icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan

Bab 6 

Jumlah Kata:605    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

PANDAN

ada di sana, lengannya melingkari pinggangku dari belakang, dagunya bertumpu di bahuku. Aromanya murni, hanya pinus dan badai m

an tumpul di kepalaku, api tajam yang m

g kudengar adalah

da satu pun bekas luka di wajahnya. Dia adal

ku, tetapi dari kebanggaan atas kepemilikannya. Aku adalah b

ejamkan mata,

n tempat tidur. "Ini semua salahku, Alpha. Aku ceroboh

afi

ah. Itu kecelakaan. Berburu itu berbahaya; cedera bisa terjadi. Kau adala

bahkan tidak lagi menimbulkan secuil rasa sakit. Itu hanya

kecil Arka, penuh kekhawatiran. Bukan u

" Serafina bersenandung. "Ay

ni," kata Kaelan, dengan nada geni

erasa

iliar bergema di b

uruh kawanan membicarakan bagaimana kau m

mkan pikiran itu kembali, suara mentalku

seekor lalat pun. Dia gadis yang manis. Kau harus belaj

itu t

an Kaelan duduk di tepi tempat tidurku. Dia

encoba terdengar penuh kasih, tapi aku bisa mendengar ke

Wajah tampan, rahang yang kuat, mata yang dulu adalah s

serak. "Aku ingin kau me

uh, bersemangat. "Apa

suaraku mantap. "Usir dia. Kelu

aat menyadari apa yang baru saja dikatakannya. "Maksudku-Lyra, ti

an tawa kecil yang r

lega. "Oh.

ngubah topik. "Kue madu dari toko roti di desa. Yang de

cara sederhana untuk menunjukkan "kesetiaannya." "Tent

ih kecil, aku sudah duduk di tempat tidur. Dia

seperti yang kuingat-madu manis dan a

embawanya untukku telah berubah. Rasa m

tan terakhir yang kurasakan untuknya, gema terakhir dari cint

ang tersisa

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
“Setelah lima tahun terperangkap dalam tidur terkutuk, aku akhirnya terbangun. Hal pertama yang kulakukan adalah mengikuti aroma pasanganku, Alpha-ku, Kaelan. Aku menemukannya di ruang kerjanya, sedang mencium wanita lain-seorang Omega rendahan yang nyaris tak kukenali. Dia bilang wanita itu bukan siapa-siapa, hanya ada di sana untuk menenangkan duka citanya. Seperti orang bodoh, aku memercayainya. Namun, saat aku pergi ke Balai Arsip Kawanan, tetua mengatakan bahwa aku telah dinyatakan meninggal secara hukum tiga tahun lalu. Permohonan itu ditandatangani oleh orang tuaku sendiri dan dieksekusi oleh Kaelan. Dia sudah memilih Luna baru: wanita itu. Anakku sendiri berkata seharusnya aku mati saja. Dia bilang wanita itu lebih baik dan lebih pantas menjadi ibunya. Lalu, wanita yang menggantikanku mencoba membunuhku, menarikku dari tebing ke sungai yang deras. Kaelan melompat masuk, berenang melewati uluran tanganku, dan menyelamatkannya. Terbaring lumpuh di ranjang rumah sakit, aku dipaksa mendengarkan saat Kaelan menggunakan Perintah Alpha-nya untuk memerintahkan transfusi darah demi menyelamatkan nyawa wanita itu. Dia bahkan tidak pernah bertanya siapa pendonornya. Dia hanya menuntut agar nyawaku dikuras untuk menyelamatkan pasangan pilihannya. Saat hidupku terkuras habis, aku melihat seluruh keluargaku-pasanganku, orang tuaku, anakku-berkumpul di sekitar ranjang wanita itu, sebuah potret kebahagiaan yang sempurna. Saat itulah aku akhirnya mengerti. Terbangun adalah sebuah kesalahan. Satu-satunya jalan bagiku adalah menghilang dan berdoa agar mereka tidak akan pernah menemukan hantu yang akan kujelma.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 2324 Bab 24