akit, dia duduk di kursi panjan
an har
ngun...
n tempatmu un
tiba-tiba mendengar teriakan yang keras dan lan
i wajah dan masuk ke matanya, m
Karena masih mengantuk, Gerald pun melan
r... h
rang yang berteriak itu m
angun, orang itu tiba-tiba memili
nya ke telinga Gerald, lalu di
. gempa.
ru saja tidur k
ari tidurnya, meskipun
Ayok lari!" Gerald b
an tangannya ke arah mata
rang itu. "Tadi kamu bilang ada gempa? Mengapa tidak lari? Ayo
berlari beberapa langkah
rald kemudian berbalik dengan eksp
u menipuku?" tanya
mungkin tidur di sini terus, kan? Bukankah itu akan mengganggu banyak orang? Lagipula, taman kota bukan tempat untuk tidur. Bagaimana ji
amu... awas saja." Gerald menunjuk
Orang itu menggelengkan kepalan
h rumah! Aku tidak mungkin tidur di taman kota terus, kan? Sungguh memaluk
depannya. Gerald pun menaiki taksi itu dan taks
ld sampai di rumah sakit. D
i biasa, banyak perawat yang mengenal Gerald
t-perawat itu, lalu melewati bebera
elapan, dia langsung menuju k
elihat Gerald, mengham
erald bertanya sambil me
at. Tadi, dia mencarimu." Nadia menjawa
erald menyerahkan kantong yang dia bawa pada Nadia. Ka
unkan Ibu? Dari kemarin dia ingin bertemu dengan Kakak. Tapi Kakak
akan menghadiri perayaan ulang tahun Nyonya Be
Kak." Nadia me
ngelus kembali rambut adiknya dan mencium keningnya. "Ya sudah, Kakak
enanggapi dengan melam
Kali ini, tujuan Gerald adalah langsung menuju ke Rumah Besar
ata Gerald pada ora
da apa?" Leo menj
, aku akan ikut dalam perayaan ulang tahun Neneknya Clarisa. Jadi,
baik untuk Nyonya Besar Alvero. Nanti, aku akan menyuruh orang untuk me
ah, it
ada apa-apa, kamu tin
pun menutup
rhenti sebentar di kamar mandi umum. Tentu saja, tuj
sihkan diri,kan?. Ini bukan cerita fiksi di mana tokoh utama bisa p
Gerald kembali mena
r Alvero," perintah Gerald, dan taksi it
ksi yang Gerald tumpangi sa
telah dipadati oleh banyak
mobil mewah. Taksi yang Gerald tumpangi sangat ko
n.
at dirinya terasa aneh di lingkungan yang kebanyakan o
tu baik. Justru mereka seperti menatap Gerald dengan tatapan yang menghina dan merendah
tatapan itu. Selama dua tahun ini, dia s
ang Rumah Keluarga Alvero. Sayangnya, semuanya
ng satpam menghalangi langkah kakinya. H
rald justru merasa senang, penghinaan di mata mereka
ertunjukan
yang cukup
ikan-bisik
nku?" Gerald bertanya den
bisa masuk ke rumah ini." Sa
lang tahun Nyonya Besar Alvero."
a?" Sebelum satpam berbicara, seseorang dari kerumunan berteriak. Kemudian,
a ingin menghadiri pesta ula
r-benar tak kua
sungguh
ini. Sungguh membuat pe
g ini. Lihat pakaia
k menerima kamu. Jadi, sebaiknya kamu pergi dari s
k-baik apa ini!" Gerald melemparkan undangan yan
ambu
/0/28652/coverbig.jpg?v=7d7abc146803a28a31835c8aa3f4252b&imageMogr2/format/webp)