icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Brave Heart

Brave Heart

icon

Bab 1 Chapter 1

Jumlah Kata:2208    |    Dirilis Pada: 25/11/2021

sa. Mas sama sekali tidak tau kalau kedua orang tua Mas tela

n mantan pacarnya itu sukses besar. Hatinya hancur porak poranda tak bersisa. Tadinya Seruni mengira kalau Bian tiba

nerima. Apa itu bi

. Mungkin kita mema

lakukan bukan? Berteriak atau menangis meraung-raung? Maaf-maaf saja. Saat ia dicampakkan pun, ia ak

ada Mas? Tidak ingin berteriak

pak bingung. Beribu tanya ter

kan?" ucap Seruni datar. Kepala laki-laki gagah yang selama lima tahun ini memacariny

dak mungkin mempermaluka

an pacar, mungki

umahnya. Terlalu lelah untuk mendengar pembelaan diri dari laki-laki yang lima tahun lalu mengaku mencintainya lebih dari ap

Mendengar pacar sendiri tiba-tiba akan dinikahkan saja, hatinya bagai diiris-iris. Apalagi saat tau bahwa calon istri

tangan Pak Hasto dan Bu Sari. Makanya Bapak ingin membalas budi dengan meminang Nastiti sebagai menantu. Hanya itu yang Mas tau," guman Bian lirih. Selama ber

ta pilihan orang tua Mas maksudnya," ralat Seruni pura-pura salah berbicara. Merahnya pipi Bian mengindikasi

Uni masuk dulu." Seruni menggeser din

g merasa belum selesai berbicara, m

di hati Mas ini, hanya kamu wanita yang paling Mas cintai. Percayalah, Uni," s

bur Seruni seraya menepis kasar tangan Bian. Ia tidak habis pikir dengan sikap Bian yang begitu kekanakan. Bian seperti

unsur itu? Cinta model apa itu namanya, Mas?" sindir Seruni getas. Entah mengapa mendengar pengakuan cinta Bian tadi, membuatnya muak a

ikah dengan Nastiti. Tidak sama sekali. Mas tau kenapa?" cecar Seruni lagi. Bian

laki-laki yang tidak punya pendirian. Tidak punya tujuan dan tidak punya d

k terakhir kalinya. Ia berjanji, setelah hari ini, ia tidak akan pernah

i, U

ernah menemui Uni lagi tanpa ada Nastiti di samping Mas. Uni bukan penghia

embuka dan menutupnya sekaligus di depan hidung Bian. Selesai sudah. Tidak ad

. Di ruang tamunya yang sederhana, ibu dan ayah tirinya duduk bersisian. Tidak perlu orang pintar untuk menebak ma

ia begitu capek saling berbalas sind

orang, kamu dicampakkan begitu saja seperti seonggok sampah. Begini ini laki-laki

imat itu memang pernah keluar dari

itu di luar kuasa Uni. Uni bukan Tuhan yang Maha membolak-balikkan perasaan seseorang," jawab Seruni datar.

ahut saja!" Ayah tirinya menggebrak meja. Wa

ni tidak mendengarnya sama sekali." Gebrakan di meja bertambah kencang. Dan seperti bias

gini. Lag

ngan apapun lagi dengan Bian, sebaiknya kamu terima saja lamaran Pak Nyoto. Pak

ga berjejer-jejer di

dan yang lainnya. Teman-temanmu yang dulunya melarat, kini

kata Ayah. Dibalik kemewahan hidup mereka, tidak ada ketenangan hidup di dalamnya. Mereka semua saling fitnah, saling tikung da

ena ingin hidup enak, mereka merendahkan diri menjadi benalu, alih-alih berus

orang yang mau melamar kamu lagi? Si Bian saja lebih memilih Nastiti yang normal dari pada kamu yang cacat!" amuk ayah tirinya. Kali in

gumi Pak Nyoto, kenapa tidak Ay

pipi kanannya. Seperti biasa, jika ayah tirinya tidak b

un, Bu. Ibu lihat sendiri 'kan, betapa kura

skan pada ibunya. Dan seperti biasa, ibunya pasti akan membel

terus di sini, bisa-bisa darah tinggi A

ini agar bisa berbakti pada orang tua. Dan salah satu car

nting pintu. Sejurus kemudian suara motor tuanya terdengar meninggalka

ang ajar begitu

ek terus disalahkan dan tidak sedikit pun diberi keadilan. Budaya patriaki telah begitu

