icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!

Bab 5 NGGAK MAU IKUT CAMPUR

Jumlah Kata:1409    |    Dirilis Pada: 17/07/2025

h ini dan jangan kembali lagi. Pastikan barang kamu semua

*

uanya jadi

song ke luar j

-layang, mencoba me

arga ini. Mungkin memang lebih baik aku mundur perlaha

acarnya, Ayu merasa keberadaannya di rumah itu semakin tidak nyaman. Hati

ya-perdebat

ari dokter yang terbaik buat Ibu. Jangan pakai ana

ia duga. Meskipun bukan pertama kalinya, te

tu per satu benang kusu

ang tak lengkap, ia menca

emakin sering datang ke

alu diiringi perdebatan-baik dengan

an. Dalam beberapa hari, kamu harus angk

us terngiang. Din

ceritakan semu

batnya itu memberikan s

ahu, kalau lo masih tinggal di sana, Ibu Lestari pasti ngebanding-band

ak membantah. Mun

enyarankan:

pung halaman. Pergi se

juga ia mengajukan cuti t

san tiket bus malam m

ik. Untuk semuanya. Unt

Tama mengeluarkan ultimatum kepada A

ni, rumah masi

tinitas seperti biasa,

n malam. Ayu sudah

m, menghampiri Ibu Lestar

mbantu wanita paruh baya

u?" tanya Lestari sambil be

dong," jawab Ayu sa

kampung dan pe

stari langs

rnah bosan. Kamu memang jago mas

an," ucap Ayu dengan nada me

Ayu menarik kursi dan mempe

buku yang paling

kasih,

diikuti tawa ringan Ayu y

lauk ke piring Ibu Lestari terlebih dahulu sebe

berbagi cerita ringan, dan menikma

ndah ke ruang keluarga. Ayu meny

ke tangan Ibu Lestari, Ayu membu

gi Ayu mau pulang ke ka

langsung ber

ndadak? Mama

-buru me

, cuti tahunan Ayu belum sempat dia

lama kam

sa lebih lama di rumah Mama," jawabnya sambil ters

ni mungkin buka

at tidak

cukup. Sudah waktunya memberi ruang bagi keluarg

ama kepergiannya, Tama bisa memp

elepas semua i

l tanggung jawab yang se

a diantar Tama saja? Ibu yakin, dia pasti

il. Matanya refle

t. Ayu udah beli tiket. Bes

tersenyum, p

takut. Tama itu, meskipun kelihata

-buru me

yu juga pulangnya bareng teman yan

san demi alasan untuk m

angkah mundur yang perlahan tapi pasti-dan ia t

kan sejak pagi. Besok pagi, ia hanya perlu membawa dirinya da

u Lestari. Ia menyandarkan kepala di pangkuan wanita itu, men

u. Jangan tidur terlalu pulas

belai rambu

mau balik lagi ke sini, Ibu mau kamu bawa mamamu

nyum, men

upa minum obat, dan makan yang teratur, ya. Ayu udah buatkan daftar me

ahagia, tanpa tahu bahwa Ayu diam

suara pin

l membawa kotak

Gimana kabar

"Tama bawain martaba

da Bi Inah untuk dis

yu buru-buru berdiri. Ia ingin

ara Tama

atkan k

ti biasa-datar dan tanpa emo

b Ayu singkat, me

as dan martabak ke ruang tengah, meny

a kasi

but, lalu menepuk-nep

ni, Yu. T

a terasa sesak. Ia ingin segera beranjak

u Lestari kembali m

g ke rumah mamanya. Ibu minta kamu a

tegas dan ta

etik. Ia tahu, jika menolak, i

khirnya. Terdengar malas dan terpaksa,

u dengan pandangan

dari pagi. Jangan ada yan

nggam cangkir di tangannya erat-seolah menahan se

dari dapur. Ayu tengah membereskan piring-piring kotor usai makan malam, mencuci

ah kaki terdeng

enoleh

tajam menusuk. Langkahn

elakang Ayu, mengurungnya di antara wa

'kan?" bisiknya de

dari rumah ini. Dan pastikan nggak ada sa

dingin. Nafasnya te

begitu dekat.

