icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku

Bab 2 keraguan

Jumlah Kata:1611    |    Dirilis Pada: 07/08/2025

"Pak... Reza," katanya, suaranya pelan. "Anda tidak tahu apa-apa t

ratama tunjukkan. "Mungkin saya tidak tahu detailnya, Dewi. Tapi saya meliha

ewi. Ia menatap Reza dengan

sarkan saya. Dia hancur, sama seperti kamu sekarang." Reza mencondongkan tubuhnya ke depan, tatapannya lekat pada Dewi. "Saya melihat kamu dan saya meliha

ah berpikir bahwa seorang pria sekaya dan sekuat Reza akan memiliki cerita seperti itu. Rasanya, ia

a ingin kamu memberikan saya kesempatan. Kesempatan untuk membuktikan bahwa cinta tida

sendirian lagi. Hatinya yang dingin perlahan mulai mencair. "A

bagai teman. Apa pun itu. Mulailah dengan pekerjaan ini, Dewi. Bangun kembali dirimu, bukan untuk membu

untuk menyenangkan Pratama. Ia berusaha menjadi yang terbaik agar Pratama bangga padanya.

menarik napas dalam-

sebelumnya. Di sini, tidak ada tatapan sinis, tidak ada gosip yang membicarakan masa lalunya. Semua orang ramah, profesional, dan menghargai karyanya. Rez

za datang menghampirinya. "Dewi, apakah kamu keberatan jik

ederhana di dekat kantor. Di sana, suasana terasa lebih santai. Reza tidak membahas p

n hal itu. "Dulu... saya suka melukis. Melukis pema

tanya Re

arena Pratama selalu menganggap hobinya kekanak-kanakan. Pratama lebih suk

. Kapan-kapan, ayo kita melukis bersam

ebar. "Anda j

Tapi saya selalu suka seni. Makanya saya terkesan

sedikit demi sedikit tentang hobinya, tentang keluarganya. Ia bahkan tidak meny

makan siangnya, Re

a, Dewi. Lain kali, kita

uga menghabiskan waktu di akhir pekan. Reza mengajak Dewi ke galeri seni, ke pameran-pameran, dan akhirny

pun yang kamu

tidak menyentuh kuas. "Aku t

hatimu," bisik Reza. "Keluar

nggoreskan kuas. Warna-warna gelap, hitam, abu-abu, dan biru tua, mulai memenuhi kanv

nggelam dalam perasaannya. Ia tidak bertanya, ia

ebuah lukisan yang penuh dengan kepedihan, namun juga penuh

, bukan pelukan yang terburu-buru seperti Pratama. "Tidak

han, air mata yang selama ini ia sembunyikan. Ia menangis sejadi-

Reza mengusap rambut Dew

a lebih baik," ja

sendiri," kata Reza. "Kamu sudah mulai meneri

ggu taksi di depan kantor, sebuah mobil mewah berhenti di depannya. Jendela mobil

ada mengejek. "Aku dengar kau bekerja di sini

n. Ia sudah tidak tak

Jangan pernah berpikir bisa menggoda Pratama lagi. Dia sudah bahagia denganku.

issa dengan tatapan yang tajam. "Aku tidak pernah mengganggu Pratama, Clarissa. K

ngan jawaban Dewi. "

tidak punya apa-apa lagi untuk ditakuti

um mengambil segalanya, Dewi. Ma

idak peduli. Ia berjalan pergi, meninggalkan Cla

an aneh dari rekan-rekan kerjanya. Ada yang berbisik-bisik saat ia

depannya, ada foto dirinya dengan Reza, sedang makan siang. Judulnya,

ya?" gumamnya. "Aku bukan

rang dengan Pratama Abisatya, dan kini ia mencoba untuk menjerat Reza, yang juga dikenal sebagai saingan bisnis Pr

gkit, semua usahanya untuk melupakan masa lalu, hancur dalam sekejap.

