icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong

Bab 5 Aku Dulu Memiliki Ini

Jumlah Kata:1204    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

ke bengkel terdekat di apa

lelah mencari uang untuk membaya

emua orang, dan dia bertanggung jawab untuk me

ang janjinya untuk pergi

eneleponnya dua jam se

tuk berpura-pura menjadi pasangan Brayden, dan dia tidak dapat mengingkari

," desak Brayden

a saya

segera bercerai, dan dia i

iasan bersama, lalu pergi ke pesta," usul

ah dia terdengar kala

lu. "Aku punya pakaia

kamu

e benar-benar tidak ing

menghasilkan uang, bercerai, kembali ke

m benaknya, dan dia pastinya t

verie mulai khawatir tentang gaun forma

enghadiri acara amal tersebut, m

p seperti pasangan, tetapi dia bahkan tidak mau membayar untuk be

dak terlalu mem

menghabiskan waktu bers

verie. Dia lalu bertepuk tangan dan menyeringai. "Kamu benar

Averie sambil berusaha menahan t

ya hanya om

i di depan pintu masuk dan menyarankan, "Kamu mas

en

ari mobil dan m

ekspresi Brayden memperlih

legan dan riasan wajah yang halus, m

etapi kemudian melihat kelua

ingin sekali me

ie berbicara, senyu

umpul, Averie dengan lembut melingk

nyum licik dan men

r itu tidak dapat

merusak barang-barangnya, dia akan mema

n istilah yang diucapkan Averie, tet

n, mereka memasuki

lihat Nolan di ruang makan dan memi

verie mengambil ceri di atas kue kecil

al dan menyapa," ujar Nolan sambil me

ikl

nal dia. Dia

kecil lagi, Nolan tidak punya pilih

dia mungkin akan segera bertunangan..

tentang pengakuan cint

ng..." Pertanyaan Nolan dipotong oleh so

esalan Nolan mulai meningkat, ia me

arimu?" Wajah Bray

ng dengan pe

u ke krim di bibir Nolan, lalu mengulangi,

, Averie tidak ingin berpura-pur

enangkap pergelangan tanganny

kata, "Aku sudah makan sepert

nya, pegangan Brayden mengendur karena k

bisik Brayden. "Dia t

jelas, tetapi memilih untuk tidak bertanya lebih

elirik cepat ke arah keduanya se

a selalu membencimu karena mengambil tempat Corinna dan menikahinya

rie membalas de

sengaja bertemu seseorang. Tepat saat mereka hendak

k gaunku?" Sikap Corinna yang bias

atau bertindak bodoh, tetapi perilaku Brayden yang tidak

dia kini menyaksikan minuman i

mi hanya berdiri di sini, dan ka

pernah men

i Averie di keluarga Briggs, tetapi dia tahu ba

su keluarga Brooks, tetapi dia tidak repot-repot me

kekuatanmu untuk mendorongku?" Corinna berta

di ruang perjamuan mulai memp

emikirka

apu tangan, dan membungkuk untuk

mundur yang angkuh, ti

am, "Hei, jangan terlalu sombong. Tanpa Fowler Group,

suara kalung yang jatuh ke lantai,

kit kepanikan saat dia melihat

alung itu. Brayden memberik

rga Briggs tidak lama setelah tiba di Nolens

endorongnya. Brayden ada di sana untuk mena

verie tetap men

bertanya sambil m

itu ketika Averie mendorong Brayd

i?" Brayden menghalangi

ak menyerah, melepaskan di

ranya diwarnai kemarah

Averie kemb

dipikir

njaga Corinna, namun di sinilah

arang kecil seperti pakaian dan makanan, jika Brayden ada

Brayden sejak awal. Dia bisa memberik

aris tak terdengar, dia be

mbahkan, "Tapi sekarang, tidak a

megang kalung itu dengan hati-hati, lalu mencibir,

an nada sarkastis, "Sepertinya sekarang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
“Averie menikahi Brayden ketika perusahaannya sedang dalam kekacauan, sebuah keputusan yang didorong oleh cinta, bukannya pertimbangan yang matang. Namun, tidak peduli sebesar apa pun dia mencurahkan perasaannya, Brayden tidak membalas cintanya. Wanita yang bersemayam di dalam hati pria itu tidak akan pernah menjadi Averie. Tragedi terjadi pada malam saat Brayden berhasil mengendalikan Grup Fowler. Saat pria itu menikmati kemenangannya, Averie mengalami keguguran yang sangat menyedihkan dan hampir kehilangan nyawanya di tengah laut yang dingin. Setelah selamat dari cobaan itu, Averie merasa lelah dengan semua ini dan bertekad untuk memulai hidup baru dengan bercerai. Namun, Brayden tiba-tiba menyesalinya, dia menolak untuk membiarkannya pergi. "Averie, kita memang sudah digariskan untuk bertemu. Kita terikat oleh takdir."”