icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita

Bab 4 

Jumlah Kata:987    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

gambilkan minumannya, tertawa pada leluconnya, dan menjaga tangan protektif di pinggangnya. Pria tabah

u menunjukkannya pada Kania. Kehangatan, kelembutan, pertunjukan pengabdian di depan umum-semuanya disediakan untuk Clara. Kania han

elilingnya men

rlihat san

danya. Clara sudah

keluarga Halim itu. Dia pasti sangat lega bisa

k minumannya, rasa terbakar alkohol menjadi pengalih p

ntangan, dengan sentuhan teknologi!" gemuruhnya. Pertanyaan akan muncul di layar be

a sederhana: "Pan

" Sebuah foto Clara yang tersenyum

lembut menyentuh bibirnya. "Dulu kami

gunung. Dia pernah memberitahunya itu, pada suatu malam langka ketika mereka berbi

karena Clara punya golden retriever. Setiap pilihan, setiap jawaban, adalah bukti pengabdiannya kepada Clara,

h, Elang. Untuk putaran terakhir. Kau harus memilih. Jika kau hanya bi

ul di layar,

ra, tersenyum manis,

ah foto candid dari sebuah acara per

baca. Kania menahan napas, secercah harapan kecil yang bodoh menyala di reruntuhan hatinya. Mungkin, hanya mungkin,

bicara, suaranya

emilih

. Ruangan meledak dalam tepuk tangan. Itu adalah jawaban yang sempurn

alik, dan berjalan pergi. Dia lari ke kamar kecil, suara pesta memudar di belakangnya. Dia me

n mereka melihatnya hancur. Dia akan berjalan kembali ke pesta itu, kepala

g pria menghalangi jalannya. Itu adalah salah satu pria

dirian sekarang," cibirny

ania, suaranya re

n meraihnya. "

nak, dia melihat kilatan kekhawatiran di wajahnya. Elang mulai berjala

kecil yang ketakutan datang dar

Cl

dipojokkan oleh seorang predator, ke ambang pintu te

s kembali ke pesta, meni

ringai. "Sepertinya pa

han-semuanya menyatu menjadi amarah yang membara. Dia tidak berteriak. Dia tidak menangis. Dia meraih ke t

ke arahnya, ujung botol yang bergerigi dipegang sepert

arena menggenggam pecahan kaca. Rasa sakit fisik adalah de

g berjalan ke arahnya, dengan Clara bergelayut

eru Clara, suaranya penuh simp

Elang. "Apa kau menyelamatkannya?" tanyanya,

Dia tahu Clara telah memalsukan kesusahannya. Dan dia mas

irimu sendiri. Itu bukan pujian. Itu adalah alasan. Alasan untuk meninggalka

a, ketenangan aneh men

g berdarah, lalu kembali

melaju kencang di tikungan, bannya berdecit di trotoar. Mobil itu melaju terlalu cepat, di luar kend

elihat mata Elang melebar pa

bergerak k

, melindunginya dengan tubu

kan benar-be

sa sakit yang brutal dan kaca

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
“Aku adalah Kania Halim, jurnalis pemberontak dari sebuah dinasti politik. Satu-satunya pelarianku adalah hubungan rahasia yang penuh gairah dengan Elang Solehudin, seorang CEO perkasa yang seolah terbuat dari es dan logika. Dia menyebutku "bencana indahku," sebuah badai yang terkurung di dalam dinding penthouse-nya. Tapi hubungan kami dibangun di atas kebohongan. Aku menemukan bahwa dia hanya "menjinakkanku" sebagai bantuan untuk wanita lain, Clara-putri rapuh dari kepala staf ayahku, yang kepadanya Elang berutang budi yang tak terbayarkan. Di depan umum, dia memilih Clara, bukan aku, menyeka air mata wanita itu dengan kelembutan yang tidak pernah dia tunjukkan padaku. Dia melindungi Clara, membelanya, dan ketika aku terpojok oleh seorang predator, dia meninggalkanku untuk bergegas ke sisi Clara. Pengkhianatan terbesar datang ketika dia membuatku dijebloskan ke penjara dan dipukuli, sambil mendesis bahwa aku perlu "belajar dari kesalahanku." Pukulan terakhir datang saat kecelakaan mobil. Tanpa ragu sedetik pun, dia melompat ke depan Clara, melindunginya dengan tubuhnya dan membiarkanku sendirian menghadapi benturan itu. Aku bukanlah cintanya; aku adalah sebuah beban yang rela dia korbankan. Terbaring hancur di ranjang rumah sakit, aku akhirnya mengerti. Aku bukanlah bencana indahnya; aku adalah orang bodohnya. Jadi aku melakukan satu-satunya hal yang bisa kulakukan. Kubakar dunianya yang sempurna sampai jadi abu, menerima lamaran pernikahan dari seorang miliarder baik hati yang menjanjikanku kedamaian, dan pergi untuk memulai hidup baru, meninggalkan abu cinta kami di belakang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 22