nya. "Dewi, apakah kamu sudah membac

mengangguk, is

majalah itu dan merobeknya. "Mereka tidak tahu

sudah tahu," ucap Dewi. "Mereka akan

peduli apa kata mereka. Saya tahu siapa kamu. Saya tahu kamu adalah wanita

kan merusak reputasimu," u

ak hanya karena satu artikel murahan. Lagipul

rdiam. Jantungnya berdebar ke

ya melihatmu. Kamu mungkin tidak percaya, tapi ini benar. Saya ingin membuktikan, b

ankah ia percaya lagi? Akankah ia membuka hatinya un

ng terjadi. Ia teringat akan Pratama, janji-janji palsunya, dan luka yang ia b

, dan kembali ke masa lalu. Atau bang

ya. Kali ini, ia tidak melukis jentera usang. Ia melukis matahari, yang perlahan terb

, dan masih ada luka di hatinya. Tetapi, ia tidak sendirian lagi. Ada Reza, pria yang berja

rna-warna yang cerah, dengan harapan yang baru, dan dengan cinta yang tulus. Ia tidak akan membiarkan masa lalunya men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
“Hubungan terlarang itu seperti jentera usang yang rapuh, berputar tanpa tujuan dan akhirnya hancur. Pratama tidak pernah menganggap serius hubungannya dengan Dewi, ia hanya menjadikannya tempat singgah sesaat. Baginya, Dewi hanyalah selingan, karena hatinya masih terikat pada cinta masa lalu. Setelah puas, ia mencampakkan Dewi begitu saja, kembali pada kekasih lamanya. Dewi terlena dalam buaian janji palsu dan lupa bahwa cinta bisa membakar habis hatinya. Harapan yang dulu tergambar indah kini hanya menjadi abu. Ia pun harus menata kembali masa depannya yang kini terasa gelap. Cemoohan dan hinaan dari keluarga Pratama menjadi pengingat bahwa bagi pria kaya, ia hanyalah objek yang bisa dibuang kapan saja. Namun, waktu membawanya bertemu dengan Reza, seorang pria yang datang dengan janji-janji baru yang tulus. "Aku akan mencintaimu dengan cara yang berbeda," ucap Reza dengan penuh keyakinan. Akankah Dewi kembali membuka hatinya untuk cinta yang baru, ataukah ia akan terjerat kembali dalam rayuan palsu yang sama?”
1 Bab 1 Hubungannya dengan Pratama2 Bab 2 keraguan3 Bab 3 Hujatan4 Bab 4 Pengakuan5 Bab 5 Luka masa lalu6 Bab 6 Taman kota7 Bab 7 Kejadian dengan Arga8 Bab 8 Setelah menghadiri pernikahan Pratama9 Bab 9 Kegagalan10 Bab 10 Tuan dan Nyonya Abisena11 Bab 11 Ketenangan12 Bab 12 Dia tidak hanya membantu merawat Ibu Ratih13 Bab 13 Kematian Tuan Abisatya14 Bab 14 Peresmian15 Bab 15 Mereka tidak lagi disibukkan dengan drama16 Bab 16 Tangisan Sinar17 Bab 17 Keluarga Abisatya18 Bab 18 penuh cinta dan kehangatan19 Bab 19 menjadi balita yang cerdas20 Bab 20 mereka terlihat polos21 Bab 21 Sinar pasti akan mengajak Reza22 Bab 22 menyaksikan23 Bab 23 tidak hanya sebagai pemilik24 Bab 24 harapan bagi banyak anak25 Bab 25 Kebahagiaan yang tidak datang26 Bab 26 Ia seringkali membantu Dewi27 Bab 27 cinta itu akan terus hidup28 Bab 28 Kebaikan29 Bab 29 menjadi seorang wanita muda30 Bab 30 adik sepupunya31 Bab 31 Kepergian Sinar32 Bab 32 Setelah Sinar berangkat33 Bab 33 Taman yang dibangun Sinar34 Bab 34 Mereka tidak lagi melihat persaingan35 Bab 35 anak yang membutuhkan36 Bab 36 memotret keindahan37 Bab 37 monumen cinta38 Bab 38 memiliki jiwa sosial yang tinggi39 Bab 39 Ia merenung40 Bab 40 kini sudah lulus41 Bab 41 Pria muda yang ditemui Sinar42 Bab 42 Kepergian Yudha43 Bab 43 menunjukkan sebuah video