icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Sekretaris Pengkhianat

Sekretaris Pengkhianat

icon

Bab 1 membuka pesan singkat di ponselnya

Jumlah Kata:1945    |    Dirilis Pada: 18/07/2025

engan instruksi singkat: "Temui aku di sini, sayang. Ada kejutan." Senyum tipis terukir di bibirnya. Pasti Daniel. Kekasihnya itu memang gemar memberi kejutan, apalagi setelah semi

t berdenting pelan, membawanya ke lantai yang tertera di pesan. Pintu kamar 207, begitu katanya. Scarlett merapikan gaun sutra selututnya, memej

iel yang berdiri

ang di wajahnya, menghalangi pandangan. Mata Scarlett membelalak,

r yang remang-remang. Jantung Scarlett mencelos. Ini jebakan! Ia berusaha melepaskan diri, meronta sekuat tenaga, namun tenaga

, seolah menertawakan ketidakberdayaannya. Ia mencoba bangkit, namun tangan kekar itu menekan bahunya, kemba

desisnya, suaranya serak dan berat,

a berteriak, namun suaranya hanya menjadi bisikan pilu. Dengan satu gerakan cepat, pria itu merobek gaun sutra Scarlett, kainnya berg

oba menutupi tubuhnya dengan tangan, namun percuma. Pria itu menyeringai, matanya penuh hasra

hnya, membuat napasnya sesak. Kengerian mencengkeramnya. "Tolong! Siapapun!" teriak Sc

iel, kini dinodai oleh sentuhan menjijikkan ini. Scarlett memalingkan wajah, berusaha menghindar, namun cengkeraman

kasar. "Mhhhh...kau sangat cantik, sayang," desahnya, su

a gemetar tak terkendali. Pria itu terus meremas, jemarinya semakin turun,

." desah pria itu, kepalanya mendongak, matan

ri sentuhan kotor itu. Namun, pria itu hanya tertawa, tawa yang penuh kemenangan dan kekejaman. Ia men

snya masuk lebih dalam. Scarlett terbatuk, tersedak, air mata dan air liur bercampur, membasah

m... telan... lagi..." desah

cairan kental, menjijikkan, memenuhi mulutnya. Ia ingin memuntahkannya, namun pria itu menekan kepalanya, memaksa Scar

nya tenaga lagi untuk melawan. Ia hanya bisa pasrah, memejamkan mata, membiarkan tubuhnya dinodai, jiwanya hancur berkeping-keping. P

sangat... ahhh... nikmat..

iri bantal, menenggelamkan rasa sakitnya. Ia

foto yang membuat darahnya mendidih: Scarlett, kekasihnya, di kamar hotel ini, bersama pria lain. Foto itu buram, namun jelas terlihat Scarlett terbaring tak berdaya di bawah

a seperti palu godam. Pakaian Scarlett robek berserakan di lantai. Dan di atas ranjang,

Daniel

ang lebih mirip raungan binatang buas, Daniel melompat, menarik pria itu dari atas Scarlett, lalu menghantamkan tinjunya ke wajahnya berkali-kali. Pri

tuh kekasihku!" raung Daniel, suaranya

k berdaya. Daniel meludahinya, lalu beralih menatap Scarlett. Wajah Scarlett pucat p

ar. Ia melihat tubuh Scarlett yang telanjang, bekas merah di kulitnya, rambutnya acak-acakan. Pemanda

iel, air matanya semakin deras. "D

ni ia percaya Scarlett sepenuhnya, mencintainya tanpa batas. Tapi apa yang ia lihat? Pemandangan menj

dak, Daniel, dengarkan aku! Aku dije

bodoh? Kau pikir aku akan percaya omong kosong itu? Pakaianmu robek, kau telanj

dia mema

enusuk. "Aku tidak ingin mendengar apapun lagi darimu. Sem

. Berakhir? Tidak. Tidak mungkin. Ia mencintai Daniel lebih dar

luar dari sini. Aku tidak ingin melihat wajahmu

n dan ketidakpercayaan. Bagaimana bisa Daniel begitu mudah percaya pada kebohon

berbicara dengan Daniel, harus menjelaskan semuanya. Kakinya melangkah berat menyusuri koridor, setiap

in masuk. "Masuk," suara Danie

tawa, impian, dan cinta. Namun kini, ruangan itu terasa asing, dingin, dan penuh aura permusuhan. Daniel

anyanya, sua

keberaniannya. "Daniel... aku datang untuk m

jawab Daniel, tanpa mengalihkan p

ungguku di sana. Dia... dia memaksaku, Daniel. Aku bersumpah, aku tidak melakukan apapun dengannya. Saat kau datang, dia pan

ku percaya kalau bajingan itu melakukan semua itu padamu, lalu saat aku datang, dia kabur begitu saj

anmu dan menjelaskan semuanya." Scarlett merogoh tasnya, mengeluarkan sebuah amplop putih. "Dan

