icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sekretaris Pengkhianat

Bab 2 dicampakkan tanpa belas kasihan

Jumlah Kata:1839    |    Dirilis Pada: 18/07/2025

a terdampar di tengah kota Jakarta yang kejam, tanpa arah dan tanpa harapan. Air mata sudah kering di pipinya, digantikan oleh kekosongan yang me

ap wawancara berakhir dengan penolakan halus, tatapan iba, atau bahkan tatapan curiga yang seolah menuduhnya. Scarlett mencoba melamar di berbagai tempat, dari staf administrasi hingga

san, nyaris tidak cukup untuk menyambung hidup, apalagi untuk biaya persalinan yang semakin mendekat. Tangan Scarlett melepuh, punggungnya pegal, dan kakinya me

kup untuk membeli satu set perlengkapan bayi yang paling sederhana. Panik mulai merayapi hatinya. Waktu terus berjalan, dan perutn

mpitnya yang pengap. Ia berbaring di atas kasur tipis, membelai perutnya yang kini terlihat jelas di bawah dast

a membutuhkan uang, cepat, dan banyak. Matanya menyusuri layar, berpindah dari satu iklan ke iklan lain, hingga akhirnya, seb

di tenggorokannya. Ia, Scarlett Chen, mantan sekretaris Daniel Lee, seorang wanita terhormat, kini dihadapkan pada pilihan mengerikan ini. Harga dirinya menjerit, berontak. Namun, wajah p

ab, ramah namun terdengar dingin. Setelah beberapa pertanyaan singkat dan detail yang membuat Scarlett merasa s

h kemewahan yang kontras dengan keadaannya saat ini. Ia disambut oleh seorang pria bertubuh kekar dengan setelan rapi, yang

?" tanya wanita itu

mengang

Anda akan melayani hasrat seksual klien kami, seorang CEO. Privasi sangat kami utamakan. Anda harus siap kapan pun klien mem

mau..." Itu adalah perjanjian untuk menjual tubuhnya, martabatnya. Namun, nominal angka yang tertera di bagian kompensasi membuat matanya terbelalak. Cukup.

dan menandatangani kontrak. Sebuah b

ar yang gelap. Pria bertubuh kekar tadi mengantarnya, lalu mendorongnya

menusuk hidungnya. Jantung Scarlett berdebar tak keruan, ingatan akan malam di hotel yang mengerikan itu kembali menghantamnya.

engan kegelapan. Di tengah ruangan, sebuah ranjang besar

, membuat Scarlett tersentak. Suara yang asing, namun entah mengapa, t

awab. Ia hanya berd

itu. "Dan lepaskan pakaianmu

bergetar, ia mulai melepaskan satu per satu pakaiannya. Gaun sederhana, lalu pakaian dalamnya. Setiap helai kain yang terlepas, seol

rintah pria itu lagi, suaranya ki

a asing itu. Ia memejamkan mata, mencoba membayangkan wajah bayinya, mencoba mencari kekuatan dari sana. Ia naik, me

ya sedikit ragu, disentuhnya perut Scarlett yang sedikit menonjol. Sentuhan itu m

jur atau berbohong? Jika ia mengaku hamil, mungkinkah p

ong, suaranya serak. "Mungkin

elan. "Tidak apa-apa dengan bayimu jika kau sedang hamil?

a bersalah. Ia harus tetap berbo

raih pinggul Scarlett, menariknya lebih de

a itu. Ia melayani setiap sentuhan, setiap desahan, setiap perintah, seolah tubuhnya bukan miliknya sendiri. Pikiran Scarlett melayang jauh, berusaha melepa

at..." desah pria itu, suaranya pa

a lebih cepat, lebih dalam, seperti robot yang diprogram. Setiap desahan pria itu adala

emaksa penisnya masuk ke dalam mulut Scarlett. "Sekar

idak bisa melawan. Ia harus melakukannya. Demi bayinya. Ia menghisap, mengulum, mengikuti setiap instruksi pria itu, membiarka

njang, "Ohhh... ya..

