icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dua Istri CEO

Bab 3 Hasil

Jumlah Kata:749    |    Dirilis Pada: 25/11/2021

ola. Dia seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia merasa malu kali ini. Mau dita

leh langsung percaya dengan apa yang dia lihat. CCTV itu 'kan bel

angan sampai rabun!" Brian benar-benar kesal. Semua sudah terlihat de

neran ada belek di sana. Brian terkekeh saat melihat pemandang

n.' Gadis yang bernama Vio itu langsung saja mendelik ke arah Brian yang terlihat begitu sen

ng sekali lagi, nggak?" tanya Vio pada Wildan samb

ekati gadis cantik dan seksi seperti Vio, t

!' ucap Wildan dalam hati. Meski sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya menepis pikiran kotornya barusan.

i mana Vio mendapat pelecehan seksual. Vio tersenyum

V itu nggak mungkin berubah sendiri dalam hitungan

TO

di depannya. Brian ada di belakangnya persis dan kedua tangannya berada di belakang sesaat sebelum Vio menampar Brian. Jadi di

eng

R

da itu merasa ngeri saat ini. Begitu pula dengan Brian, wa

bir Brian. Vio memejam, dia tak sanggup menatap mata Brian. Di

membuat bokong saya menjadi tidak perawan lagi." Setelah mengucapkan itu, Vio se

ng berpandangan, melongo, seakan baru saja m

i wanita?" tanya

ak, Pak. Itu yang membuat s

s menepuk bahu Wildan

ia bukanlah om-om cabul pecinta bokong gadis. Tapi,

Dia sudah kehilangan selera untuk menghisap ben

h dapet malu,' batin Brian. Dia kini tengah memasukkan kunci mobilnya ke

Kenapa ada modelan gadis seperti itu? Bisa-bisanya nuduh

t istrinya itu sedang mode pengen ketika dia tinggalkan tadi. Namun, dia harus memberikan pelajaran untuk orang yang

gumam Brian seorang diri. Dia masih kesal. Ada dua

dia kenal sedang dalam keadaan tidak baik. Dia segera mem

marah berjalan

a-apaan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dua Istri CEO
Dua Istri CEO
“"Mas ... menikahlah lagi." Bagai di sambar petir, apa yang dikatakan Azzura malam itu terdengar seperti sebuah lelucon untuknya. Setelah percintaan panas keduanya, bahkan rasa lelah dan peluh yang bercampur belum hilang sepenuhnya. Azzura mengucapkan kalimat yang tak pernah Brian duga sebelumnya. Atau mungkin Brian sama sekali tidak pernah memikirkannya. "Apa maksud kamu, Zura?" Brian lelaki normal yang mungkin akan menjadi serakah akan cinta, tetapi tidak sekali pun dia memiliki pikiran seperti itu. Sebanyak apa pun hartanya, setampan apa pun dirinya, dia tak berniat melihat ke arah wanita lain. Untuk apa mendua, jika apa yang dia mau telah dia dapatkan dari Azzura. "Aku ingin Mas menikah lagi." Melihat wajah Azzura kali ini, dia sedang tidak bercanda. Brian sangat tahu jika saat ini istrinya itu tengah serius. Bahkan mungkin tak pernah seserius ini. "Iya. Tapi, untuk alasan apa, Zura?" Brian merasa geram. Bahkan lelaki itu sampai mengepalkan tangannya. Apalagi melihat Zura yang nampak begitu santai saat mengucapkannya. "Tidak ada alasan apa pun. Aku hanya ingin Mas menikah lagi." "Apa kamu sudah bosan padaku dan tak mencintaiku lagi, Zura?" Baru kali ini dia merasa tidak percaya diri di hadapan istrinya. Brian meringsut sedikit menjauhkan tubuhnya dari Azzura. Merasa suaminya sedikit menghindar, Zura mengeratkan pelukannya. Dia membenamkan wajahnya di dada Brian. "Mana mungkin aku bisa bosan padamu, Mas. Dan jangan kamu ragukan rasa cintaku padamu. Aku begitu mencintaimu, hingga rasanya aku tak mampu jauh darimu."”