icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2

Bab 5 Chapter 5

Jumlah Kata:1843    |    Dirilis Pada: 24/11/2021

an Retno, Han? Kalian berdua itu perempuan. Mana Niko mas

ngan Syahnan kemarin dulu, berujung pada pengusiran Syahnan pada putrinya sendiri. Syahnan marah besar karena Jihan tidak bersedia kembali pada Tommy

emang tidak membawa apapun dari rumahnya bersama Tommy dulu. Putrinya itu keluar dari rumah hanya dengan membawa pakaian yang melekat di badan. Begitu juga dengan Niko. Makanya r

han mau menerima sekardus besar peralatan masak dan makan. Begitu juga dengan televisi dan kulkas yang tadi baru saja diantar dari toko. Jihan tidak kuasa menolak saat ia mengatakan bahwa Niko dan calon cucunya yang akan lahir, pasti akan memerlukannya. Makanya Jihan terpaksa me

erat Wiranata. Dan sekarang, dalam keadaan hamil besar seperti ini, putrinya ini harus berjuang hidup di rumah kontrakan yang h

ih memiliki panca indera yang sempurna, Jihan pasti bisa me

anya mempunyai budget sekian rupiah untuk mengontrak rumah. Sisa uang yang ia punya rencananya akan ia gunakan untuk me

u lebih maksimal," keluh Bu Rianti sedih. Setiap kali Rianti memandang seanter

gat membantu Jihan. Jihan janji, setelah keadaan Jihan stabil,

dengar penolakan sang ibu, Jihan segera menghampiri sang ibu yang tengah duduk selonjoran di atas sehelai tikar. Dikarenakan perutnya

han sendiri untuk bertahan hidup di luar. Bantu Jihan untuk membuktikan pada ayah kalau Jihan akan mempertanggungjawabkan kata-kata Jihan sendiri. Jihan tidak ingin berbuat curang. Bantu Jihan

annya dengan Diana belum terlalu jauh. Mereka tidak pernah berhubungan intim bukan? Ingat, Han.

Lagi pula, apa Ibu percaya kalau laki-laki dan perempuan dewasa seperti Tommy dan

n, ia sudah terbiasa bermain dengan perasaannya sendiri. Membohongi dirinya sendiri dan menyelingkuhi hati nuraniny

i Jihan, sebisa mungkin akan Jihan tutupi. Tetapi dengan Jihan terus menutupi kebusuk

kamu tutup-tutupi dari kami

dan Diana saja. Tetapi karena Tommy suka jajan di luar sesekali, Bu." Dengan apa bole

tidak mengira kalau Tommy berkelakuan seperti itu." Bu Rianti kaget. Sungguh, ia tidak p

ti dan emosi Jihan sedikit mereda, Jihan sempat ingin memberi Mas Tommy kesempatan. Tapi kebenaran lain akhirnya muncul. Keesokan harinya masuk beberapa chat lagi dari beberapa wanita yang pernah Mas Tommy pakai. Mereka menanyakan kapan Mas Tommy membooking mereka lagi. Sejak saat itu, Jihan telah mengambil sa

ceritakan aib suami sendiri. Ada rasa sedih, sakit hati, terutama rasa malu, karena merasa suami lebih

. Mana mungkin Jihan ujug-ujug memi

ganya. Sebelum keputusan itu ia ambil, matanya setiap malam kuyub oleh tangis tertahan. Hatinya berdarah setiap kali mengingat chat-chat panas Tommy dan Diana. Sungguh tidak mudah baginya me

sekuat itu. Memang bantalnya tidak pernah basah. Tetapi setiap malam, sajadahnya lembab oleh tetesan air matanya. Hanya diujung sajadahnya sajalah dirinya meminta kekuatan kepada Yang Maha Kuasa. Setiap kali ia gamang akan masa depan, ia akan ber

u, kebahagiaanmu adalah segala-galanya. Jangan menangis lagi, Anakku. Ada Ibu bersamamu, selalu." Bu Rianti memeluk putrinya erat. Luka menganga di mata Jihan melukai perasaan keibuannya.

