icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Sakiti Orang Yang Salah

Bab 5 melelahkan

Jumlah Kata:1547    |    Dirilis Pada: 17/07/2025

jauh dari hiruk pikuk Jakarta. Namanya Kota Harapan, sebuah nama yang ironis mengingat betapa hancurnya harapan Luna. Ia memilih kota ini karena letaknya yang terpencil dan jauh dari ja

rampilan khusus selain melukis, yang kini tidak mungkin ia lakukan mengingat kondisinya. Ia mengambil pekerjaan serabutan apa saja yang bisa ia temukan: membantu di waru

anya. Mereka tidak banyak bertanya, dan Luna bersyukur atas privasi yang mereka berikan. Ia menghindar

tu oleh ibu pemilik kos yang baik hati. Proses persalinan berlangsung lama dan menyakitkan, namun Luna menahan setiap desah dan jer

il yang asing baginya, Luna mela

i surga, mengusir semua rasa sakit dan kepedihan yang telah Luna rasakan. Saat bidan meletakkan bayi mungil itu di dadanya, Luna me

ehat sekali," kata bida

ng lembut. Air mata kebahagiaan dan kelegaan membanjiri

bawa oleh kehadiran bayi ini ke dalam hidupnya yang gelap. "Rayyan," bisiknya. "Namamu Rayyan." Rayyan, sebuah nama ya

i benar-benar berbeda. Tidak ada lagi kemewahan, tidak ada lagi kehidupan sosial yang gemerlap, tidak ada

encari pekerjaan yang bisa ia lakukan sambil menjaga Rayyan. Ia menerima jahitan dari tetangga, membuat kerajinan tangan kecil untuk dijual di pasar m

-malamnya dihabiskan untuk menyusui Rayyan, mengganti popok, atau menenangkan tangisannya. Siang harinya, ia harus tetap pro

isan Rayyan. Ada kalanya ia merasa kewalahan, lelah hingga ingin menyerah, namun setiap kali ia menatap wajah mung

erakhir di kota kecil ini. Ia hanya memperkenalkan dirinya sebagai Luna, seorang ibu tunggal yang berusaha keras untuk anaknya. Ia takut, sangat takut

pa bantuan siapa pun. Bekas luka fisik dari malam kelam itu perlahan sembuh, namun hatinya masih terluka

g ceria dan aktif. Rambutnya mulai tumbuh lebat, dan matanya memancarkan kecerdasan. Setiap s

at pada Reza. Anak itu begitu mirip dengan pria yang telah menghancurkannya. Mata yang sama tajamnya, hidung yang mancung,

ngat pelukan palsu Reza. Setiap kali ia mencium kening Rayyan, ia teringat ciuman beracun Reza. Ada saat-saat

mana bisa benih dari pengkhianatan yang paling menyakitkan menghasilkan makhluk sekecil dan semurni

idak pernah sedetik pun. Justru sebaliknya, ia mencintai Rayyan lebih dari apapun. Rayyan adalah anu

atu malam, mengusap lembut pipi Rayyan yang sedang

ggung jawab atas dosa-dosa ayahnya. Luna berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah membiarkan masa lalu memengaruhi cintanya pada Ra

rsus menjahit secara daring di sela-sela kesibukannya, meningkatkan keterampilannya agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Ia juga mulai menjual lukisan-lukisan kecilnya secara online mel

mudah tersenyum, dan sangat menyayangi ibunya. Setiap pagi, ia akan membang

g Luna anggap sebagai karya seni terindah di dunia. Gambar itu adalah sosok wanita

memeluk Rayyan erat, menciumi pi

mnya. Kedamaian yang tidak pernah bisa diberikan oleh kekayaan, status sosial, ata

uti setiap langkah, dan matanya yang cokelat gelap memancarkan rasa ingin tahu yang tak terbatas. Saat itulah, kemiripan Rayyan den

, kini, luka itu tidak lagi terasa begitu perih. Kehadiran Rayyan telah mengubah segalanya. Anak itu telah mengisi

tidak ingin Rayyan tahu tentang kebengisan ayahnya, atau tentang bagaimana ia lahir dari sebuah malam yang

Dan saat itu tiba, Luna akan harus menemukan cara untuk menjelaskan kebenaran t

an kecil yang ia temukan dalam hidup sederhana mereka. Ia telah berhasil bertahan

mungkin telah kehilangan segalanya, namun ia telah mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga: cinta tak bersyarat seorang anak, dan kekuatan untuk b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Sakiti Orang Yang Salah
Kau Sakiti Orang Yang Salah
“Karena dendam masa lalu yang telah merenggut nyawa kakek dan neneknya, orang-orang yang paling disayanginya, seorang Reza Adyatama tega membalaskan dendamnya kepada seorang gadis bernama Luna Daniel, putri dari seseorang yang telah menghilangkan nyawa kakek dan neneknya dalam kecelakaan mobil. Luna, yang tidak tahu apa-apa, harus menjadi sarana balas dendam Reza. Hingga suatu ketika, setelah empat tahun berlalu, Reza tidak sengaja menjumpai seorang anak kecil berusia tiga tahun yang begitu mirip dengannya. Reza semakin syok ketika mengetahui jika anak kecil itu adalah anak kandungnya. Penyesalan mulai menggerogoti relung hatinya. Reza bertekad untuk mengejar dan meluluhkan hati Luna kembali. Apakah pria yang akrab disapa Re itu akan mudah meluluhkan hati wanita yang pernah disakitinya beberapa tahun silam? Dan apakah Luna masih mau memaafkan dan menerima Re kembali demi masa depan anaknya?”
1 Bab 1 menghantuinya2 Bab 2 dalang di baliknya3 Bab 3 Ini yang pantas mereka dapatkan4 Bab 4 Beberapa minggu yang terasa5 Bab 5 melelahkan6 Bab 6 menenggelamkan dirinya7 Bab 7 mengamati Luna dan Rayyan8 Bab 8 tubuh mungil itu tak berdaya9 Bab 9 bermain di ruang khusus anak-anak10 Bab 10 menghancurkan Luna11 Bab 11 rencananya12 Bab 12 kemewahan dan kebahagiaan13 Bab 13 menanyakan Mama Luna14 Bab 14 Tubuhnya semakin kurus,15 Bab 15 amarah16 Bab 16 kepolosannya17 Bab 17 Ancaman18 Bab 18 mengorbankan sebagian dari dirinya19 Bab 19 Elena dan calon anaknya20 Bab 20 Otaknya berputar cepat21 Bab 21 Sejak tiba di pulau22 Bab 22 Perahu kecil23 Bab 23 Kembali ke mansion24 Bab 24 Raungan kesakitan25 Bab 25 kembali ke kamar26 Bab 26 dua wanita yang seharusnya saling membenci