icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan

Bab 5 

Jumlah Kata:496    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

PANDAN

kole, "mabuk cinta" saat dia menghibur serigala betina yang menangis di bawah sinar bulan. Kisah romantis itu dibintangi o

Dia memaksanya berlutut, matanya

n dan berwibawa. "Dia dikurung di penjara bawah tanah

bisa mencium aroma sepr

"Aku akan memenangkan hadiah utama untuk istriku," katanya di hadapan anggota kawanan

igalanya luar biasa. Tapi saat perlombaan mendekati akhir, aku melihat Serafina berbicara pelan dengan salah satu panitia acara. S

, kakinya tertekuk. Dia terpaksa melambat, keunggulan

ustrasi. "Maaf, cintaku. Kuda itu... it

adiah kedua?" tanya

," katanya, melambaikan tangan de

dengan yang kudengar dari gosip-gosip bahwa itu adalah pusaka hilang d

," kataku, menguba

ngkan. Dia membantuku naik ke atas kuda betina y

h Serafina, memohon agar dia juga berkuda. Dia dengan sopan men

ki lintasan di belakangku. Kami berkuda, angin sejuk

. Aku melirik ke belakang dan melihat Serafina, wajahnya menegang. Dia menarik tali kekangnya,

ngan keras, udara terhempas dari paru-paruku. Bingung,

nya. Dia menendang sisi kuda itu, mendorongnya maju. Aku meli

waktu untu

memudar menjadi terowongan hitam yang menderu, hal tera

h Serafina, yang berpura-pura jatuh dari kudanya send

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
“Setelah lima tahun terperangkap dalam tidur terkutuk, aku akhirnya terbangun. Hal pertama yang kulakukan adalah mengikuti aroma pasanganku, Alpha-ku, Kaelan. Aku menemukannya di ruang kerjanya, sedang mencium wanita lain-seorang Omega rendahan yang nyaris tak kukenali. Dia bilang wanita itu bukan siapa-siapa, hanya ada di sana untuk menenangkan duka citanya. Seperti orang bodoh, aku memercayainya. Namun, saat aku pergi ke Balai Arsip Kawanan, tetua mengatakan bahwa aku telah dinyatakan meninggal secara hukum tiga tahun lalu. Permohonan itu ditandatangani oleh orang tuaku sendiri dan dieksekusi oleh Kaelan. Dia sudah memilih Luna baru: wanita itu. Anakku sendiri berkata seharusnya aku mati saja. Dia bilang wanita itu lebih baik dan lebih pantas menjadi ibunya. Lalu, wanita yang menggantikanku mencoba membunuhku, menarikku dari tebing ke sungai yang deras. Kaelan melompat masuk, berenang melewati uluran tanganku, dan menyelamatkannya. Terbaring lumpuh di ranjang rumah sakit, aku dipaksa mendengarkan saat Kaelan menggunakan Perintah Alpha-nya untuk memerintahkan transfusi darah demi menyelamatkan nyawa wanita itu. Dia bahkan tidak pernah bertanya siapa pendonornya. Dia hanya menuntut agar nyawaku dikuras untuk menyelamatkan pasangan pilihannya. Saat hidupku terkuras habis, aku melihat seluruh keluargaku-pasanganku, orang tuaku, anakku-berkumpul di sekitar ranjang wanita itu, sebuah potret kebahagiaan yang sempurna. Saat itulah aku akhirnya mengerti. Terbangun adalah sebuah kesalahan. Satu-satunya jalan bagiku adalah menghilang dan berdoa agar mereka tidak akan pernah menemukan hantu yang akan kujelma.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 2324 Bab 24