icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)

Bab 2 Bayangan Masa Lalu

Jumlah Kata:971    |    Dirilis Pada: 30/11/2021

i pendarahan, yang harus segera mendapat tindakan."

cerai, kami benar-benar putus komunikasi. Tak ada lagi nafkah untuk

anya, seperti ketika aku meminangnya untuk menjadi istriku. Aku t

. Bagiku mereka sudah mati, meski terkadang terse

ur ada getaran aneh dalam dadaku, saat bertemu dengannya tadi. Apa masih ada cinta untukn

di dokter itu impianku sejak kecil," protes Uma, saa

akan lahir buah hati kita. Aku tidak mau a

an orang, banyak menyelamatkan nyawa manusia," sa

mengabdi pada suami, dan itu lebih mulia dibanding

p sudut matanya. Aku tahu dia menan

. Karena menjadi dokter bukan hanya impianku, tapi impian

dangkan ibu mertuaku Dokter spesialis anak. Wajar

u sekarang, di ru

pun juga, Uma satu-satunya harapan kami, untuk meneru

erus akan sirna," ucap mertuaku merasa keberatan, saat aku memberi tahu Bapak, bahwa Uma akan

g Ibu dan istri, Pak. Kalau dia masih tetap bekerja. Kan ilmuny

alau saja aku masih punya hak mengaturnya, aku ti

n Uma yang sudah susah payah menempuh pendidikan, dengan prestasi

sudah menjadi pilihan kalian berdua, semoga i

ukkan kepala. Aku tahu dia merasa berat melepas karir yang

lima bulan. Dengan alasan kesehatan janin, aku minta Uma berhenti

pur sumur dan kasur, tak ada lagi jas pu

gga, dia juga tidak keberatan merawat ibuku yang sakit-

erdas dan berprestasi, baru saja lulus tapi langsung ditarik untuk bekerja di

kan merasa minder kalau karirnya melesat sementara

" ucapan Sandi seketika membuyarkan lamunank

" ucapku gugup, takut ketahuan Sa

di penasaran, dia melongok ke arah lorong

" ajakku, lalu segera m

nku masih tertuju pada Uma, wanita

ya, menjadi dokter seperti cita-citanya dulu. Tak kusa

keceriaannya karena sakit, kepengen segera menolongnya agar dia sembuh, terus bisa main lagi," ucap

ang melatar belakanginya? Ingin kutanyakan pada Uma secara langsung, tap

mulu deh? Di ajak ngomong nggak nyahut!" seru S

andi protes, biasanya kami sering bercan

okter kandungan tad

mukanya nggak keliat

antikannya tetap terpancar lh

antik, tapi hatinya juga cantik. Aku yakin kamu bakal

a cantik," j

yang paling ca

" ku elus puncak kepala Sandi, dan wanita yang kunikahi

narik dari Uma, tapi bagiku Uma tetap

u ngenesnya nasibku se

ambu

apa sih? Suami egois in

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)
Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)
“Lima tahun setelah bercerai, aku kembali dipertemukan dengan mantan istriku, Uma. Dia sudah bermertamorfosa menjadi wanita cantik dan sukses, dokter kandungan sekaligus direktur rumah sakit swasta di kotaku. Penyesalan menghantui hidupku, melihat Uma dan anak-anakku. Salahkah aku berharap bisa kembali bersatu dengan mereka?”
1 Bab 1 Ketemu Mantan2 Bab 2 Bayangan Masa Lalu3 Bab 3 Mulai Menyesal4 Bab 4 Ternyata Dia Anakku5 Bab 5 Keras Kepala6 Bab 6 Riyanti7 Bab 7 Pov Uma8 Bab 8 Sandi = Karma9 Bab 9 Apa Kami Berjodoh 10 Bab 10 Bertemu Bulguso11 Bab 11 Penguntit. 12 Bab 12 Nyeri Dan Perih13 Bab 13 Terkejoet14 Bab 14 Ternyata15 Bab 15 Mertuaku Pelakor16 Bab 16 Cemburu Pak 17 Bab 17 Seatap Tapi Tak Sejiwa18 Bab 18 Perjuangan Yang Sia-sia19 Bab 19 Perjuangan Yang Sia-sia 220 Bab 20 Ketok Palu Hakim21 Bab 21 Alfa Kemana 22 Bab 22 Album Kenangan23 Bab 23 Semesta Mendukung24 Bab 24 Membuka Luka Lama25 Bab 25 Melabrak26 Bab 26 Lamaran Diterima27 Bab 27 Rencana Busuk28 Bab 28 Huruf Hara Di Hari Bahagia29 Bab 29 Gagal Malam Pertama30 Bab 30 Siapa Yang Egois 31 Bab 31 Belah Duren32 Bab 32 Penyesalanku33 Bab 33 Akhirnya Berdamai34 Bab 34 Ekstra Part35 Bab 35 Ekstra Part 236 Bab 36 Extra Part 337 Bab 37 Sesion 2 Part 138 Bab 38 Sesion 2 Part 239 Bab 39 Sesion 2 Part 340 Bab 40 Sesion 2 Part 441 Bab 41 Sesion 2 Part 542 Bab 42 Sesion 2 Part 643 Bab 43 Sesion 2 Part 744 Bab 44 Sesion 2 Part 845 Bab 45 Sesion 2 Part 946 Bab 46 Sesion 2 Part 1047 Bab 47 Sesion 2 Part 1148 Bab 48 Ending Sesion 2