icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pewaris Dari Rahim Yang Disewa

Bab 5 bukan karena mual

Jumlah Kata:1474    |    Dirilis Pada: 13/09/2025

duduk di tepi tempat tidur, menatap ujung kakinya sendiri dengan tangan meremas ujung gaunnya. Jantungnya berdetak lebih cepat dar

eja putih separuh dikancingkan, rambutnya masih basah meneteskan

pirinya dan berjongkok di depannya

ng mau," gumamnya, mencoba tersenyum tapi gagal.

palkannya dalam genggamannya. "Tidak ada yang sa

telinga Elara. Ia menatap mata kelabu itu, mencoba percaya

nempelkan bibirnya di sana. "Maka bia

i jalanan yang berputar cepat. Tangannya meremas erat tangan Adrian di atas tuas persneling. Ia bisa merasak

berwarna pastel dihiasi foto-foto bayi mungil yang tersenyum. Elara menatapnya lama,

wat akhirnya. Mereka be

uk ke ruang pemeriksaan. Dokter kandungan mereka, seorang wanita

erdua. Ini kehamilan pe

cepat. "Ya... k

ssa tertawa pelan. "Ma

ingin menyentuh kulit perutnya, membuatnya bergidik pelan. Adrian berdiri di sam

t, seperti kuda kecil berlari. Dr. Marissa

n menoleh menatapnya, wajahnya berubah lembut, matanya be

gumam Elara deng

elan, suaranya serak

tapi bagi mereka, itu adalah mukjizat. Dr. Marissa menjelaskan u

at benda berat," ujar Dr. Marissa sambil mencetak ha

permata. Adrian merangkul bahunya saat mereka berjalan kelu

na gugup-melainkan karena keajaiban. Elara menatap foto itu, menggese

h memegang kemudi. "

a kau bis

ebentar, lalu memutar tubuhnya menghadap Elara penuh. "Kita bisa belajar, El. T

noleh menatap Adrian. "K

etakkannya di dadanya sendiri. "Dulu... aku hanya hidup unt

menutup mata, menahan tangis yang hampir pecah. Ketika Adrian menc

tang bertaburan di langit, dan udara dingin membuat Elara bersandar erat pada dada Adri

dekat kamar kita," g

an. "Kau sudah mem

leh, menatapnya dengan senyum kecil. "Putih lembut de

mulutnya. "Dan kau akan mem

ap. "Dan pagi-pagi aku akan membu

ku ingin mereka

embali pada Elara dengan cahaya berbeda. "Aku a

tuk pertama kalinya sejak semuanya dimulai, rasa takutnya perlahan larut. Yang tersisa

, tentang sekolah, tentang masa depan yang belum

nya... masa depan

kepala tegak kini digantikan oleh langkah pelan yang sering terhenti karena mual mendadak. Tubuhnya bukan lagi sepenuhnya miliknya-ia seperti

ubur hangat yang baru dibuat Adrian. Aroma kayu manis yang lembut justru

rian terdengar p

g akhirnya tumpah juga. Saat kepalanya masih berat dan matanya b

Elara parau, m

"Kau sedang membentuk manusia kecil di dala

kan. "Aku merasa seperti monster... Lihat aku, baru j

gu sabar sampai ia meneguknya sedikit. "Kau

berubah-ubah dengan kecepatan menakutkan. Ia bisa menangis hanya karena roti bakar gosong, lalu marah kare

di ruang tamu, Elara melempar

ubuhku sendi

aca dokumen, langsung me

mual, dan sekarang celana favoritku tidak muat.

