icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hot Mama And Could Daddy

Bab 2 Cerita Masa Lalu

Jumlah Kata:2398    |    Dirilis Pada: 20/11/2021

ngatnya bagaimanapun aku masihlah anak-anak yang menginginkan sosok ibu, namun aku juga harus menghargai usaha paman Rio menghiburku, melupakan pekerj

untukmu"paman merubah panggilanya sejak dua hari yang lalu mungkin ter

na kemari hanya membeli satu mainan murah, aku tak bohong itu murah bahkan paman menyuruhku mencari mai

ndang satu anak kecil yang sendirian membawa boneka merah tedy bear, berkuncir dua tengah lewat didepank

orang teman bermainku s

n mencari pasangan?,

id

enoleh menatapku

aat ini aku tak mau berbagi ap

imana kau men

u saat telah resmi bersama ia diperlakukan tidak baik dan pada ak

h malan

ntik paman, ak

masamu tentang percintaan, kau harus belaj

t terdiam dalam sunyi entah angin apa yang membuat kamu tiba-tib

ncoba mencairkan lagi suasana yang ker

lang aku berjanji membawakan nasi padang i

n makanan dan mainan yang lumayan besar berplastik hitam itu, bisa saja merusak citranya yang seorang Ceo t

iri kami, wanita itu sangat kukenal namun sepertinya ia lupa padaku, ia menangis seperti kehilangan uang milyaran rupiah, celingak-celinguk

a?, membawa boneka tedy bear merah?"oke disini aku mera

ihat gadis itu tadi karna paman tak kunjung memberi hal yang mele

k menyelaraskan tingginya denganku, nampak sangat menyedihkan dengan buliran air mata yang terus jatuh dan hidung

imana kau meli

menunjuk arah yang kuingat dengan jariku, benar kearah ekskafator yang ses

ilat mencari anaknya yang hilang, paman mendekatiku ikut memandang punggung

senyumnya meski yah bisa dibilang tempilanya berbeda, ia semakin cantik.se

gkin aku tak akan bisa berlari cepat, menggendongku yang hampir berbobot delapan belas kg sambil membawa bungkusan mainan bes

semakin mencepatkan langkah paman malah berhenti mematap

u menoleh kearah tempat yang ditunjukan paman, banyak orang mengerubungi disamping ekskafator, a

semakin yakin

npa berniat menolong membuatnya geram dan secepat kilat menaruhku aku terdiam tepat dihadapan ibu tiri Amelia yang masih setia menangis histeris, paman mena

rlari secepat kilat membawa Amelia keruang kesehatan mal, aku membantu ibu tiri Amelia ber

snya yang tak pernah berhenti, aku hanya mengikuti dari belakang sedangkan ia berjalan sendiri didepan sembari menangis

_

awatir pada Amelia meski tak mengenalnya namun ia mencoba profesional bersikap baik-baik saja, membuatku yang duduk diseb

dapat perawatan yang tepat"aku hanya mangut-mangut paham, kas

ap wajah dingin paman yang terlihat sedikit guratan se

ga

datar kursi dihadapanya yang kosong, lorong ini benar-benar jarang dikunjung

a saja karna aku melupakan tugasku sebagai lelaki aku membuatnya pergi kesur

anya paman yang berjanji tidak

itu m

pa hubunganya dengan semua ini?"aku menatap paman Rio yang menghembuskan nafa

yang sama dengan Amelia hanya saja dia pergi secepat itu namun Amelia ber

i entah apa maksud tuhan padaku"aku menatap wajah paman iba terlihat sekali ia menahan tangis dimatanya, bingung harus melakukan apa

shb

kat sebelum kembali bergelayut manja pada lengan kekar suaminya, sedikit risih pada keberadaan anaknya yang tadi merengek ingin beli es krim yang ada dil

sendiri"Amelia merengek memberi jeda pada ucapanya lalu

h marah membentak dengan lantang bahkan didepan suaminya sendiri beberapa orang yang lewat bahkan menatapnya dengan gemas bagaimana ibu tega melakukam hal itu pada anaknya send

a ia bersendekap dada membuang baju-baju ditanganya, sungguh emosi ia kali ini sangat kesal karna sejak Amelia hadir kasih sayang suaminya

anya hilang sebagai seorang ayah, Rio berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Amelia anak gadi

