icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong

Bab 4 Mereka Diciptakan Untuk Satu Sama Lain

Jumlah Kata:1279    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

Brayden bertanya setelah

ninggalkan laptop saya

, duduk di seb

ga Briggs je

lama tiga bulan lagi, mencari uang dengan melakukan pekerjaan tata rias, dan

mpercepat perceraiannya dan m

unya. Melihatnya dalam keadaan linglung, Brayden mengir

ul di rumah keluar

wab dengan nada dingin, "Kebetul

i be

datang hanya untuk membant

keluargam

mempercepat pe

aan, dan kata-kata Averie meny

nya tergerai penuh gaya, sebagian m

tiga juta. Averie merasa bersalah, se

janjiku. Anda tidak perlu membayar seluruh tiga juta itu. Na

nya memburuk

ngganti pengantin dengan harapan keluarga Briggs ak

, suaranya diwarnai ejekan. "Ingatlah, kaulah yang mengg

i seperti ini kepadanya? Bahwa dia telah mengambil pera

dengan ucapan sarkastisny

mengganggumu seperti sebelumnya."

den bertam

a penyesalan." Dia menekan pedal gas kuat-k

, mereka sampai d

elihat kepala pelayan dan para pelayan

k dapat menahan diri untuk berta

ng bepergian untuk bekerja, terutama kare

an para pelayan ini, menyiapkan seg

dari tugas itu, dan i

eseorang menerobos pintu, menghambur ke peluka

a menambahkan, "Saya sangat le

rlahan untuk mendorong orang itu menjauh, sehingga Averie da

kau dan bersemangat, bersi

den, berdiri bersama mereka membu

terganggu lagi

?" Brayden bertanya,

rie, kepala pelayan turun tangan, memisahkan Brayden d

ngapa kau menyembunyikan aku?" Corinna me

i Averie, kamu kembali juga? Setelah keguguran, Anda harus bersik

m, lalu berbalik ke arah Averie. "Kamu tidak k

nku," jawab Averie sa

Nolens bahwa Brayden telah lama me

embunyi Brayden, sebuah rahasia yan

inna pernah menyelamatkan nyawa

ernyata hanyalah tameng untuk melind

dirinya sebagai penyusup, yang telah menc

arakannya," usul Corinna, sambil masih berpegangan erat pada lengan Brayden

Averie dalam diam, w

ikuti mereka dengan tena

ri cengkeraman Corinna, tetapi hal itu ta

milih satu yang aku suka," ujar Corinna sambil

anya ingin meraih laptop

inna tiba-tiba berkata, "Brayden, kau

egang, merasakan

, "Aku agak merusaknya saat membong

rie berdeba

dari ibunya saat ia dewasa. Dia se

kata Brayden, terde

t. "Oh tidak, Averie, aku turut berduk

ikan apakah keterkejutan

nang sekalipun terkadang merasa bosan

nyakan keberanian wanita jal

rayden; bahwa dia hanya berpura-pura menjadi orang yang telah menyela

aikinya." Averie sudah muak d

mar tidur Brayden, meninggalkan

u sombong. Mereka dicipta

barang berantakan berserakan di lantai. Di anta

siap untuk berdiri. Namun, dia tersandung p

, dia menjatuhkan diri ke samping m

eriksa laptopnya, tidak peduli de

tu yang menarik

t sebuah plakat batu kecil tersembunyi

baik sehingga dalam keadaan no

itu adalah sebuah plakat peringatan kecil.

pernah dikandungnya telah hilang dalam

an anaknya di pemakaman keluarga Fowler, telah

a di dunia bisnis selama hampir sepuluh tahun, tidak p

, Brayden tidak setidak berpe

a? Pada akhirnya, me

plakat peringatan kecil itu dan melangkah k

nya untukmu." Brayden, yang memperhatikannya

sambil mengangguk sopan, hendak pergi. Tetapi Brayden menan

anku di pesta Seni

segera menambahkan, "Kita masih pasanga

mbunyikan kekesalannya dengan senyum tenang.

kemarahan dan ancam

rusak di tangannya, penolakan

di pergelangan tangannya, Aver

, dia adalah istr

ah masam, Averie tidak dapat m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
“Averie menikahi Brayden ketika perusahaannya sedang dalam kekacauan, sebuah keputusan yang didorong oleh cinta, bukannya pertimbangan yang matang. Namun, tidak peduli sebesar apa pun dia mencurahkan perasaannya, Brayden tidak membalas cintanya. Wanita yang bersemayam di dalam hati pria itu tidak akan pernah menjadi Averie. Tragedi terjadi pada malam saat Brayden berhasil mengendalikan Grup Fowler. Saat pria itu menikmati kemenangannya, Averie mengalami keguguran yang sangat menyedihkan dan hampir kehilangan nyawanya di tengah laut yang dingin. Setelah selamat dari cobaan itu, Averie merasa lelah dengan semua ini dan bertekad untuk memulai hidup baru dengan bercerai. Namun, Brayden tiba-tiba menyesalinya, dia menolak untuk membiarkannya pergi. "Averie, kita memang sudah digariskan untuk bertemu. Kita terikat oleh takdir."”