icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!

Bab 2 MARAH YANG TAK TERKATAKAN

Jumlah Kata:1314    |    Dirilis Pada: 17/07/2025

mpat tinggal baru. Kamu harus tinggalkan rumah ini. K

*

in harus dengan cara seperti ini,' suara Tama terdengar pe

ebih baik kamu rasakan ini, dan kita akhiri semuanya

enggelamkan wajah

AAH

cat, keringat membasahi keningnya. Matanya nana

a cuma mimpi," desah Ay

i itu terasa sangat nyata-se

saanku nggak enak terus?" gumamnya sambil memegang dada. Ia teringat m

biasa, sebelum matahari terbit, ia sudah bersiap ke dapur unt

l tersenyum saat melihat B

mau masak apa?" tanya Bi Inah s

dah aku tempel di pintu kulkas. Bibi bisa mul

, lalu mulai membuka rak un

," jawab Bi

amanya itu. Sejak Ayu lulus dan ditugaskan di rumah sakit kota ini sebagai dokter gizi, maman

ntu kita, Yu,' kata

ninggal. Kamu bisa kuliah j

ngingat jela

ma dan Ibu Lestari-nggak mungkin aku tahan disini. Ap

semalam. Harga dirinya diin

u sobek mulut si-Tama itu!" desisnya sambil memotong wortel d

, semua menu sarapan te

a, Mbak," ujar Bi Inah s

n Ayu," jawab Ayu dengan senyum t

Tapi karena Tama menginap di rumah ibu

erangkat kerja? Biar bibi y

cepat. "Oke Bi, makasih

nya dengan terburu-buru. Ia harus menghindari pertemuan

-itu pun tanpa menginap. Tapi kali ini berbeda. Sudah dua

n mood aku rusak pagi-pagi begini," gumam Ayu sambil mera

a bangun pagi. Selama ini mereka hampir tak pern

, memeriksa penampilannya s

t kerja, Tama keluar kama

ana kese

sambil menyantap sara

ali Tama datang, ia selalu membiarkan Ayu tidak bergab

merawat Ibu. Ibu bersyukur sahabat Ibu punya anak g

angat, memuji Ayu tanpa ragu. Ia ingin Tama menyadari b

Tama, ya? Tama punya kenalan dokter yang j

Ia tetap berusaha membujuk

rnah benar-benar memuaskan, 'kan? Sekarang Ibu sudah cocok d

aik? Duh, Ibu ada-ada aja. Dia itu leb

eberapa kali ia mencoba meyak

i. Lihat sendiri, 'kan? Dulu hampir tiap bulan Ibu harus dirawat di rumah s

pi

bu mau siap-siap. Hari ini Ibu ada kegiatan, dan

hati ya. Kalau ada apa-ap

u juga hati

meja makan dan berjalan k

ah sudah beranjak pergi dari rumah it

emua penghuni telah menjala

ih bekerja dari rumah ibunya, setelah sebelumny

mbil mondar-mandir di ruang tamu. "Kayaknya maki

hari, di tengah kesibukannya, pikirannya terus dipenuhi upay

ak Ayu-si anak kampung itu-untuk pergi

a-t

kl

ntu depa

ja, tanpa tahu bahwa Tam

di rumah sendiri," sindir Ta

idak menyangka pri

tuh kayak hantu. Nggak ada kerjaan,

tampak lelah. Ia malas meladeni pria

angkah m

. Jalan aja ngeloyor gitu,

ilangan

! Saya mau bicara se

dengan kasar. Tubuh Ayu kehilangan kese

saling bertemu, ada kekakuan dalam t

sih kamu, Mas?

njauh, berusaha

atu bulan. Cari tempat tinggal lain. Kamu harus angkat kaki da

s dengan ta

dari rumah ini. Nggak usah tunggu bulan depan, hari ini pun saya b

makin

Atau jangan-jangan kamu punya niat lain, ya? Kamu mau rebut h

an tangan, me

amu makin ng

eninggalkan Ta

u Ayu hingga sobek dan terbuka b

A

EK

ek. Lengan

enatap Tama dengan cam

terdiam

a-t

AM

u membel

enoleh b

erdiri di a

gang. Matan

hnya mulai

*

ulitan, karena kekuatan itu akan membua

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!
Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!
“"Dinikahi pria yang membencimu, demi menyelamatkan ibunya? Aku pernah." Ayu hanya ingin membalas budi. Merawat sahabat mamanya adalah bentuk terima kasih-bukan bagian dari rencana hidupnya. Tapi takdir berkata lain. Tanpa sepengatahuannya, ia dijodohkan dengan Tama-anak ibu Lestari yang sudah punya pacar dan tak pernah menyukainya. Ketika sakit sang ibu memburuk karena stres, Tama akhirnya menyerah-dan menikahi Ayu. Kontrak. Dingin. Tanpa cinta. Namun, siapa sangka... Cinta tumbuh diam-diam. Dan luka lama mulai terobati-justru oleh wanita yang awalnya tak diinginkan. Antara hutang budi, pernikahan palsu, dan hati yang diam-diam tak ingin pergi.”
1 Bab 1 EMOSI YANG MELEDAK2 Bab 2 MARAH YANG TAK TERKATAKAN3 Bab 3 JODOH YANG TAK DIHARAPKAN4 Bab 4 PERTEMUAN TAK TERDUGA5 Bab 5 NGGAK MAU IKUT CAMPUR6 Bab 6 PERBEDAAN PERLAKUAN7 Bab 7 MEMPERKENALKAN CALON MANTU8 Bab 8 PERDEBATAN SENGIT9 Bab 9 DIRAWAT10 Bab 10 MENIKAHLAH DENGANKU11 Bab 11 KESEPAKATAN YANG ALOT12 Bab 12 Surat Perjanjian13 Bab 13 MEMINTA IZIN14 Bab 14 TERLAMBAT15 Bab 15 FITTING16 Bab 16 CURIGA17 Bab 17 DIPANTAU18 Bab 18 PULANG LEBIH DULU19 Bab 19 KEDATANGAN TAMU20 Bab 20 CANDAAN RINI21 Bab 21 PERNIKAHAN22 Bab 22 KEJUTAN YANG MENGEJUTKAN23 Bab 23 MEMINTA MOMONGAN24 Bab 24 PERASAAN LAIN25 Bab 25 AKSI TAMA26 Bab 26 AKSI FERRY27 Bab 27 TRIK TAMA28 Bab 28 KEMARAHAN NADYA29 Bab 29 CEMBURU30 Bab 30 PROYEK BARU31 Bab 31 NIAT FERRY32 Bab 32 KONTRAK KERJA33 Bab 33 AYU MENJADI GOYAH34 Bab 34 PENGAKUAN TAMA35 Bab 35 JAWABAN AYU36 Bab 36 PEMBUKTIAN37 Bab 37 RAPAT BULANAN38 Bab 38 ARISAN IBU39 Bab 39 MEMPERKENALKAN MANTU40 Bab 40 JAMU DARI KAMPUNG41 Bab 41 ULAH NADYA42 Bab 42 AKHIRNYA43 Bab 43 TAK HARUS MEMILIKI44 Bab 44 NADYA MARAH45 Bab 45 TERKEJUT46 Bab 46 SIASAT NADYA47 Bab 47 PEMBELAAN TAMA48 Bab 48 AYU SALAH PAHAM49 Bab 49 NADYA MALU50 Bab 50 HAPPY DONG