wal. Warung itu sederhana, hanya berupa tenda terpal dengan beberapa meja kayu panjang
ampu ia belikan untuk Clarisa dari hasil kerja serabutan. Clarisa, meski terbiasa dengan restoran bintang
uk. Ia membiarkan aroma asap dan bumbu membawanya kem
ia hidup miskin dan selalu diejek serta dihi
us putih polos dan celana panjang hitam, gaya kasual yang tetap membuatnya terlihat anggun. Nyonya rumah yang baru diceraik
, khususnya pria, menatap lekat-leka
rald yang duduk di sudut. Ada sedikit kejutan di matanya-karena itu adalah tempat yang dulu pernah me
sapa Cla
ri untuk menarik kursi untukny
enting?" Clarisa duduk, sedikit canggung. Ia melihat ke
ta makan dulu. Kau mau barbeque seperti biasa
ang Gerald lihat belakangan ini. Senyum
. Tapi, barbeque pedas manis di sini memang yang terba
emesan. Saat menunggu, keheningan
ibumu?" Clarisa m
sekarang sudah dipindahkan ke Bangsal Elite V
dak murah-tetapi ekspresinya segera kembali normal
t kau," kata Gerald
ung. "Apa maksudmu? Aku
belian biskuit dan obat-obatan murah. "Dan aku tahu tentang utang medis Ibu yang $50.000 KS itu. Kau yang membayarnya, Clarisa. Selama dua tahun ini, kau me
goyah, digantikan oleh sedikit rasa panik. "
stri yang hebat, Clarisa. Aku yang egois, aku yang bodoh karena tidak bisa memahamimu, dan membiarkan kau menanggung semua
adarinya, antara malu karena rahasianya terbongkar dan kaget
aku merasa kasihan. Itu saja. Lagipula, itu sudah masa lalu. Kita sudah
eka datang-daging barbeque yang berasap t
Selamat menikmati!" Pelayan itu menyim
sedikit malu. Clarisa juga menundukkan kepala
kataan Gerald, kemudian dia tersenyum
ah pergi, Gerald memand
pannya. "Aku datang ke sini bukan untuk berterima kasih atau meminta maaf. Aku
pa berkedip. Asap dari panggang
nya kau miliki sejak awal. Aku bisa melindungimu dari Ibu kau dan semua orang yang merendahkan kau," lanjut Gerald, suaranya penuh tekad. "Aku ingin memulai lagi. Aku mencintai kau, Clarisa. Selam
Ia mengambil sumpit, mencoba t
i kekayaan $10 Miliar Aurum, dan sekarang...?" kata Clarisa, suaranya kini melunak. "Itu tidak adil bagiku. Aku baru saja menandatangan
atanya yang ind
u butuh waktu. Aku butuh tahu, apakah kau kembali karena kau benar-benar mencintaiku, atau karena kau merasa bersalah setelah mengetahui semua
i Gerald. Dia tahu Clarisa be
jukkan padamu bahwa aku benar-benar mencintaimu," janji Geral
lu. Kau sudah bebas, Gerald. Selain itu, a
ecewa pada Gerald. Mengapa? Tentu saja, karena Gerald selama ini tidak pernah
Ia mengambil tas tanganny
" ujar Clarisa. Ia kemudian meletakkan sebuah
ulang tahun yang ke-80 tahun N
tahun, Nyonya Besar Keluarga Alvero'. Nenek Clarisa adalah sosok yang bijaksana dan sangat dihormati di keluarga Alvero. Dial
tang? Kita sudah ber
itu, anggap saja sebagai penghormatan terakhir pada nenekku," jawab Clarisa, wajahnya kembali tanpa ekspresi. "
melangkah cepat kel
ggenggam undangan itu erat-erat. Datang sebagai
buktikan, bahwa Gerald yang baru ini masih pria yang sama yang pern
ambu
/0/28652/coverbig.jpg?v=7d7abc146803a28a31835c8aa3f4252b&imageMogr2/format/webp)