icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

CEO Itu Ayah Dari Anakku!

Bab 2 Dua Garis Merah

Jumlah Kata:1458    |    Dirilis Pada: 20/07/2025

a berdenyut hebat, dan seluruh tubuhnya terasa remuk redam. Ada kekosongan yang menganga di sampingnya, di ranjang king size yang terlalu besar untuknya. Udara di

rusak di benaknya: musik menggelegar, tawa pria-pria aneh, minuman pahit yang menyesatkan, dan kemudian... Arjuna. Pria dengan mata

. Ranjang itu rapi, seolah tidak pernah ada yang memakainya. Hanya selimut yang sedikit berantakan dan bantal yang penyok yang men

arang-barangnya berserakan. Kartu identitas, uang tunai, dan ponselnya masih ada di sana, syukurl

elihatnya ditarik pergi oleh Arjuna tanpa berusaha menghentikan. Mengapa Maya melakukan i

. Ia membasuh wajahnya berulang kali, berharap air dingin itu bisa menghapus semua kenangan buruk malam itu. Namun, memori tentang sentuhan asing, bisikan sam

. Ia berjalan cepat, menghindari kontak mata dengan staf hotel, merasa malu dan ingin segera menghilang. Begitu tiba di luar, ia mencari taksi dan men

Kasih Bunda" sudah usang dan berdebu. Beberapa tetangga yang ia temui di sana mengatakan bahwa panti itu sudah ditutup setahun yang lal

ia anggap keluarga, kini lenyap. Ia benar-benar sendirian di dunia ini. Kembali ke

. Di dalam benaknya, ia terus mencoba mencari penjelasan untuk apa yang Maya lakukan padanya. Apakah

aru mengatakan Maya sudah pindah seminggu yang lalu tanpa meninggalkan jejak. Seminggu kemudian, Maya menghilang. Jejak Maya len

serabutan di desa, menipis dengan cepat untuk biaya transportasi, makan,

annya yang minim dan tidak adanya kenalan, ia terus-menerus ditolak. Hingga suatu sore, dalam keputusasaan, ia menemukan sebuah lowongan di pasar tradisional. Seorang pemilik toko sembako keci

wang serta rempah-rempah menempel di pakaiannya. Ia tidur di kamar kosnya yang pengap, terkadang ditemani suara tikus di dinding. Hidupnya jauh dari bayangan indah tentang Jakarta yang ia impikan. Setiap malam, ia merindukan Bu Retno, merindukan kehan

itasnya sebagai penjaga toko selama hampir tiga bulan. Ia mulai sedikit terbiasa dengan kerasnya hidup di

sesuatu y

ramuan herbal dari toko jamu di pasar, berharap bisa meredakan. Namun mual itu tak kunjung hilang. Bahkan, semakin p

ujar Bu Siti, pemilik toko, suatu pagi. "Isti

menggeleng. "Tidak apa-apa,

erasa sedikit membesar, meskipun ia mencoba menepisnya dengan berpikir itu hanya karena ia makan terla

a. Ia selalu teratur. Selalu. Jantungnya mulai berdetak kencang. Pikiran-pikiran yang menakutkan mulai me

ya. Ia tidak mungkin

alat tes kehamilan murahan. Penjaga apotek menatapnya dengan pandangan curi

Ia duduk di lantai kamar mandi yang dingin, hatinya berdebar tak karuan. Dengan tangan gemetar, ia me

seperti berjam-jam. Jantungnya berdebar-debar di dad

aris kedua muncul. Merah ter

ap nanar dua garis merah di alat tes kehamilan itu. Dunia seolah berhenti berputar. Udara t

h lama ia tahan, kini jatuh deras, membasahi pipinya. Tangisnya pecah, pilu, dan menggema di

seorang pria yang bahkan tidak ia kenal nam

ota besar ini. Bagaimana ia bisa membesarkan seorang bayi? Bagaimana ia bisa mengh

i benaknya, nama yang bahkan ia tak yakin bagaimana mengej

u bahkan tida

g telah meninggalkannya begitu saja, tanpa sepatah kata pun. Ia bahkan tidak tahu nama lengkapnya, atau bagaimana men

up oleh awan kelam sebuah skandal tak terduga. Ia kini bukan hanya harus berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk sebuah kehidupan baru yang tak berdosa, ya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
CEO Itu Ayah Dari Anakku!
CEO Itu Ayah Dari Anakku!
“Cinta satu malam itu telah membuahkan benih. Risa, seorang gadis lugu berusia 20 tahun dari desa, merantau ke kota besar dengan harapan menemukan kedua orang tua kandungnya. Malang tak dapat ditolak, Risa justru terjerat tipu daya temannya sendiri dan dijual. Dalam keadaan terdesak, Risa akhirnya menghabiskan satu malam bersama Arjuna, seorang CEO muda nan karismatik. Cinta satu malam mereka tak disangka membuahkan hasil, menjadi benih kehidupan yang segera mengguncang dunia Arjuna. Kehadiran bayi itu berpotensi menjadi skandal besar yang dapat merusak reputasi Arjuna yang selama ini sempurna. Apa yang akan Arjuna lakukan? Akankah ia menyingkirkan Risa dan bayinya demi menjaga citranya di mata publik dan keluarganya yang terpandang? Atau, akankah sisi kemanusiaannya tergerak untuk menyelamatkan mereka dari kehancuran? Dalam balutan intrik keluarga yang pelik, hubungan benci tapi cinta (love-hate relationship) yang bergejolak, skandal gelap yang mengancam, dan jurang perbedaan latar belakang sosial yang menganga, bagaimana Arjuna dan Risa akan mengarungi kisah mereka? Akankah perbedaan status sosial ini menjadi penghalang abadi bagi kebahagiaan mereka, ataukah cinta akan menemukan jalannya melampaui segala rintangan?”
1 Bab 1 masa lalu yang hilang mungkin bisa ditemukan2 Bab 2 Dua Garis Merah3 Bab 3 Arjuna menjalani hidupnya4 Bab 4 tidak membuang waktu5 Bab 5 Risa masih terasa panas6 Bab 6 Pertunangan7 Bab 7 kehidupan baru di dalam rahimnya8 Bab 8 pengakuannya9 Bab 9 Rumor10 Bab 10 mendengar semua pertengkaran11 Bab 11 keberadaan Risa12 Bab 12 tidak akan menerima hal itu13 Bab 13 Kemarahan Arjuna14 Bab 14 mengurus semua kebutuhannya15 Bab 15 perjodohan16 Bab 16 mengungkapkan keinginannya untuk pergi17 Bab 17 melindungi orang yang dicintai18 Bab 18 bayangan keluarganya sendiri19 Bab 19 mengandalkan Arjuna20 Bab 20 Tiga bulan telah berlalu21 Bab 21 Pesta pertunangan22 Bab 22 memilih Risa23 Bab 23 Perpisahan yang dipaksakan24 Bab 24 Percobaan penculikan Ayana25 Bab 25 Ledakan emosi di rumah sakit26 Bab 26 Penghilangan Risa27 Bab 27 Nyonya Agatha tidak akan menyerah28 Bab 28 Kebenaran tentang identitas Risa29 Bab 29 Kemunculan Risa30 Bab 30 Kematian Nyonya Agatha31 Bab 31 pengorbanan32 Bab 32 Pengungkapan kebenaran33 Bab 33 Kepergian34 Bab 34 merasa dirinya hanyalah beban35 Bab 35 Perjumpaan36 Bab 36 cinta hina37 Bab 37 khawatir dengan keberanian38 Bab 38 Badai media39 Bab 39 keputusasaan40 Bab 40 menghancurkan hati