icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya

Bab 2 

Jumlah Kata:523    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

Pandan

Aku berjalan ke lobi Adinegara Corp, menggunakan statusku sebagai Nyonya Adineg

ya campuran antara stres dan kasihan yang sudah kukena

pa memperlambat langkah

m kantornya. Mereka tertawa. Suara itu terdengar ringan

ng pintu ta

as sebuah rencana bisnis di mejanya yang besar, tangan Kania bertumpu di lengan Bima. Tapi k

sung mengeras. Bukan karena rasa bersalah, ta

suaranya ketus.

n soal semalam. Proses akuisisi ini benar-benar mimpi buruk. Bima sudah seperti penyelamat." Dia

ap lurus ke arah suamiku. "Aku hanya butuh satu tand

plop itu di depannya. Suaranya terdeng

anya, matanya m

sional. "Galeri butuh surat pelepasan umum untuk katalog digital. K

di ruang rapat, dan untuk sesaat yang menakutkan, aku pikir dia akan langsung tahu s

ng. Aku menyalurkan setiap ons rasa sakitku m

ensi. "Bim, dewan direksi sudah menunggu telepon itu," katan

h hal sepele. Dokumen "hobi"-ku v

e Kania, keputusannya sudah

an tumpukan kertas, dan langsung membalik ke halaman belakang. Di

n atas halaman terakhir: P

as garis. Goresan tinta hitam

gan dan menarik kembali kertas yang sudah ditandatang

h atas waktu

ku senyum kecil yang merendahkan. Jenis seny

r itu, keluar dari gedung itu,

yang kugenggam di tanganku. Tanda

akhir dari pernikahannya, dan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
“Suamiku meninggalkanku di malam terpenting dalam karierku-pameran seni tunggal pertamaku. Aku justru menemukannya di berita, sedang melindungi wanita lain dari badai kamera sementara seluruh isi galeri menyaksikan duniaku hancur berkeping-keping. Pesan singkatnya adalah tamparan terakhir yang dingin dan menusuk: "Kania membutuhkanku. Kamu akan baik-baik saja." Selama bertahun-tahun, dia menyebut karyaku sebagai "hobi", lupa bahwa karya itulah yang menjadi fondasi perusahaan triliunannya. Dia telah membuatku tak terlihat. Jadi, aku menelepon pengacaraku dengan sebuah rencana untuk menggunakan kesombongannya sebagai senjataku. "Buat surat cerai itu terlihat seperti formulir pelepasan hak kekayaan intelektual yang membosankan," kataku padanya. "Dia akan menandatangani apa saja untuk mengusirku dari kantornya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 11