“Hidupnya selalu penuh kejutan, dan dia hanyalah seorang anak angkat yang tak pernah benar-benar merasa punya tempat. Setelah diputuskan oleh kekasihnya, lalu perjodohan kakaknya ditolak oleh Komandan Rayan Elvard, pria berdarah bangsawan yang terkenal dingin dan tak berperasaan, kini Liora Avanira harus menggantikan posisi itu. Dia tidak menginginkannya, tapi Rayan sendiri yang memilihnya. Bukan karena cinta-melainkan karena sebuah misi rahasia. Namun, semakin lama, rasa penasaran Komandan itu berubah menjadi ketertarikan yang tak bisa dikendalikan. Dia buas. Dia berbahaya. Ketika sebuah perintah dari Laksamana Tertinggi memaksa Rayan untuk menikahi Liora demi menjaga kehormatan keluarga bangsawan, pernikahan tanpa cinta itu berubah menjadi obsesi. Rayan tidak mencintai Liora, tapi dia terobsesi padanya-pada sikap dinginnya, pada tatapan tajamnya yang menolak tunduk, pada bibirnya yang tak pernah tersenyum untuknya. Semakin Liora menjauh, semakin Rayan kehilangan kendali. Bagi Liora, pernikahan itu adalah penjara yang mencekik. Bagi Rayan, itu adalah surga yang memabukkan. Keduanya hidup dalam benturan yang tak berujung-antara misi, kebencian, dan rasa yang tak mau diakui. Namun saat Liora mulai menemukan jejak masa lalunya yang kelam, dia menyadari bahwa nyawanya sedang diincar oleh seseorang yang pernah menghancurkan keluarganya. Dan hanya satu orang yang mampu melindunginya-pria yang juga menjadi sumber penderitaannya sendiri. Bagaimana akhir dari pernikahan yang dipenuhi obsesi, luka, dan rahasia gelap ini?”