icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka

Bab 4 

Jumlah Kata:838    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

lam-dalam, asapnya tidak mampu menenangkan kegelisahan aneh di dadanya. Dia mendengar tawa berminyak pria itu

ku tidak akan membiarkan ini terjadi. Aku lebih baik mati. Dengan sekuat tenaga, aku menggigit lidahku sen

nggar sesaat. Hanya itu yang kubutuhkan. Aku mendorongnya menjauh d

leh darah yang memenuhi mulutku. Aku me

pernah kulihat sebelumnya. Itu bukan kemarahan dinginnya yang biasa; itu adalah amarah yang panas dan

artono. Dia mencengkeram kerah pria yang lebih besar itu dan menghantamkan tinjunya ke waja

ak sadarkan diri di lantai. Lalu dia berbalik ke arahku. Dadan

?" Dia merebut pisau dari tanganku dan melemparkannya ke seberang ruangan. "Hid

a memberikanku kepada pria lain. Sekarang dia marah

annya lembut saat itu. Dia tersenyum, pemandangan langka yang menakjubkan. Dia memberiku manik-manik lapis lazuli yang jatuh dari gelangkuku. "Untuk perlindungan," katanya, mengg

kenangan itu terasa seperti kebohongan

Aku merosot ke lututku

suaraku terdengar mengejutkan st

ung di udara di antara kami, s

tanya, "adalah kau biarkan aku membawa Arga bersamaku.

sendiri adalah racun. Dia melangkah ke arahku, lalu sekali lagi. Dia mencengkeram bahuku dan m

selalu menjadi istriku." Dia mendorongku dengan keras, dan kepalaku membentur sudut meja

t yang berbeda kali ini. Bunyi monitor jantung yang berirama adalah satu-satu

tan basah yang familiar di tenggorokanku. Aku batu

ke kamar. Dia masih muda, dengan mata yan

anya dengan lembut.

luar biasa. Kurang gizi, luka dalam akibat... zat yang diberikan kepada Anda... sem

ghantamku sepert

ud Anda?"

i lebih tajam. "Maksud saya, waktu Anda tidak banyak lagi, N

apa b

nggam. Itu bukan lagi simbol harapan. Itu adalah sebuah ejekan

etapi bukan sebagai pasien. Sebagai budak. Brama memaksaku melakukan pekerjaan kasar yang paling merendahkan. Aku meng

angga senang deng

sore, menendang seember air kotor yang baru s

kekacauan itu, aku mendengar dua dari

nia akan kembali bes

kira dia seda

angnya untuk tinggal di si

Kania. Hidup.

k mungki

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
“Selama lima tahun, suamiku, Brama Wijaya, mengurungku di sebuah panti rehabilitasi. Dia mengatakan pada dunia bahwa aku adalah seorang pembunuh yang telah menghabisi nyawa adik tiriku sendiri. Di hari kebebasanku, dia sudah menunggu. Hal pertama yang dia lakukan adalah membanting setir mobilnya ke arahku, mencoba menabrakku bahkan sebelum aku melangkah dari trotoar. Ternyata, hukumanku baru saja dimulai. Kembali ke rumah mewah yang dulu kusebut rumah, dia mengurungku di kandang anjing. Dia memaksaku bersujud di depan potret adikku yang "sudah mati" sampai kepalaku berdarah di lantai marmer. Dia membuatku meminum ramuan untuk memastikan "garis keturunanku yang tercemar" akan berakhir bersamaku. Dia bahkan mencoba menyerahkanku pada rekan bisnisnya yang bejat untuk satu malam, sebagai "pelajaran" atas pembangkanganku. Tapi kebenaran yang paling kejam belum terungkap. Adik tiriku, Kania, ternyata masih hidup. Lima tahun penderitaanku di neraka hanyalah bagian dari permainan kejinya. Dan ketika adik laki-lakiku, Arga, satu-satunya alasanku untuk hidup, menyaksikan penghinaanku, Kania menyuruh orang untuk melemparkannya dari atas tangga batu. Suamiku melihat adikku mati dan tidak melakukan apa-apa. Sambil sekarat karena luka-luka dan hati yang hancur, aku menjatuhkan diri dari jendela rumah sakit, dengan pikiran terakhir sebuah sumpah untuk balas dendam. Aku membuka mataku lagi. Aku kembali ke hari pembebasanku. Suara sipir terdengar datar. "Suamimu yang mengaturnya. Dia sudah menunggu." Kali ini, akulah yang akan menunggu. Untuk menyeretnya, dan semua orang yang telah menyakitiku, langsung ke neraka.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 21