 dipercaya24 Bab 24 berbeda dengan kemewahan di atas