icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tak Terikat oleh Takdir

Bab 4 

Jumlah Kata:552    |    Dirilis Pada: 14/08/2025

an cincin it

a ini kupaksakan untuk kuper

ping

ebuah kamar yang di

mahal tetap

amar

dari tempat tidur, tetapi aku

rbuka, sambil membawa nampan

ke hidungku-itu semu

ertanya-tanya bagaimana dia t

idur, diam-diam menuangkan ai

aku menyadari peri

menjepitku ke tempat tidur sebelum aku sempat bere

nya. "Aku baru saja makan. "Tidak

dan tertawa terbahak-bahak,

di dadanya, dan

jalar ke tulan

bata. "Ron, apa yang

pada bantalku, memperpend

up dekat unt

am

yang, pikiran

ikatakannya, aku hanya menyadari

hanya tertu

gkuk untuk

an dominannya memb

k bisa menahan

-engah, piki

sinya, mengikat tanganku dan mene

iliknya terjat

rayun di atasku saat di

itu menjadi

i, dia bertanya dengan

amu sudah melakukan ini. Kenap

seluruh napasku. "Terlamba

ia tidak me

kuat ke tempat tidur, kain k

alah tenggelam semakin dalam ke

erikutnya, aku memulih

dia hampir tidak

ggungku kambuh lagi, dia malah

tikannya. "

berlalu. Tidak ada yang

ngiku saat aku mengira h

ya dari bawah selimut u

rdengar. "Julie, apakah k

k melepaskan diri dari

erus menekan, dan aku men

membeku di

dia bertanya dengan gemetar. "

menjawab sambil bernapas

sal dari neraka. "Ron, beraninya kamu me

isinya, bunyinya se

g ketakutan dan

ie, aku akan menjem

ambil tersenyum. "Terlambat. Dia tidak pun

menambahkan satu baris lagi. "Julie, kamu sedang hamil sek

Mustahil. Dia tidak bisa punya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tak Terikat oleh Takdir
Tak Terikat oleh Takdir
“Aku diculik oleh suku saingan dari pemimpinku. Saat itu terjadi, pemimpinku sedang menonton matahari terbit bersama pasangan yang ditakdirkan. Ketika dia menerima telepon, dia berbicara dengan penculik dalam nada yang dingin. "Jaga dia tetap terikat. Biarkan dia belajar dari kesalahannya dan berhenti menggangguku." Dalam momen hidup atau mati itu, aku tidak punya pilihan lain. Aku berpegang pada pemimpin suku saingan, suaraku gemetar. "Tolong... jangan bunuh aku. Aku akan melakukan apapun yang kamu minta." Ketika pemimpin ku akhirnya mengingatku, pemimpin suku saingan memandang wajahku yang tertidur dalam pelukannya dan tertawa kecil. "Terlambat. Sekarang dia tidak punya kekuatan untuk pergi bersamamu."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10