s krim sebentar"Rio mengelus surai anaknya lalu menyelipkan dibel

ya menggeleng pelan lalu merengek

Rio menghela nafas kasar perang batin dengan dirinya sendiri, menatap putrinya lamat ada rasa haus kasih sayang disana membu

t lebar lalu memeluk Rio dengan sangat erat membisikan sesuatu yang membuat Rio hampir menangis itu, suar

nia ini, Amelia sangat sayang p

tertawa singkat, lalu bersiap akan pergi membeli es krim dilantai bawah bahkan melupakan Sarah yang sekarang tengah dikerubungi api kemarahan, nampa

garahkan pada denyut nadi ditangan kirinya, menghadang Rio yang akan lewat, baik Rio maupun Amelia sama-sa

tangis bagi Sarah, lagi-lagi ia berhasil menipu suaminya Sarah bisa saja nekat jika itu menyangkut tentang kehidupanya inilah yang membu

hanya karna ganguan kecil kau lebih memilih pergi"Sarah terisak didada suaminya ia memang paling jag

hilanganku?"Rio menjawab dengan sedikit ketus tatapan Amelia yang terjadi beberapa menit lalu membuatnya

ik Sarah

sama Amelia berdua saja"Rio tersenyum singkat lalu melepas pelu

k untukmu yang sedang mengandung"Sarah

jongkok menatap putrinya yang kecewa, sebelum Rio berbicara Ameli

ar bumi dan isinya dan tak terhitung jumlahnya semua itu bohong daddy lebih menyayangi Mom daripada Amelia tapi tak apa... Amelia sudah biasa tanpa kehadiran daddy"baik Sarah maupun Rio hanya terdiam mendapat pengakuan dari anak mereka, Rio benar-benar bingu

s krim yang kau inginkan, jangan jadi anak yang manja yang terus merengek pad

am sekali suap tangan, ia tak butuh orang lain untuk menghapus air matanya, Amelia berjalan sendiri membawa uang pemberian Rio tadi,

hbac

antai dua, dan detik itu aku berlari dengan cepat menerobos kerumunan yang hanya terdiam tanpa berniat menolong membuatku marah sejadi-jadinya, mengatakan apa saja sambil memeluk erat tubuh Amelia yang penuh darah dan setelah itu Amelia dinyatak

ah bercerita hal yang seha

terjadi setel

ntah dengan keras menangis sejadi-jadinya dan meminta cerai, diantara bingung dengan semua itu aku hanya pasrah melepaskan dan me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hot Mama And Could Daddy
Hot Mama And Could Daddy
“Perpisahan adalah mimpi buruk bagi seorang anak berusia tujuh tahun, Zain bocah lelaki ini terus teringat ibunya ketika ia telah pergi dari rumah mewah itu, bersama Rio-ayah tiri Zain mereka berdua sama-sama saling menguatkan tanpa kehadiran Elena hari-hari yang hanya dilalui berdua membuat hidup Rio sedikit berubah, Zain benar-benar telah merubah hidupnya menjadi seorang ayah seutuhnya entah ia saja yang merasa demikian. Setelah Zain muncul berbagai kehidupan baru bermunculan, bocah yang ia sebut peramal ini ternyata punya rahasia besar siapa sangka ia pun telah tau ternyata ibunya seorang pelacur berbagi hal coba diungkap namun jika Zain tak bicara sendiri, maka ia tak akan menemukan jawabanya. "paman, besok ibu akan datang bersama tante Sarah dua orang itu ingin menyerangmu nanti malam." "menyerang?"anggukan yang membuat Rio semakin penasaran ada rasa merinding diseluruh tubuhnya terutama bagaian miliknya. "mereka sama-sama mengenakan baju tipis berwarna merah menuju kamarmu, dan menaruh pil diminumanmu, setelahnya emm aku tidak tau". "yatuhan aku harus bersiap-siap menghadapi dua wanita iblis hari ini"Rio tersenyum kecut mengusap kasar wajahnya sampai kapan ia terus dihantui dua wanita menakutkan itu?. "tapi aku senang paman ibu akan kembali".”
1 Bab 1 Orang baru dalam hidupku2 Bab 2 Cerita Masa Lalu3 Bab 3 Awal masalah4 Bab 4 Untuk Amelia5 Bab 5 Warna merah6 Bab 6 Penyambutan nona besar7 Bab 7 Tamu yang tak diundang