icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penderitaan yang Dipaksa Tersenyum

Bab 10 keputusan menentukan

Jumlah Kata:1814    |    Dirilis Pada: 28/10/2025

semalam. Liana berdiri di lorong sempit markas cadangan mereka, menatap layar monitor yang memetakan gerakan musuh s

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penderitaan yang Dipaksa Tersenyum
Penderitaan yang Dipaksa Tersenyum
“Liana Ardelia tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah menjadi mimpi buruk hanya dalam satu malam. Perempuan sederhana itu dijual oleh suaminya sendiri, Revan, demi melunasi utang judi yang menumpuk. Lelaki yang pernah ia percaya sebagai pelindung, justru menjadikannya alat tukar di meja taruhan. Liana dijual kepada seorang pria yang namanya membuat para penjahat pun gemetar: Dominic Valente, pemimpin sindikat bawah tanah terbesar di Eropa. Lelaki berdarah dingin, kejam, dan tanpa belas kasih itu terkenal karena bisa menghabisi satu keluarga hanya karena sebuah pengkhianatan kecil. Namun malam itu berbeda. Saat Liana didorong masuk ke ruangan hotel mewah, Dominic memandangnya lama - bukan dengan hawa predator, melainkan dengan sorot mata yang entah kenapa mengandung sesuatu yang dalam. Ada ketenangan yang aneh saat ia menatap wajah polos Liana. Dominic terbiasa mematahkan siapa pun yang berada di bawah kendalinya. Tapi perempuan ini... justru memecahkan tembok yang selama ini ia bangun. Liana bukan hanya cantik. Ia juga memiliki kepolosan dan ketulusan yang belum pernah Dominic temui dalam hidupnya yang kelam. Malam itu, Liana menjadi miliknya. Tapi bukan sekadar karena perjanjian kotor itu. Dominic menanamkan benih cintanya - dan tanpa sadar, benih darahnya - di dalam rahim Liana. Sebelum ia sempat menepati janjinya untuk membebaskan Liana dari neraka yang bernama rumah Revan, badai datang lebih cepat. Revan dan ibunya menyeret Liana kembali ke rumah mereka. Ia dijadikan pembantu, diinjak harga dirinya, dan disiksa tanpa belas kasihan. Hari-harinya diisi dengan darah dan air mata, sementara benih Dominic tumbuh perlahan dalam rahimnya. Waktu berlalu, dan kabar tentang Liana menghilang. Dominic mencari ke seluruh dunia bawah, membakar siapa pun yang diduga tahu keberadaannya. Namun setiap kali ia hampir menemukannya, jejak itu selalu hilang - seperti kabut yang menelan harapan terakhirnya. Apakah Dominic akan berhasil menemukan Liana dan anak yang dikandungnya? Ataukah Liana yang akan bangkit dari penderitaannya untuk menuntut balas kepada keluarga yang telah menjual dan menyiksanya?”
1 Bab 1 menyeretnya ke dalam lobi2 Bab 2 penjaga toko roti yang iba padanya3 Bab 3 piring pecah yang melayang4 Bab 4 Ia sudah terbiasa mendengar bunyi itu5 Bab 5 memberi tanda kehidupan6 Bab 6 kau hamil lima bulan7 Bab 7 ia harus belajar menghadapi bahaya8 Bab 8 melindungi keluarga9 Bab 9 Kita tidak bisa menunggu10 Bab 10 keputusan menentukan11 Bab 11 perutnya yang kini semakin besar12 Bab 12 aku butuh panduanmu13 Bab 13 ia adalah alasan untuk bertahan14 Bab 14 tendangan bayi di rahimnya15 Bab 15 hidupnya kini tak lagi sepenuhnya miliknya sendiri16 Bab 16 menentukan keselamatan17 Bab 17 alasan mengapa ia tidak boleh lemah18 Bab 18 menyebarkan informasi19 Bab 19 menempatkan kita di posisi yang lebih kuat20 Bab 20 dirancang untuk memecah fokus mereka21 Bab 21 mengingatkan bahwa ini bukan hanya tentang mereka22 Bab 22 pengawasan23 Bab 23 meski tubuhnya lelah karena kehamilan24 Bab 24 Mereka ingin kita panik25 Bab 25 Keesokan harinya