icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14

Bab 3 Senyum yang Membingungkan

Jumlah Kata:1423    |    Dirilis Pada: 01/09/2025

g itu jauh lebih r

pur, sementara tawa anak-ana

oneka Arhaan bisa ngomong!"

i anak-anak. Arhaan duduk di sampingnya, t

canggung dengan orang b

." Salman menatap anak

cle, nanti Uncle belikan bonek

n mata berbinar. Zunara yang sed

et..." bisik Yahya, mem

ap kepala boc

Uncle cuma mahu kali

mping Salman, me

kah sama Uncle, kita na

gsung meno

pertanyaan yang p

n hanya te

an. Anak-ana

Zoya, nada

kalian ikut ke mana saja Mama pergi. Tapi se

diam, dada

tah kenapa membuat

ambang pintu, me

r, tapi sorot matan

t ibunya..

sekali muncul beber

idur setelah seharia

kembal

malam. Pikirannya penuh. Salman dudu

terlalu berisik hari i

na bising begini. Rumah say

pnya, sorot m

ak tanda mereka

s, tapi cepat-cepat m

sama Tengku... Saya takut...

erapa saat sebelum

i, saya takkan bua

lurus, nad

elum berani cakap. Esok... saya a

, jantungnya b

kenapa ha

n fikir keputusan ini

s panjang, matanya

saya sebenar sebelum b

ali ke kamarnya dengan

dur di sampingnya, mendeng

sok Salman

akan di

nya merasa takut s

-

rumah ter

annya sibuk menyiapkan sarapan,

a..." Aleena m

sti orang baik.

i dari tatapannya ter

uduk di lantai,

n bilang mau ngomong pentin

sap kepala p

ak... Mama jug

Tok

Semua anak la

rlari ke

datang! Uncle

buka pintu

z berdiri dengan kemeja put

senyum hangat s

ualaikum

.." suara Zunara

asuk, menatap anak

ng sebentar saja. Uncle mah

ar juga, Uncle?"

enyum tipis

ng. Ini hal ora

gah, tapi mata mereka mengikuti langk

, suasan

ung yang terden

uk, menatap Zunara dengan sorot m

. Tapi saya harap... puan dengar sa

pelan, jantungny

narik nap

empurna seperti yang or

ra, sorot matany

a mengalami kemalangan. Par

erhenti,

atanya membesar,

utkan, suaran

temu puan. Saya lihat anak-anak puan... dan s

ma, air matanya mene

ranya bergetar, "kenapa

a pilih puan sebab simpati. Saya...

erdengar suara

ap wajahnya,

keputusan bes

k... esok jawapan puan akan mengubah sega

i balik pintu, beberap

tangis di p

Uncle Salman

enatapn

a Uncle Salman, kita...

i samping mereka

gigi, lalu berbali

emeluk Z

dulu... Mama

tepi ranjang, menatap anak-

ya menete

ab. Tapi... jawaban a

-

a terdengar suara anak-anak be

kir teh yang sudah dingin. Tiga hari suda

Tok

an. Zunara berdir

an Fawwaz berdiri, menge

tipis, mat

ualaikum

alam... sil

antai, sebagian malu-malu, sebagian

lagi... mungkin Mam

lututnya, ma

Uncle jad

us pelan di sudut, t

hadapan Zunara,

ma... tiga hari sudah habis. Saya nak tahu jawapan

ng. Matanya menatap Salman

n saya," suaranya

ini secepat itu. Saya... sendirian selama ini. Hidup saya cuma anak-a

matanya men

untuk semua bantuan, hadiah, dan k

berdiri, matan

Mama nolak U

gusap kepa

nolak. Mama cuma...

pas lega, meski ma

n yang te

l, meski senyumnya ta

tusan kerana rasa kasihan... atau kerana tekana

, air matanya j

ih... karen

menatap anak-ana

i... saya tetap kirim bantuan untuk kalian, bukan kerana say

ng berlari

lama-lama ya k

emeluk kakin

ji datang

pala keduanya, mat

h... Uncle

a Hari

pada kehidupa

ah bangun, menyiapkan sa

an mengantar adik-adik ke sek

i roti kecil, membantu membua

rima pesanan menjahit s

untuk kontrol asma, sementara sore hari ia

buk, lelah, tapi penuh

nak sudah tidur, Zunara duduk di d

lman Fawwaz selalu

henti mikirin dia..." bisikny

-

Mal

di balkon istananya, m

ada satu foto: Zunara dan anak-anakny

apas panjang,

tinggalkan sebahagian hati

embantuny

mesyuarat bis

uk. Tapi tatapannya t

hatinya, i

saya janji aka

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14
PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14
“ZUNARA Menjadi janda dengan 14 anak bukan hal mudah, tapi Zunara memilih tersenyum di tengah lelahnya. Pertemuan tak terduga dengan seorang pangeran saat Zafran, anaknya, nyaris meregang nyawa, mengubah cara pandangnya pada dunia. Ia tak berharap cinta-hanya ingin anak-anaknya tumbuh bahagia-namun, hatinya diam-diam mulai bergetar tiap kali mengingat tatapan pria itu. -- TENGKU SALMAN Di balik gelar dan istana megah, Salman terbiasa hidup untuk tanggung jawab, bukan untuk hati. Tapi pertemuan singkat dengan seorang ibu tangguh dan anak-anaknya yang polos meninggalkan jejak yang tak bisa ia hapus. Dan kini, di setiap doa dan keputusannya, diam-diam ia bertanya pada dirinya sendiri: haruskah aku melangkah lebih jauh demi wanita itu?”