icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pewaris Dari Rahim Yang Disewa

Bab 4 waktu yang dikatakan dokter

Jumlah Kata:1561    |    Dirilis Pada: 13/09/2025

mi

mengetahui apakah embrio itu berhasil menempel di rahim Elara atau tidak.

tup setengah tubuh. Dokter memintanya untuk banyak beristirahat, menghindari stres,

: apakah embrio itu sedang bertumbuh sekarang? Apakah ia akan be

angan itu, munc

ingin memastikan kondisinya baik-baik saja. Tap

n Elara penuh dengan aroma ka

ara serak. Ia bersandar di bantal, mengenakan p

lengan digulung, dasi tergantung di bahu. "Bisa. Dulu

sdir dingin dan perfeksionis-berdiri di dapur, mengaduk sup.

dari kontrak, kan?

nya melunak. "Bukan. In

at. Ia buru-buru memalingkan wajah, pura-pura s

badai emosi da

rontok lebih banyak dari biasanya. Ia tahu itu efek hormon,

mar mandi, memeluk lutut, ai

pelan. "Elara?" suara Ad

isaknya,

icara apa pun. Hanya meraih handuk kecil dan mengelap air mata di pipi Ela

.." bisik E

biasa. Kau sedang menciptakan kehidupan... bahkan jika itu

nnya makin pecah. Tapi kali ini ia menangis bukan karena ta

a, ia membiarkan dirinya

iam-diam, erat, seolah mencoba menahan semua

osi mereka jad

malam. Adrian baru saja menegurnya karena mencoba menge

apuh," gumam Elar

i balik pintu balkon, "Kau hanya se

apnya. "Kau selalu t

ursi seberangnya. "Bukan. Aku hanya ta

ta mereka bertaut, lama, terlalu lama. Ada sesuatu yang berge

apan lebih dulu, j

i k

n, hanya berbaring dengan tangan menekan perutnya, membayangkan sebuah k

rjalanan ke klinik, tapi tangannya sesekali men

ngan erat. Adrian duduk di sampingnya, lalu perlahan

k ada kata-kata. Tapi genggaman itu cuku

udian, perawat mem

berdiri

.. mereka

l tes kehamilan dan dampaknya pada hubungan dan , sekit

a

l bergambar dua garis merah yang terasa seperti beban berton-ton. Matahari menyelinap dari sela tirai, menyoroti wajahnya ya

dan dada yang terasa nyeri jika disentuh. terus memperhatikannya, tapi tak pernah menanyakan langsung. Ia hanya menatapn

ar dari ambang pintu, membuat Elara s

tak tes yang masih tersegel di tangannya. "Aku.

ati ekspresi Elara. Ia meraih dagu Elara lembut, mengangkat wajah

saat mengangkat kotak kecil itu, meletakkannya di atas meja antara mereka. Mata Adrian

uaranya pelan, nya

belum melakukannya. Tapi

duduk di sofa, menunduk dan menautkan jemarinya. Keheningan pan

drian akhirnya, menatapnya lagi. Nada suaranya tenan

gguk sekali,

i tes sekali lagi, walau ia hampir menghafalnya. Tangannya dingin dan keringat dingin membasahi p

," katanya tiba-tiba.

n, menatap mata pria it

meski sudut bibirny

di atas wastafel. Dua garis samar mulai muncul perlahan, tapi mereka belum berani mendekat. Elara dudu

rdetak ke menit berikutnya sebelum akhirnya Elara berdiri pelan,

ga

erah mud

adari. Adrian berdiri kaku, matanya melebar, lalu perlahan-lahan merengkuhny

," bisiknya, s

a, tubuhnya melemas di dada A

ujur. "Tapi kita akan lalu

duk di taman kaca rumah mereka, membiarkan matahari sore membelai wajahnya, sementara Adrian duduk di sampin

ra akhirnya. "Aku belum pernah hamil sebelum

kuat. Dan kita punya tim dokter terbaik. Tapi kalau

matanya berkaca. "Kau t

ena kalau aku menunjukkan betapa pa

anya, lalu menyandarkan kepala di ba

akan ke m

berdiri di depan cermin, menatap bayangannya. Ia menyentuh perutnya yang masih datar, lalu bergidik. Ada ke