Senyum sinis tersungging di bibirnya. Ia meraih amplop itu, merobekny

au berani-beraninya datang kepadaku dengan kebohongan ini setelah semua yang aku lihat ke

g. "Tidak! Ini anakmu, Daniel! Aku tidak pernah be

kuat darinya. "Aku tidak ingin mendengar apapun lagi darimu. Aku sudah muak dengan se

mata mengalir deras di pipinya. "Aku tidak pernah melakukan hubungan dengan lelak

a licik seperti kalian beraksi? Hidup dengan kekerasan, desing peluru, dan hitamnya dunia mafia sejak kecil telah mengajariku untuk ti

i, Scarlett. Sekarang juga. Aku tidak ingin melihatmu lagi di kantorku, di hid

berbadan dua dengan anak Daniel. CEO tampan dan bengis yang sangat ditakuti musuh itu tidak percaya bahwa anak di da

enuh kebencian dan jijik. Rasa sakit itu tak tertahankan, menusuk hingga ke inti jiwanya. Ia hanya bisa menangis pasra

ya. Dunia terasa gelap, hancur. Ia tidak tahu harus pergi ke mana, bagaimana ia akan bertahan hidup, atau bagaimana ia akan membesarkan anak ini sendirian. Yang ia

. Api dendam. Daniel Lee telah menghancurkan hidupnya. Dan suatu hari nanti, ia akan memas

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sekretaris Pengkhianat
Sekretaris Pengkhianat
“Scarlett Chen hanya bisa menangis pasrah dan memeluk diri sendiri saat Daniel Lee mengusirnya dalam kondisi berbadan dua. CEO tampan dan bengis yang sangat ditakuti musuh itu tidak percaya kalau anak di dalam rahimnya adalah buah cinta mereka. Ia menuduh sang sekretaris telah berkhianat dan berhubungan dengan lelaki lain. Hidup dengan kekerasan, desing peluru, dan hitamnya dunia mafia sejak kecil membuat hati Daniel Lee tidak memiliki belas kasih terhadap apa yang ia anggap sebagai kebohongan dan pengkhianatan. Bila lima tahun kemudian mereka bertemu lagi dengan kondisi Scarlett Chen yang telah sangat berbeda, mampukah wanita itu membalaskan dendamnya? Atau justru keduanya masuk dalam lingkaran setan yang tidak bisa terputus?”
1 Bab 1 membuka pesan singkat di ponselnya2 Bab 2 dicampakkan tanpa belas kasihan3 Bab 3 Daniel sudah memutuskan hukumannya4 Bab 4 Ia hanya bisa pasrah pada takdir pahit5 Bab 5 belum sempat menikmati istirahat6 Bab 6 Kau sudah cukup berdrama 7 Bab 7 akibat kekejaman Daniel8 Bab 8 Ia mencoba bangkit9 Bab 9 Ia tidak tahu kapan Daniel akan memanggilnya lagi10 Bab 10 hasil tes DNA11 Bab 11 Daniel tidak menyia-nyiakan waktu12 Bab 12 Penawaran pernikahan Daniel13 Bab 13 kelahiran14 Bab 14 menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama putrinya15 Bab 15 Setelah serangan di mansion16 Bab 16 perhatiannya terhadap Scarlett17 Bab 17 kebosanan mulai melanda18 Bab 18 mencoba mengusir rasa malu19 Bab 19 setelah malam yang membara20 Bab 20 datang tepat waktu21 Bab 21 Hubungan mereka berkembang pesat22 Bab 22 Kaba kehamilan Evelyn23 Bab 23 kesunyian malam24 Bab 24 Hari-hari di rumah sakit25 Bab 25 Meninggalkan Liam dalam kondisi yang kacau26 Bab 26 Hari pernikahan Liam dan Evelyn27 Bab 27 Evelyn memeluk kepala Liam erat di pangkuannya28 Bab 28 kemajuan yang stabil29 Bab 29 Evelyn terus merawat Liam30 Bab 30 menyakitkan31 Bab 31 segera datang melihat bayi-bayi32 Bab 32 Tangisan bahagia33 Bab 33 membahagiakan bagi Liam dan Evelyn34 Bab 34 bukanlah kebetulan35 Bab 35 Suatu sore36 Bab 36 Sebuah Perayaan Penting37 Bab 37 Aktivitas keluarga38 Bab 38 Ethan dan Elara baru pulang sekolah