icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Terlarang Di Rumah Kakak Ku

Bab 5 Kinan tahu bahwa fokus itu hanya topeng

Jumlah Kata:994    |    Dirilis Pada: 04/10/2025

Jakarta. Meskipun kondisi macet memaksa mobil berjalan lambat,

latex hitam yang ia kenakan terasa panas, tetapi bukan karena suhu udara. Di sebelahnya, Liam memegang

selama lima belas menit. Keheningan yang be

an besar, tangan kiri Liam perlahan bergerak dari kemudi. Gerakannya

pos karena gaun yang sangat pendek. Kinan menahan napas, tidak bergerak, t

uh bagian paling tepi dari kai

esaat. "Liam," bisiknya

. Dengan gerakan yang berani dan mendesak, Liam menyelipkan jarinya ke bawah gaun Kinan. Kinan hanya men

awahnya untuk menahan d

ari tengahnya menusuk, menemukan area sensitif Kinan yang su

arkannya dengan desahan batuk kecil. Ia

atanya tetap di jalanan yang macet. Kontras antara penampilan Lia

otes, tetapi tangannya justru bergerak, m

macetan mereka," jawab Liam, sambil meningkatkan ira

desah, kini tidak bisa

nya sejenak, menukar gigi, dan melaju pe

tah Liam. "Dudu

ejut. "Gil

k Liam, matanya menatap Kinan dengan campuran

melaju pelan, Kinan melepaskan sabuk pengamannya. Ia menarik tubu

enekan bagian intimnya. Mereka kini dalam posisi yang sangat berbahaya: Kin

ayang," b

urkan sejak tadi, dan membukanya sepenuhnya. Kinan merasakan p

ang Kinan erat-erat

dalam, Liam memasukkan penisnya ke dalam luba

sesak itu lebih kuat daripada di kamar mand

h mereka bertemu lagi, berbagi napas dan hasrat. Tangan Kinan m

ku suka kau di sini," bi

rayap di kemacetan. Tubuh Kinan mulai bergerak. Ia mem

ciumannya, matan

mu. Biar aku yang mengemudi, kau yang genjot," perin

Kinan mulai menggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah, menciptakan ritme yang cepat da

u mau datang..." desah Kinan, air matanya

mudi, tangan lainnya mencengkeram bo

, Kinan. Aku gila k

dan mengerang. Gairahnya memuncak, dan i

r yang sangat dalam, Liam mengeluarkan cairan spermanya

a menegang karena pelepasan. Kinan menjerit kecil, merasakan kontraksi keras

, bersatu dalam kehen

patan dan kontrol yang menakutkan, ia membenarkan pakaiannya dan m

i dingin dan datar, seolah tidak ada yang

a kusut. Ia segera membenahi penampilannya, menyeka sisa gairah dari bibirnya. Ia melihat pantulan dirinya

tepat di depan sebuah

odel," kata Liam, mem

ta Liam. "Terima kasih atas tumpangannya," kata Kinan. Ia ingi

ia membuka bagasi mobil dan mengeluarkan k

iam. Itu bukan salam, melainkan

am yang langsung tancap gas menuju kantornya. Di balik senyum profesionalnya, Kinan tahu ia telah m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Terlarang Di Rumah Kakak Ku
Cinta Terlarang Di Rumah Kakak Ku
“Kinan, desainer fesyen sukses yang baru kembali dari Milan, pulang ke rumah kakaknya di Jakarta setelah lima tahun. Apa yang dimaksudkan sebagai kunjungan singkat untuk bersilaturahmi justru berubah menjadi pertemuan yang penuh ketegangan? Di rumah hangat yang dipenuhi tawa dan keceriaan Luna, putri kecil kakaknya, Kinan harus menghadapi sosok pria tampan dan maskulin yang belum pernah ia kenal secara langsung: Liam, suami Airin. Bagaimana mungkin sebuah pertemuan yang sederhana antara tante dan keponakan bisa berubah menjadi momen yang begitu mendebarkan dan... berbahaya? Ketika Kinan hampir jatuh, Liam menahannya dengan gerakan cepat dan... sebuah ciuman singkat namun membara terjadi. Apakah ini sekadar kecelakaan atau awal dari perasaan yang tak seharusnya muncul? Bagaimana mereka akan menghadapi garis tipis antara ketertarikan, godaan, dan loyalitas keluarga yang kini telah teruji?”
1 Bab 1 sebagian karena pilihan2 Bab 2 Tawaran Tempat Tinggal3 Bab 3 Jebakan Shower4 Bab 4 Perjalanan5 Bab 5 Kinan tahu bahwa fokus itu hanya topeng6 Bab 6 Kinan memasuki studio pemotretan7 Bab 7 Tawaran Pekerjaan8 Bab 8 Malam Pertama9 Bab 9 Menenangkan10 Bab 10 kebutuhan yang tidak terpenuhi11 Bab 11 merapikan penampilannya12 Bab 12 Perjalanan Pulang yang Membara13 Bab 13 Rencana Pelarian14 Bab 14 Pagi yang Berisiko15 Bab 15 Sandiwara16 Bab 16 Hukuman17 Bab 17 Kinan terengah-engah18 Bab 18 Kinan kembali ke ruang kerjanya19 Bab 19 Jebakan Makan Malam20 Bab 20 Pengkhianatan dibawah meja21 Bab 21 Kinan berhasil menahan22 Bab 22 Pelanggaran Perintah23 Bab 23 Godaan Sang Istri24 Bab 24 Kinan terbangun dengan seluruh tubuhnya sakit25 Bab 25 Kinan tiba di lobi26 Bab 26 Jam menunjukkan pukul dua belas siang27 Bab 27 Kinan membersihkan kantornya28 Bab 28 Kinan terbaring di kasur hotel29 Bab 29 perjalanan dari hotel30 Bab 30 Kabar buruk31 Bab 31 kesempatan terbaik32 Bab 32 Lima Bulan Kebohongan33 Bab 33 Kinan terikat kuat