icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terbakar oleh Sang Alpha: Amarahku, Pembalasannya

Bab 4 

Jumlah Kata:562    |    Dirilis Pada: 30/10/2025

Pandan

a menunjukkan ekspresi prihatin yang dibuat-buat. Aku berjalan melewatinya tanpa sepatah kata

tr

m menawan dan santai terpasang di wajahn

Kenan menegang di belakangku, ketidaksuk

Kenan, suaranya sarat dengan otorit

pang untukku. "Beberapa dari kami tahu cara memperlaku

mengabaikan tatapan tajam Kenan. Satria masu

rtefak ajaib, batu berharga yang bisa menenangkan jiwa serigala. Aku yang traktir. An

mbuatku terkesan, Satria?" tanyaku

ya usaha sendiri. Investasi di luar negeri. Lebih dari cukup untuk

egarkan. Aku mendapati diriku tersenyum untuk pertama kalinya d

lan." Konon memiliki sifat menenangkan, untuk meredakan gejolak batin jiwa ser

elit dari setiap kawanan besar. Satria dan aku duduk di dekat depan. Tepat

di lengannya, dengan tatapa

ku menikmati satu malam pun dengan damai. Aku tahu, deng

nyelimuti ruangan. Berlian itu luar biasa, tanpa caca

nginan di mataku, dan dengan desahan sok pahlawan, dia menurunkan tangannya. Dia membisikk

g, tatapannya sebuah tantangan. Lalu dia be

antahan. "Apapun yang dia inginkan, dia akan mendapatkannya." Dia kemudian m

kan tentang berlian. I

alon Alpha Rembulan Perak. Dan mereka semua menonton saat dia secara terbuka memilih seoran

u menjadi lelucon malam itu, sang putri yang dicampa

an membiarkan dia m

ar di dalam diriku. Aku akan mendapatkan berlian itu. Aku tidak peduli

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terbakar oleh Sang Alpha: Amarahku, Pembalasannya
Terbakar oleh Sang Alpha: Amarahku, Pembalasannya
“Kenan seharusnya menjadi takdirku. Calon Alpha dari kawanan kami, cinta masa kecilku, dan pasangan takdirku. Tapi suatu malam, aku mencium aroma wanita lain di tubuhnya-aroma Omega yang manis memuakkan dan sangat kukenal. Aku mengikutinya dan menemukan mereka di bawah pohon beringin agung, terkunci dalam ciuman mesra. Pengkhianatannya adalah racun yang perlahan tapi pasti membunuhku. Saat Laras, Omega kesayangannya, pura-pura jatuh, Kenan memeluknya seolah gadis itu terbuat dari kaca. Tapi saat dia menyabotase pelanaku dalam sebuah lompatan berbahaya, membuat kudaku melempar dan mematahkan kakiku, dia menyebutnya "peringatan" agar aku tidak menyentuh Laras. Perhatiannya padaku setelah itu hanyalah upaya menutupi jejak agar ayahku tidak curiga. Di sebuah lelang publik, dia menggunakan uang keluargaku untuk membelikan Laras berlian tak ternilai, membuatku dipermalukan dan tak bisa membayar. Aku akhirnya mengerti apa yang kudengar dari ikatan batin kawanan beberapa hari sebelumnya. Baginya dan saudara-saudara angkatnya, aku hanyalah "putri manja," sebuah piala yang harus dimenangkan demi kekuasaan. Laras-lah yang benar-benar mereka dambakan. Dia pikir dia bisa menghancurkanku, memaksaku menerima posisi nomor dua. Dia salah besar. Di malam ulang tahunku yang ke-20, malam di mana seharusnya aku terikat dengannya, aku berdiri di hadapan dua kawanan dan membuat pilihan yang berbeda. Aku menolaknya dan mengumumkan persatuanku dengan Alpha saingan, seorang pria yang melihatku sebagai ratu, bukan hadiah hiburan.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 2324 Bab 24