icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Devil CEO

Bab 3 Wanita Yang Tidak Biasa

Jumlah Kata:1381    |    Dirilis Pada: 22/11/2021

sa. Sangat langka untuk berte

i pertama memasuki Alves Corp, ia sudah dikejutkan dengan kemampuan seorang wanita yang bernama Emm

...

ruangan. Ia membawa sebu

ntang Emma Liandra J

etelah membaca isi file, Ethand tersenyum sarkastik. Ryan yan

mma. Namun apa yang membuat atasannya ini seperti tertawa mengejek prestasi Emma?

Pak," pamit Ryan lalu meninggalkan Ethan

a merasa bangga tapi merasa tersaingi. Ia t

semua hal yang terkait dengan Alves Corp. Mulai dari saham sampai pada pembersih ruangan k

dak perlu mengenai aturan dan juga investasi-investas

ahan, Ethand bangkit berdiri dan menyadari jika sinar mentari sore itu sangat indah. Senja yang dilihat Et

..

pintu dan melihat Rya

oba untuk memulai obrolan dengan atasannya. Sejak Ethand memasuki ruangan, Ryan belum pernah mendapat

a yang perlahan tenggelam. Ryan hanya tersenyum kikuk dan menatap punggung lel

rmisi, Pak,"

nnya. Sudah pukul empat lewat. Ia harus kembali ke rumah untuk bertemu ibunya. S

Setelah memakai jasnya, ia langsung berjalan keluar dari ruangan dan menuju lift petinggi perusahaan yang lang

utuskan untuk membeli seikat bunga mawar yang merupakan bunga kesuka

, ia sudah melesat pergi meninggalkan Alves Corp. Beberapa satpam yang melihat cara Ethand mengendarai

i pintu masuk toko itu seperti nama yang tidak asing. Jones Roses. Ethand belum

aroma mawar yang semerbak. Berbagai macam mawar dan warna terpajang di

h mawar Sunsprite atau yang dikenal dengan nama Korresia atau Friesia. Korresia diambil dari nama sang p

thand masih ingat dengan jelas bagaimana harum mawar itu

da, Tuan?" tanya seorang gadis dengan pentofel hitam setinggi lima

dis tersebut beradu dengan manik hitamnya. Sama

uan?" tanya gadis itu ketika tid

ntik. Namun, Sunsprite yang mekar dengan indahnya di taman sudah m

ng berubah ketika melihat k

ain di sini yang tidak kalah cantiknya dengan mawar ya

saku celana kerjanya. Ia mengeluarkan beberapa lembar

tika melihat mata gad

. Dan kemungkinan besar saya tidak akan mendapat uang saku." Mendengar ucapan si gadis, Ethand langsung mengeluarkan semua

t cara gadis itu menggunting tangkai mawar, Ethand tahu jika yang merawat taman itu pastilah seorang wanita yang lembut. Selembut cantiknya mawar ketika dipandang. Namun Ethand tersenyum sarkastik kala mengingat mawar

Sunsprite yang ditunggunya selesai. Mawar itu sudah dirias dalam

dipikir gadis itu adalah bisu, membuatnya terpana. Lela

dis remaja itu. Ia kemudian dengan cepat mengambil bucket mawar dari

and tidak memedulikanya dan terus berjalan memasuki mobilnya

*

li

an. Belum juga mengucapkan salam,

Diman

ar adiknya. Tidak melihat keberadaan Alin di sana, Emma b

ok langsung teriak-teria

mana

uar lagi sama temannya. Memangnya ada

tofel yang baru aku beli kemarin untuk wawancara

menahan diri ketika melihat barang baru. Barang ibu juga

ku ingin memberinya p

sukaan kamu." Mendengar ada makanan kesukaannya, raut wajah Emma yang s

kat kerja keras Emma dan menjadi freelance semasa kuliahnya. Sehingga Emma mampu membeli rumah dan membuk

u..

a menggema di rumah itu. Ester deng

berjalan mendekat ketika melihat Emma duduk tertunduk di tepi ranja

yang?" tanya

g melihat Emma menunjuk ke luar

mana m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Devil CEO
The Devil CEO
“Lelaki dengan sorot mata tajam, minim bersuara dan tegas. Ethand Girogino Alves sang CEO Alves Corp selalu berpikir kritis dan kejam. Bahkan setiap kalimat yang dilontarkannya seperti sembilu yang menyayat hati bagi setiap telinga yang mendengarnya. "Ternyata benar," Ethand menjeda kalimatnya. Wanita dihadapannya menatap sinis lalu membuang tatapannya ke arah lain. "Barang murah memang selalu berkualitas rendah." Awal mula pertemuan Ethand dan seorang wanita yang mampu mengubah pandangan hidup dan hatinya. Emma Liandra Jones, seorang wanita yang mahir dalam dunia IT. Bekerja di Alves Corp dan bertemu dengan CEO yang memberinya hukuman di hari pertama kerja. "Bukankah lelaki juga selalu menilai wanita dari sepatu mana yang dipakainya?" Emma seorang yang jenius. Kecantikannya mengalahkan artis papan atas di Vunia. Akankah Ethand me-reset hidupnya dan memulai hidup baru?”