icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Bab 2 Nikmat nya Istriku

Jumlah Kata:839    |    Dirilis Pada: 06/10/2025

V

di pinggang, seolah menunggu disentuh. Lampu kamar hanya menyisakan cahaya temaram dari sud

u, tak juga gerakan. Seolah dia tahu aku

m saja. Saat kain itu naik ke punggungnya, kuangkat tubuhnya sedikit, membalikkan arahnya hingga kini di

anya, dan akhirnya menarik daster itu sepenuhnya lepas. Sekarang dia telanjang di hadapanku. Aku menatapnya

menindih

awah tanganku, dada besarnya naik turun teratur saat aku menindihnya. Sudah tiga tahun

a ke arah dadanya, meremas pelan, lalu semakin keras. Ukurannya pas di genggama

ndesah

. Leo... pela

iri untuk percaya. Toh tubuhku sudah terlal

masuk lebih dalam. Rasanya

mulai berat, napasku menyentuh lehernya

ku serak. Aku mencengkeram pahanya,

uh, kulitnya putih. Dia istri yang sempurna, secara fisik. Tapi setiap kali aku ada di dalam dirinya, selalu a

anku malam ini bukan cuma karena gairah, tapi juga k

gerang, tubuhku membentu

agi menyentuh hatiku. Aku tidak mencintainya seperti dulu. T

a yang sudah menegang karena permainanku tadi. Lidahku memutar

g. Aku hampir sampai. Dan beberapa hentakan lagi, a

panjang, leherku menegang, mat

n sisa nikmat yang mengalir. Tapi hanya tubuhku yang puas.

k di tepi ranjang. Tak ada pelukan

kamu mau

tru karena itulah aku makin kesal. Dia masih berhara

meraih cela

dul tidak p

jika aku menatapnya lagi, aku takut akan

akan celana yang belum sepenuhnya kukancingkan. Udara di lantai bawah terasa leb

ras, dan menatap langit yang kosong sama seperti isi kepala i

g berdir

, garis ototnya masih terlihat jelas meski usianya sudah tidak lagi muda. Ia

lahan, lalu mat

lebih ke heran darip

tar, seolah kemunculannya tengah mala

geri?" tanyaku, masih ber

anya tenang.

u mengangguk pelan. T

" lanjutnya, suaranya tetap dingin. "Ada yang perl

dak membalas, tidak juga menanggapi. Kar

bicara, apalagi soal perasaan. Hubungan kami hanya sebatas

anyanya ketika a

lua

pa b

u di m

ahunya pelan. "Langsung ke kamar aj

iat bicara lebih jauh. Karena buat kami

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Puncak Nafsu Ayah Mertua
Puncak Nafsu Ayah Mertua
“Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.”
1 Bab 1 Suamiku lemah syahwat2 Bab 2 Nikmat nya Istriku3 Bab 3 Mertuaku yang perkasa4 Bab 4 Begitu besar5 Bab 5 Izin Menikah lagi6 Bab 6 Sentuhan ayah mertuaku7 Bab 7 Desahan kenikmatan8 Bab 8 Kenikmatan yang tak pernah ku dapatkan.9 Bab 9 Rasa nikmat yang ingin aku dapatkan.10 Bab 10 Goyangan yang membuatku gila11 Bab 11 Hentakan yang membuatku terbang12 Bab 12 Permainan panasku13 Bab 13 Goyanganku14 Bab 14 Genjotaku membuat nya puas15 Bab 15 Kamar rahasia ayah16 Bab 16 Permainan nakal yang aku sukai17 Bab 17 Alat yang membuatku bergetar18 Bab 18 Kejantanan yang membuatku bergetar19 Bab 19 Part 3120 Bab 20 Di atas enak21 Bab 21 Tangan nakal nya22 Bab 22 Di dapur23 Bab 23 Suamiku pulang