icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Menantu Idaman Mama

Bab 6 Kilau yang Tak Terbantahkan

Jumlah Kata:653    |    Dirilis Pada: 02/09/2025

au yang Tak

s panggung, Alya berdiri dengan senyum tipis, ta

ebat Bahasa Rusia

ra berkilatan, dosen-dosen berdiri dengan wajah bangga, dan teman-teman seangkata

, bertepuk tangan pelan. Wajahnya teduh, matanya tak lepas

ika semua orang memandang rendah, Alya me

dosen di sebelahnya. "Anak beasiswa, tapi penc

at. Pak Burhan duduk berhadapan dengan Bu Mirna. Mereka sudah saling ke

ana pertunangan," ujar

ghentikan gerakannya. "Menunda? Kita suda

aku Papa Sarah. Dan aku lihat mata ana

au pikir bahagia bisa didapat

tidak akan membuatnya kuat. Aku sudah terlalu sering

ya dengan hati-hati. "Kau

k menyelimuti

Dan dia yang selalu bilang, jangan jadikan Sarah alat. Biarpun aku ha

angan, ia menggenggam sertifikat dan piagam dari kampus. Ia meletakkannya di meja

erlahan dari dapur,

menang lomba?"

Yang terakhir di kampus. S

ng begitu kuat. "Kalau ayah dan ibu

. "Aku cuma ingin buktiin, aku bukan si

di cahaya, Alya. Tinggal pilih: kamu mau

sorot cahaya, semakin besar pula ba

nggu. Mas Ferdi datang lima menit kemudian

Mirna," kata Sarah setela

di menaik

pertunang

jenak. "Berarti.

Belum. Tapi setidaknya, s

. "Dan kamu... yakin m

ni hidupku. Dan aku cuma mau jadi penulis nask

rtawa kec

aman kampus. Ia butuh udara, jauh dari

ggunya, duduk di bangku k

kemenanganmu," katan

u bukan menang, cuma

pi kamu, Alya... kamu lari sambil tet

cil. "Itu bukan

man," kata

eka bisa merencanakan segala hal. Tapi di sini, hanya ada dua orang muda, yan

idup tak aka

idaknya, ia tidak m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Menantu Idaman Mama
Bukan Menantu Idaman Mama
“"Mama, aku sudah bilang, aku yang akan menentukan hidupku sendiri." "Aku memilih Alya, bukan karena aku ingin melawan Mama, tapi karena aku mencintainya." Mirna menertawakan dengan getir. "Alya? Gadis yatim piatu itu? Cucu seorang nenek tua yang tidak punya apa-apa? Apa Mama tidak cukup jelas selama ini? Pernikahan ini harus, untuk masa depan perusahaan, bukan sekadar cinta bodoh!"”
1 Bab 1 Nama yang Sering Disebut2 Bab 2 Tamu Tak Diundang dalam Hati yang Sibuk3 Bab 3 Pertunangan yang Sudah Lama Ditulis4 Bab 4 Aliansi Rahasia5 Bab 5 Permainan Persepsi6 Bab 6 Kilau yang Tak Terbantahkan7 Bab 7 Awal Baru, Langkah Lama8 Bab 8 Di Antara Lampu Kristal dan Luka Lama9 Bab 9 Luka yang Diam10 Bab 10 Ketika Permainan Usai11 Bab 11 Makan Malam dan Kisah Keluarga12 Bab 12 Perubahan yang Tak Terduga13 Bab 13 Saat Hujan Turun14 Bab 14 Di Titik Balik15 Bab 15 Titik Ujian16 Bab 16 Harga dari Sebuah Nama17 Bab 17 Bahagia yang Layak Dirayakan18 Bab 18 Buku Kosong dan Janji Besar19 Bab 19 Menantu yang Tidak Pernah Diimpikan20 Bab 20 Janji dalam Diam21 Bab 21 Rumah yang Tersembunyi, Tatapan yang Terang22 Bab 22 Bara dalam Senyap23 Bab 23 Yang Tak Pernah Diundang24 Bab 24 Titik Balik25 Bab 25 Ternyata Belum di Terima26 Bab 26 Jejak di Balik Senyum27 Bab 27 Bara yang Tersembunyi28 Bab 28 Retakan Tak Terlihat29 Bab 29 Foto yang Tak Seharusnya Ada30 Bab 30 Hujan di Dalam Rumah31 Bab 31 Suara yang Tak Didengar32 Bab 32 Retakan di Balik Nama33 Bab 33 Langit yang Tak Sama34 Bab 34 Langkah Menuju Pulang