icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku

Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku

icon

Bab 1 Pernikahan dalam Kepanikan

Jumlah Kata:477    |    Dirilis Pada: 31/07/2025

menghi

engantin yang seharusnya melekat di tubuh Maya kini tergeletak tak be

sanggup. M

Ma

u Pak Drajat, ayah tiri Citra dan Maya, sambil menjamba

. Ia tahu Maya merasa tertekan, tapi tak pernah menyangka

k Drajat tajam, m

oleh. "Iy

ggantikan Maya.

ah mundur, wajahnya pu

tal, kita bisa kehilangan seluruh investasi dan reputasi keluarga. Bagas...

lembut. "Citra, tolong... Lakukan ini demi keluarga. H

irik ke luar jendela, ke arah pelaminan yang mulai

us terngiang di teling

elam

ding. Wajahnya tampan, tapi tatapannya kosong. Satu kaki palsu tersembunyi rapi d

an Maya, langkahnya ragu, mata berka

ya," katanya pela

tidak bisa datang. Aku...

pnya lama. D

amu di

Aku... memilih untuk berdiri d

kahan mereka tetap berlangsung. Tanpa cinta. Tanpa janji-janji man

Tahun

Bagas. Dapur rumah mereka kini han

yam, kan?" tanya Citra

i matanya menatap Citra penuh perhatian. W

erlihat capek,"

oko tadi agak ramai. Tapi nggak apa-

dik

g sej

lirih, "Citra... Kalau suatu hari

tangannya. Ia mencoba terseny

bahagia, jika

s, tatapannya tajam, tap

nya, menahan air mata. "

Citra tahu... kisah ini belum selesai. Ia telah memberi s

i belum

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku
Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku
“Kakak tiri Citra, bernama Maya, tiba-tiba menghilang di hari pernikahannya. Ia tak sanggup menikah dengan tunangannya, Bagas, yang mengalami cacat fisik akibat kecelakaan. Panik melanda keluarga, dan dalam keputusasaan, Citra dipaksa menggantikan posisi Maya sebagai mempelai wanita. Empat tahun berlalu. Pernikahan Citra dan Bagas berjalan tanpa keributan. Meskipun diawal semua tampak terpaksa, hubungan mereka berdua akhirnya harmonis. Citra merawat Bagas dengan tulus, dan Bagas membalasnya dengan perhatian yang mendalam. Mereka telah membangun hidup yang tenang dan penuh kasih. Namun, ketenangan itu terusik saat Maya tiba-tiba kembali. Ayah Citra, yang selalu mendambakan kekayaan keluarga Bagas, mulai mendesak Citra untuk menceraikan Bagas agar Maya bisa mengambil kembali posisinya. Tak hanya itu, Bagas, dengan ekspresi datar yang sulit dibaca, bahkan meminta izin kepada Citra untuk menikah lagi. Dengan berat hati, Citra mengangguk. Ia merasakan sakit yang tak terlukiskan, namun ia berusaha tersenyum dan memberikan izin. "Tentu," katanya, suaranya sedikit bergetar, "Aku mengizinkan." Setelah mengucapkan kata-kata itu, Citra berbalik. Ia pergi meninggalkan rumah itu, meninggalkan semua yang telah ia bangun. Di belakangnya, Maya dan ayahnya mungkin merayakan kemenangan mereka, dan Bagas mungkin merasa lega. Namun, mereka tidak tahu bahwa Citra telah menyiapkan kejutan yang akan mengubah segalanya.”