mpar Uni. Apa Ibu tidak sakit hati

aimana pun, dia kan ayahmu. Sudah seharusnya kamu

yang kebetulan Uni panggil ayah. Ayah Uni yang

Ya, apalagi yang bisa ibunya bantah kalau apa yang

i ia melupakan perasaan terluka anak kandungnya sendiri? Mungkin inilah contoh kalau seorang perempuan telah menghambakan kebahagiaannya pada manusia lain yang kebetulan ia sebut suami. Mereka jadi tidak tau lagi mana yang salah dan mana yang benar secara akal sehat. Yang mereka ikuti hanyalah ajaran masa lalu. Ajaran yang men

an Seruni. Ia kembali menarik napas panjan

. Drama ap

a Nastiti sedang mengumpulkan alibi untuk me

tahui semuanya. Mas Bian bilang, ia s

kem

lau aku juga terpaksa menjal

uruti keinginan kedu

Uni. S

. Selamat menempuh hidup baru ya, Ti? Semoga jodoh kalian berdua tetap jodoh sampai maut memisahkan. Oh

astiti kaget saat mende

wabannya? Aku tutup dulu teleponnya ya, Ti? Tidak ada gunanya juga membicarakan masalah yang tidak penting. Buang-b

ahnya setelah seharian bekerja di pabrik. Saat tidur-tidur ayam, ia mendengar suara ketukan pintu diiringi panggilan

k, Mbak?" tanya

angkan pelukan. Adik kecilnya langsung berlari kan memeluknya erat. Waja

Seruni. Anak tetangganya itu memang kerap menjahili Din

sudah tidak sayang pada Mbak Uni lagi. Kata mereka Mas

irullah

runi membanjir tak kala Dini memeluk erat lehernya. Setelah seharian dikecewakan, dihina dan dihianati oleh orang-orang yang mengaku menci

Mbak ini walau pengkor kan tetap strong. Mbaknya siap

Semoga saja di hari-hari ke depan, hatinya akan tetap ikhlas menerima cobaan, dan punggungnya tetap kokoh dalam menerima segala beban. Karena ia yakin, bah

te

ebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemi

, anak-anak dan harta benda. Secara tersirat sistem ini melembagakan pemerintaha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Brave Heart
Brave Heart
“Seruni Arkadewi merasa dunianya runtuh satu persatu, saat sebuah kecelakaan merenggut kesempurnaan indrawinya. Kedua kakinya yang sebelumnya kuat dan lincah, kini menjadi timpang. Dan ternyata kemalangannya bukan hanya itu saja. Dimulai dari penghianatan kekasih dan sahabatnya yang menjalin hubungan di belakangnya, hingga desakan ayah tirinya yang ingin menikahkannya dengan seorang bandot tua karena harta. Muak dengan stigma bahwa takdir seorang wanita adalah di dapur, di sumur dan di kasur, Seruni minggat dari desanya. Ia ingin membuktikan bahwa seorang wanita dengan segala keterbatasan fisiknya, mampu berdiri di atas kakinya sendiri jikalau mau berusaha. Sementara itu, Antonio Brata Kesuma--sang anak sultan klan Brata Kesuma, paling tidak bisa mentolerir segala bentuk ketidaksempurnaan. Baginya semua yang cacat, tidak akan masuk hitungan. Baik itu berupa barang, ataupun orang. "Saya tidak minta dikasihani. Yang saya pinta hanya satu. Jangan menjadikan ketidaksempurnaan saya sebagai alasan untuk menjegal semua impian-impian saya. Saya memang cacat, tapi saya tidak bodoh. Saya mohon, izinkan saya berjuang." -Seruni Arkadewi- "Kamu itu selemah-lemahnya manusia. Sudah cacat, perempuan lagi. Sudahlah, terima takdirmu dan diam saja di rumah. Jangan mempersulit diri sendiri. Dunia ini keras. Ketahuilah, tekad tanpa amunisi, itu artinya bunuh diri. -Antonio Brata Kesuma-”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chaoter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Chapter 46 (End)47 Bab 47 Extra Part 148 Bab 48 Extra Part 2