icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya

Bab 4 

Jumlah Kata:453    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

Pandan

antai studioku, alat tes kehamilan positif it

ke kantornya, melemparkan alat tes itu ke mejanya, dan m

lihatnya. Memaksanya untuk ak

di atas namanya. Tapi kemudian, aku teringat ekspresi waja

akan melihat sebuah aset. Seorang ahli wa

rungku kembali di sangkar emas yang baru saja kutinggalkan, dan ka

menjadi salah satu

agi hanya menyelamatkan diriku sendi

. Daftarkan surat-suratnya, tapi bisakah kamu menunda pem

katanya. "Kamu baik

saja," kataku, dan a

esidensi. Aku tidak memberitahunya mengapa, atau bahwa aku tidak akan kembali. Dia tidak b

l. Buku-buku sketsaku. Beberapa potong pakaian. Surat cera

jungi museum kehidupan yang tidak pernah benar-benar menjadi milikku. Aku berjalan k

ngan foto-foto dari empat tahun terakhir. Aku di acara gala, penggala

isual tentang ke

keluar dan tidak m

koordinator residensi, menyambutku. Dia hangat dan normal, dan un

u pesawat sewaan kecil k

ibadi yang ramping. Mereka tertawa, kepala mereka berdekat

rahkan. Itu adalah konfirmasi terakhir yang mu

. Aku menyaksikan cakrawala Jakarta, dengan puncak gemerlap A

tangan di per

rtahun-tahun, aku merasakan ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
“Suamiku meninggalkanku di malam terpenting dalam karierku-pameran seni tunggal pertamaku. Aku justru menemukannya di berita, sedang melindungi wanita lain dari badai kamera sementara seluruh isi galeri menyaksikan duniaku hancur berkeping-keping. Pesan singkatnya adalah tamparan terakhir yang dingin dan menusuk: "Kania membutuhkanku. Kamu akan baik-baik saja." Selama bertahun-tahun, dia menyebut karyaku sebagai "hobi", lupa bahwa karya itulah yang menjadi fondasi perusahaan triliunannya. Dia telah membuatku tak terlihat. Jadi, aku menelepon pengacaraku dengan sebuah rencana untuk menggunakan kesombongannya sebagai senjataku. "Buat surat cerai itu terlihat seperti formulir pelepasan hak kekayaan intelektual yang membosankan," kataku padanya. "Dia akan menandatangani apa saja untuk mengusirku dari kantornya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 11