elama ini ibunya tidak pernah memeluknya seerat ini. Dan kini mendapati pelukan seha

*

aknya warung ini tidak jadi sa

Padahal kemarin si pemilik warung telah setuju untuk menyewakan padanya. Harga sewa juga telah mereka

sudah menempah stealing dan peralatan masak lainnya lo, P

ele ini. Ia memang bisa saja menyewa tempat lain. Tetapi lokasinya belum tentu sestrategis ini.

enawarkan harga yang sangat tinggi. Warung saya ini aka

mran ini. Pak Imran sudah lama menjual nasi goreng. Hanya saja sekarang Pak Imran sudah sakit-sakitan dan ingin menikmati hari tua di rumah saja. Anak-anak Pak Imran juga sudah sukses-sukses semua. Mak

warung saya. Panjang umur Pak Azzamnya." Air muka Pak Imran

n sedih. Berarti warun

ihan. Pak Imran mengangguk. Namun pandangannya sudah tidak fokus lagi padanya. Pak Imran tengah meman

. Ketika ia berpapasan jalan dengan Azzam, ia melirik sekilas. Bertepatan dengan itu sosok yang ia lirik juga memandangnya. Pandangan mereka sejenak berbenturan di udara. Namun Jihan segera membuang pandangan. Tidak pantas rasanya ia memelototi orang yang tidak punya salah apa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
“Ini adalah buku kedua dari Trilogi#womenpowerseries. 1. Merah Hitam Cinta#bukuke-1 2. Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2 3. Bukan Perempuan Biasa#bukuke-3 Reuni membawa petaka. Jihan Khairiyah sama sekali menyangka akan mengalami perceraian di saat tengah mengandung tua. Tommy Wiranata--suaminya, mengalami fase CLBK dengan Diana, tetangga yang telah ia anggap sebagai saudara kandungnya sendiri. Ternyata selama ini Diana berpura-pura memeluknya erat bagai saudara, namun terus menikami punggungnya dengan telengas. Setelah sekian lama, Jihan baru menyaksikan sebuah kebenaran di depan matanya. Ia melihat suaminya memeluk mesra Diana saat reuni. Seketika dunia terasa oleng. Langit pun serasa runtuh di hadapannya. Kini ia memahami ungkapkan yang mengatakan bahwa ; musuh tidak selalu orang yang membenci kita. Ada yang lebih mengerikan. Ia terlihat baik. Namun tega mendorong kita dari belakang. "Mas tidak pernah berhubungan badan dengannya. Mas hanya khilaf dan tergoda kenangan masa lalu. Mas ini manusia biasa, bukan malaikat. Maafkan." -Tommy Wiranata- "Bukan tidak pernah. Mungkin belum, tetapi menuju akan. Lagi pula arti selingkuh itu tidak harus berhubungan badan, Mas. Dengan saling berbalas chat mesra, dan langsung menghapusnya karena takut terlihat oleh Jihan saja, itu artinya sudah selingkuh." -Jihan Khairiyah- "Setiap kamu berkeluh kesah tentangnya, aku akan terus menghibur hatimu. Tapi dalam hati, aku bersorak gembira. Karena semakin lama, kamu akan semakin jauh darinya. -Diana Paramitha- "Saat seorang peselingkuh meminta maaf dan ingin kembali bersama, jangan dipercaya. Karena sesungguhnya ia melakukan itu bukan karena demi hubungan kalian. Tetapi demi nama baiknya." -Azzam Alkatiri Kisah ini menceritakan tentang bagaimana kuatnya seorang perempuan saat dihadapkan pada dua pilihan penting ; kehilangan sumber nafkahnya atau kehilangan harga dirinya.”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Chapter 4647 Bab 47 Chapter 4748 Bab 48 Chapter 4849 Bab 49 Chapter 4950 Bab 50 Chapter 5051 Bab 51 Chapter 5152 Bab 52 Chapter 52 (end)53 Bab 53 Extra Part