asa takut. Ia hanya mengangguk pelan.

u yang masih berlumur busa sabun ia angkat

jamkan mata, mengusap waj

si tak stabil, tubuh Tama kehilanga

pa tubuh Ayu d

terk

ereka

sempat men

ka saling

. He

ktu seolah

*

alah orang lain, agar tidak terjeb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!
Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!
“"Dinikahi pria yang membencimu, demi menyelamatkan ibunya? Aku pernah." Ayu hanya ingin membalas budi. Merawat sahabat mamanya adalah bentuk terima kasih-bukan bagian dari rencana hidupnya. Tapi takdir berkata lain. Tanpa sepengatahuannya, ia dijodohkan dengan Tama-anak ibu Lestari yang sudah punya pacar dan tak pernah menyukainya. Ketika sakit sang ibu memburuk karena stres, Tama akhirnya menyerah-dan menikahi Ayu. Kontrak. Dingin. Tanpa cinta. Namun, siapa sangka... Cinta tumbuh diam-diam. Dan luka lama mulai terobati-justru oleh wanita yang awalnya tak diinginkan. Antara hutang budi, pernikahan palsu, dan hati yang diam-diam tak ingin pergi.”
1 Bab 1 EMOSI YANG MELEDAK2 Bab 2 MARAH YANG TAK TERKATAKAN3 Bab 3 JODOH YANG TAK DIHARAPKAN4 Bab 4 PERTEMUAN TAK TERDUGA5 Bab 5 NGGAK MAU IKUT CAMPUR6 Bab 6 PERBEDAAN PERLAKUAN7 Bab 7 MEMPERKENALKAN CALON MANTU8 Bab 8 PERDEBATAN SENGIT9 Bab 9 DIRAWAT10 Bab 10 MENIKAHLAH DENGANKU11 Bab 11 KESEPAKATAN YANG ALOT12 Bab 12 Surat Perjanjian13 Bab 13 MEMINTA IZIN14 Bab 14 TERLAMBAT15 Bab 15 FITTING16 Bab 16 CURIGA17 Bab 17 DIPANTAU18 Bab 18 PULANG LEBIH DULU19 Bab 19 KEDATANGAN TAMU20 Bab 20 CANDAAN RINI21 Bab 21 PERNIKAHAN22 Bab 22 KEJUTAN YANG MENGEJUTKAN23 Bab 23 MEMINTA MOMONGAN24 Bab 24 PERASAAN LAIN25 Bab 25 AKSI TAMA26 Bab 26 AKSI FERRY27 Bab 27 TRIK TAMA28 Bab 28 KEMARAHAN NADYA29 Bab 29 CEMBURU30 Bab 30 PROYEK BARU31 Bab 31 NIAT FERRY32 Bab 32 KONTRAK KERJA33 Bab 33 AYU MENJADI GOYAH34 Bab 34 PENGAKUAN TAMA35 Bab 35 JAWABAN AYU36 Bab 36 PEMBUKTIAN37 Bab 37 RAPAT BULANAN38 Bab 38 ARISAN IBU39 Bab 39 MEMPERKENALKAN MANTU40 Bab 40 JAMU DARI KAMPUNG41 Bab 41 ULAH NADYA42 Bab 42 AKHIRNYA43 Bab 43 TAK HARUS MEMILIKI44 Bab 44 NADYA MARAH45 Bab 45 TERKEJUT46 Bab 46 SIASAT NADYA47 Bab 47 PEMBELAAN TAMA48 Bab 48 AYU SALAH PAHAM49 Bab 49 NADYA MALU50 Bab 50 HAPPY DONG