ng panjang, dan cairan hangat memenuhi mulutnya. Ia menelan, m

, suaranya kini terdengar puas. Ia menarik diri, lalu berbaring lagi di ranj

di samping pria itu, terisak pelan tanpa s

tadinya gelap gulita. Scarlett terbangun, merasakan pegal di sekujur tubuhnya. Ia membuka mata perlahan, m

mar, lalu tangannya meraba-raba nakas di samping ranjang, mencari saklar lampu tidur

beres. Suara itu... tidak mungkin. Ia su

ancarkan cahaya kuning lembut

ranjang yang sama, telanjan

erja. Jantungnya mencelos, berdetak dengan irama tak

ampu ke sampingnya, lalu membeku saat melihat Scarlett. Mata Daniel membelalak. Wajahnya yang se

penuh keterkejutan dan kema

, ingin menjelaskan, namun suaranya tercekat di tenggorok

ekerjaanmu? Menjadi wanita jalang? Aku tidak percaya! Jadi benar semua tuduhanku kemarin! Kau memang wanit

tt. Ia tidak bisa menahan lagi. Semua rasa sakit, keputusa

i aku! Aku tidak peduli! Kau tidak tahu apa-apa! Kau tidak tahu betapa sulitnya aku harus bertahan hidup se

! Tapi itu semua karena kau! Karena kau mencampakkanku, karena kau tidak percaya padaku! Karena kau membuangku da

Scarlett. Matanya menatap perut Scarlett, lal

a tangisan. "Aku jijik pada diriku sendiri! Aku membenci setiap detik yang aku la

lihat air mata di mata Scarlett, kesedihan yang tulus, dan perut yang memang terlihat

bakar. "Bohong! Kau selalu berbohong! Kau pikir aku akan percaya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sekretaris Pengkhianat
Sekretaris Pengkhianat
“Scarlett Chen hanya bisa menangis pasrah dan memeluk diri sendiri saat Daniel Lee mengusirnya dalam kondisi berbadan dua. CEO tampan dan bengis yang sangat ditakuti musuh itu tidak percaya kalau anak di dalam rahimnya adalah buah cinta mereka. Ia menuduh sang sekretaris telah berkhianat dan berhubungan dengan lelaki lain. Hidup dengan kekerasan, desing peluru, dan hitamnya dunia mafia sejak kecil membuat hati Daniel Lee tidak memiliki belas kasih terhadap apa yang ia anggap sebagai kebohongan dan pengkhianatan. Bila lima tahun kemudian mereka bertemu lagi dengan kondisi Scarlett Chen yang telah sangat berbeda, mampukah wanita itu membalaskan dendamnya? Atau justru keduanya masuk dalam lingkaran setan yang tidak bisa terputus?”
1 Bab 1 membuka pesan singkat di ponselnya2 Bab 2 dicampakkan tanpa belas kasihan3 Bab 3 Daniel sudah memutuskan hukumannya4 Bab 4 Ia hanya bisa pasrah pada takdir pahit5 Bab 5 belum sempat menikmati istirahat6 Bab 6 Kau sudah cukup berdrama 7 Bab 7 akibat kekejaman Daniel8 Bab 8 Ia mencoba bangkit9 Bab 9 Ia tidak tahu kapan Daniel akan memanggilnya lagi10 Bab 10 hasil tes DNA11 Bab 11 Daniel tidak menyia-nyiakan waktu12 Bab 12 Penawaran pernikahan Daniel13 Bab 13 kelahiran14 Bab 14 menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama putrinya15 Bab 15 Setelah serangan di mansion16 Bab 16 perhatiannya terhadap Scarlett17 Bab 17 kebosanan mulai melanda18 Bab 18 mencoba mengusir rasa malu19 Bab 19 setelah malam yang membara20 Bab 20 datang tepat waktu21 Bab 21 Hubungan mereka berkembang pesat22 Bab 22 Kaba kehamilan Evelyn23 Bab 23 kesunyian malam24 Bab 24 Hari-hari di rumah sakit25 Bab 25 Meninggalkan Liam dalam kondisi yang kacau26 Bab 26 Hari pernikahan Liam dan Evelyn27 Bab 27 Evelyn memeluk kepala Liam erat di pangkuannya28 Bab 28 kemajuan yang stabil29 Bab 29 Evelyn terus merawat Liam30 Bab 30 menyakitkan31 Bab 31 segera datang melihat bayi-bayi32 Bab 32 Tangisan bahagia33 Bab 33 membahagiakan bagi Liam dan Evelyn34 Bab 34 bukanlah kebetulan35 Bab 35 Suatu sore36 Bab 36 Sebuah Perayaan Penting37 Bab 37 Aktivitas keluarga38 Bab 38 Ethan dan Elara baru pulang sekolah