, menatapnya dengan lembut. "Kau tidak jelek. Kau sedang berubah, ya. Tapi berubah

berlinang tanpa bisa ia tah

mudah bagimu," jawab Adrian

n. Degup jantungnya yang stabil memberi rasa aman yang tak bisa dijelaskan. Ia tidak tahu s

apkan cemilan kecil yang katanya bisa mengurangi mual. Ia memasang lampu redup di kamar tidur karena Elara menjadi sensitif

i ayah paranoid," selorohnya sambil menat

meski matanya lelah. "A

dara-sesuatu yang dulu tidak ada saat mereka memulai semuanya. Bukan sekada

membaik. Mualnya berkurang, dan energi perlahan kem

ya suatu malam, saat mereka berdua duduk

leh pertanyaan itu. "Ke

h. Aku bahkan tidak yakin bisa m

Lihat dirimu-kau menahan semua rasa sakit, lelah, perubahan tubuhmu

ercaya bahwa mungkin... ia bisa. Mungkin mereka berdua bisa menjadi orang tua

ndaknya, Elara merasakan sesuatu yang bel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pewaris Dari Rahim Yang Disewa
Pewaris Dari Rahim Yang Disewa
“Elara adalah seorang wanita tangguh yang harus menanggung beban keluarga sendirian. Kehidupannya semakin sulit ketika ia dipecat dari pekerjaannya akibat fitnah yang dibuat oleh rekan kerjanya. Dengan tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, Elara berjuang mencari pekerjaan apa pun yang bisa menutupi kebutuhan hidup mereka. Di tengah kesulitannya, Elara bertemu dengan Adrian, seorang presdir perusahaan besar dan pewaris tunggal keluarga kaya raya. Adrian sedang berada dalam tekanan besar dari keluarganya-ia dituntut untuk segera menikah agar bisa meneruskan garis keturunan keluarga. Dijodohkan dengan seorang wanita yang dikenal oleh ibu tirinya, Adrian menolak karena ia merasakan motif tersembunyi di balik niat sang ibu tiri. Pertemuan mereka berdua membawa sebuah tawaran yang mengejutkan: Adrian menawarkan pekerjaan dengan bayaran sangat tinggi kepada Elara, namun dengan syarat yang sulit diterima hati nuraninya. Ia meminta Elara untuk "menyewakan rahimnya" demi melahirkan anak yang akan menjadi pewaris tunggal Adrian. Di balik kontrak dingin dan kesepakatan transaksional itu, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya. Adrian, yang awalnya hanya menaruh minat pada tanggung jawab biologis dan garis keturunan, mulai merasakan kedekatan emosional dengan Elara. Sementara Elara, yang awalnya menolak untuk menjadikan tubuhnya sebagai alat transaksional, mulai melihat sisi lain Adrian-seorang pria yang lembut, penuh perhatian, namun tetap menyimpan luka masa lalu dan rahasia keluarga. Pertanyaannya kini: Apakah Elara akan bersedia menjalani perjanjian kontroversial itu demi keluarganya? Dan bisakah cinta tumbuh dari sebuah kesepakatan yang dimulai tanpa kasih sayang? Apakah pernikahan mereka akan berubah menjadi hubungan yang sah dan tulus, atau hanya sekadar kontrak yang mengekang hati mereka?”
1 Bab 1 memutuskan hubungan kerja2 Bab 2 Gedung kaca yang menjulang tinggi3 Bab 3 klinik4 Bab 4 waktu yang dikatakan dokter5 Bab 5 bukan karena mual6 Bab 6 datang menggantikan7 Bab 7 senyum menggoda8 Bab 8 gerakan kecil di dalam perutnya9 Bab 9 beberapa hari lagi10 Bab 10 Pulang ke rumah11 Bab 11 Auriel kini memasuki usia tiga bulan12 Bab 12 penasaran13 Bab 13 menggemaskan14 Bab 14 kemampuan15 Bab 15 mencoba berjalan16 Bab 16 kebutuhan bayi17 Bab 17 lebih lancar tanpa bantuan18 Bab 18 kemandirian19 Bab 19 ruang keluarga20 Bab 20 kebahagiaan21 Bab 21 Bayi mereka22 Bab 22 membentuk pribadi kecil23 Bab 23 penuh waktu24 Bab 24 Gerakannya lebih terkendali25 Bab 25 Kemandirianmu semakin matang26 Bab 26 tanggung jawab27 Bab 27 menyelesaikan masalah