icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14

Bab 2 Tiga Hari Untuk Keputusan

Jumlah Kata:1507    |    Dirilis Pada: 01/09/2025

ergi, rumah it

waktu terasa begitu sempit untu

song cangkir teh yang sudah dingi

Aleena duduk di sampingnya

baik. Kalau Mama m

g membanting s

nggak kenal siapa dia! Dia cuma pangeran

.. orang-orang nggak akan hina Mama lagi

an mereka bilang kita

wajahnya merah

demi nama baik?! Mama nggak perlu o

nara akhirnya

n itu... dia cuma tawarkan ban

ap ibunya, s

Aku bisa kerja nanti. Kita ngga

, hatinya perih. Dia tahu Rayya

ara masih duduk di ruang tengah

ita online ter

ya mas

etizen, Pangeran Malaysia

napas berat,

a-t

tok..

Malam-malam begini

... dan di sana, Tengku Sa

di sampingnya berdiri dua orang pr

, puan." Salman

Tapi... saya fikir, anak

kening, matanya men

apa, T

tipis, sorot mata

ini akan bantu puan buat kepu

DIAH UNTUK

an di tengah ruang tamu. Anak-anak mulai

?" suara Zoya bergetar, pipinya

oleh ke Sa

u... i

. Tak ada niat lain." Salman tersenyu

i di sudut, m

diah biar Mama luluh

lirik sekilas,

napas panjang,

a, Aleena, bant

tak Ter

ra menutup mulutnya,

ekolah baru-seragam, sepatu, tas, buku-buku ce

ebuah buku dongeng dengan

u yang aku p

baru berwarna ung

... eh, terima ka

hanya t

a. Saya tak suka orang panggil s

kecil, matany

lman baik

il memeluk sepatu barunya

i toko kemarin... yang ng

kepala anaknya,

ini tersenyum kecil sambil memainkan

diam-diam. Tatapannya melembu

h ke Salman,

ahu harus bilang apa. Anak-anak

unara lama, soro

uli apa orang cakap tentang puan.

nya terasa hangat se

m, akhirnya bersuara pelan

a begitu aja. Mama nggak boleh

enganggu

wak patut fikir masak-

berdiri, b

kirkan bukan untuk diri puan saja

pintu, sebelum akhi

puan. Lepas tu, say

ampu sudah diredupkan. Anak-anak tertidur, ha

Zunara, semua

hari lagi... apa aku ha

udah lama meninggal-foto satu-sa

pernah bisa cerita ke kam

jatuh, memba

ng tengah. Zoya duduk di samping

Salman... kita bisa pindah rumah ya

napas, mengusap

cuma karena rumah atau

? Kalau sama Uncle Salman, Mama

kut bicara, s

ini Mama capek banget. Mungkin Uncle Salma

rsandar di dindin

angeran itu! Dia cuma orang asing! Siapa y

e Salman baik..."

adiknya, suar

rubah! Mama pernah ditinggal, kalia

ng menoleh, s

up. Jangan b

unduk, lalu berjalan masuk ke

gis kecil, Aleen

apas panjang, mat

.. aku ha

-

r. Zunara duduk di kursi dapur, men

lbabnya erat-erat. Air m

anak-anak? Tapi kalau aku tolak... apa

masuk lewat jendel

elnya bergetar

ungnya berdegup saat m

Salman

hanya sat

r. Tapi esok saya datang, cuma nak bi

l lama sekali, dadanya ter

-

h. Anak-anak sibuk menata

gi, kan, Ma?" tanya Zoy

ia cuma mau ngobrol

, berusaha menenang

degup lebih cepa

Tok

Tengku Salman Fawwaz berdiri lagi

m, puan. Maaf d

m... silakan m

menunduk sopan

atu lagi, tapi bukan hadiah besa

roti, susu, dan beberapa camilan seh

alman!" Yahya memeluk

um, matanya be

yak susu ya, biar c

lah Salman, menata

istana ya? Kalau kita ke sana

tertawa

ke sana, kita main di taman dulu

wa, pipiny

pur, dadanya menghangat meli

uncul dari kamarny

ara-nya? Mama, aku mau ng

enak. Zunara menat

, janga

jaga hati puan. Saya faham." Sa

Uncle cakap sam

mengang

nggak ada urusa

it saja. Tenta

tajam, tapi akhirn

h, lima

teras, menatap Ray

an. Saya cuma mahu bantu. Kalau awak rasa saya tak layak,

engerutk

pa

ndirian. Dia kuat, tapi hati dia r

diam, mata

bilang sama saya

a susah. Tapi saya nampak...

a menggigit bibir. Salm

a. Tapi kalau saya salah di mata awak... saya rela awak

t wajahnya, soro

ngintip dari balik jendel

erdebar t

aku merasa dia

n berbalik, menatap

cakap pada siapa pun. Esok... saya akan beritahu

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14
PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14
“ZUNARA Menjadi janda dengan 14 anak bukan hal mudah, tapi Zunara memilih tersenyum di tengah lelahnya. Pertemuan tak terduga dengan seorang pangeran saat Zafran, anaknya, nyaris meregang nyawa, mengubah cara pandangnya pada dunia. Ia tak berharap cinta-hanya ingin anak-anaknya tumbuh bahagia-namun, hatinya diam-diam mulai bergetar tiap kali mengingat tatapan pria itu. -- TENGKU SALMAN Di balik gelar dan istana megah, Salman terbiasa hidup untuk tanggung jawab, bukan untuk hati. Tapi pertemuan singkat dengan seorang ibu tangguh dan anak-anaknya yang polos meninggalkan jejak yang tak bisa ia hapus. Dan kini, di setiap doa dan keputusannya, diam-diam ia bertanya pada dirinya sendiri: haruskah aku melangkah lebih jauh demi wanita itu?”