pa yang kau pikirkan," katanya pelan. "Aku juga takut. Taku

takut kehilanganmu kalau sesuatu terjadi. Aku ta

an. "Aku di sini karena aku ingin. Karena ak

begitu saja. "Kau ben

i apa pun,

itu lembut, penuh kerinduan, dan janji yang tak terucap. Malam itu mereka berdua berba

tilitas mereka, menjadwalkan pemeriksaan pertama, dan menyiapkan ruangan khusus di rumah untuk Elar

perasaannya setiap pagi-takut, senang, bingung, harap-semuanya bercampur. Tapi setiap

ng bertarung bersama. Ketakutan mereka tak hilang, tapi kini mereka membaginya. Dan di t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pewaris Dari Rahim Yang Disewa
Pewaris Dari Rahim Yang Disewa
“Elara adalah seorang wanita tangguh yang harus menanggung beban keluarga sendirian. Kehidupannya semakin sulit ketika ia dipecat dari pekerjaannya akibat fitnah yang dibuat oleh rekan kerjanya. Dengan tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, Elara berjuang mencari pekerjaan apa pun yang bisa menutupi kebutuhan hidup mereka. Di tengah kesulitannya, Elara bertemu dengan Adrian, seorang presdir perusahaan besar dan pewaris tunggal keluarga kaya raya. Adrian sedang berada dalam tekanan besar dari keluarganya-ia dituntut untuk segera menikah agar bisa meneruskan garis keturunan keluarga. Dijodohkan dengan seorang wanita yang dikenal oleh ibu tirinya, Adrian menolak karena ia merasakan motif tersembunyi di balik niat sang ibu tiri. Pertemuan mereka berdua membawa sebuah tawaran yang mengejutkan: Adrian menawarkan pekerjaan dengan bayaran sangat tinggi kepada Elara, namun dengan syarat yang sulit diterima hati nuraninya. Ia meminta Elara untuk "menyewakan rahimnya" demi melahirkan anak yang akan menjadi pewaris tunggal Adrian. Di balik kontrak dingin dan kesepakatan transaksional itu, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya. Adrian, yang awalnya hanya menaruh minat pada tanggung jawab biologis dan garis keturunan, mulai merasakan kedekatan emosional dengan Elara. Sementara Elara, yang awalnya menolak untuk menjadikan tubuhnya sebagai alat transaksional, mulai melihat sisi lain Adrian-seorang pria yang lembut, penuh perhatian, namun tetap menyimpan luka masa lalu dan rahasia keluarga. Pertanyaannya kini: Apakah Elara akan bersedia menjalani perjanjian kontroversial itu demi keluarganya? Dan bisakah cinta tumbuh dari sebuah kesepakatan yang dimulai tanpa kasih sayang? Apakah pernikahan mereka akan berubah menjadi hubungan yang sah dan tulus, atau hanya sekadar kontrak yang mengekang hati mereka?”
1 Bab 1 memutuskan hubungan kerja2 Bab 2 Gedung kaca yang menjulang tinggi3 Bab 3 klinik4 Bab 4 waktu yang dikatakan dokter5 Bab 5 bukan karena mual6 Bab 6 datang menggantikan7 Bab 7 senyum menggoda8 Bab 8 gerakan kecil di dalam perutnya9 Bab 9 beberapa hari lagi10 Bab 10 Pulang ke rumah11 Bab 11 Auriel kini memasuki usia tiga bulan12 Bab 12 penasaran13 Bab 13 menggemaskan14 Bab 14 kemampuan15 Bab 15 mencoba berjalan16 Bab 16 kebutuhan bayi17 Bab 17 lebih lancar tanpa bantuan18 Bab 18 kemandirian19 Bab 19 ruang keluarga20 Bab 20 kebahagiaan21 Bab 21 Bayi mereka22 Bab 22 membentuk pribadi kecil23 Bab 23 penuh waktu24 Bab 24 Gerakannya lebih terkendali25 Bab 25 Kemandirianmu semakin matang26 Bab 26 tanggung jawab27 Bab 27 menyelesaikan masalah