icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Love of My Life

Bab 2 Chapter 2

Jumlah Kata:1908    |    Dirilis Pada: 17/11/2021

a dan Nanik sedang mencuci gelas-gelas kotor. Di jam pagi menjelang siang seperti ini, tugas mereka memang sedikit longga

yang membersihkannya?" Pandan menghampiri Mbak Nanik yang te

gak rajin karena pengen naik gaji? Yang mana yang bener?" Mbak Nanik m

ya. Tapi kalau hal itu ternyata juga bisa membuat saya naik gaji kan alh

paling jago kalo disuruh membaca isi hati

ia bisa semakin dekat dengannya. Kalau ia bisa meraih kepercayaan OG senior ini, maka misinya ak

i orang. Coba kalo Mbak diberi kesempatan yang sama kayak s

Mbak Nanik seraya

dari pada saya nganggur?" Pandan ikut meraih sebuah gelas dan menge

Bukan gue. Karena sebaik dan serajin apa pun lo sama gue, gue nggak bakalan bisa

Mbak Nanik mulai sedikit

. Demi membayar uang kost yang sudah menunggak tiga bulan, apa pun asal saya lakukan asal halal." Pandan menarik napas berulang kali. Ia juga mencoba berimprov

rapi dalam lemari. Ia sekarang berdiri berhadap-hadapan dengan Pandan. Pandan mengangguk. Kali ini ekspresinya ia usah

lagi bokek?" Pandan mengangguk. "Coba gue liat dompet lo?" Mbak Nanik meminta barang bukti. Sepertinya ia belum yakin kalau Pandan memang semiskin itu.

merdeka rupanya," tuk

enggeleng-gelengkan kepalanya. Pandan bi

an? Kalo isinya gambar Pak Soekarno dan Pak Hatta, itu baru bisa disebut dompet lo udah merdeka

uga sama memprihatikannya. Pandan nyengir lagi. Kata-kata Mbak

tu nggak boleh dimasukin sembarang orang karena sifatnya rahasia. Makanya diber

ong ya? Hebat euy!" puji Pandan dengan air muka yang dibuat setakjub mungkin. Mendengar pu

pir lima belas tahun kerja d

t, euy. Memang inilah tujuan utamanya menjadi OG

lam hati ia kegirangan. Kesempatan udah ada di depan mata, coeg! Tinggal diemplok aja. Tapi ia harus kelihatan enggan-en

habis ini gue pinjemin duit gue dulu buat lo bayar kost-an. Tapi setelah itu inget, iket pin

acungkan kedua jempolnya. Aktingnya benar-bena

al beberapa misi lagi yang menunggu untuk ia selesaikan. Ia sudah tidak sabar untuk mengungkap si

===========

lai sejarahnya, makanya Pak Darwis selalu meminta gue untuk membersihkannya. Menyusunnya dengan rapi sesuai de

i dipisahkan oleh sebuah pintu penghubung. Perbedaan sirkulasi udaranya pun sangat berbeda. Di ruangan arsip lama udaranya lembab dan berdebu karena agak jarang dibersihkan. Semen

tugas kebersihan, hanya Bu Intan, sekretaris Pak Darwis yang mempunyai akses keluar masuk ruangan ini. Gue bersihin yang bagian arsip-arsip baru ini dan lo bersihin arsip-arsip lama. Ta

pembicaraan staff-staff sewaktu nganterin minuman tadi. Bukannya saya bermaksud kepo lo." Pandan berusaha

alan nyari yang lebih muda plus seksi supaya bisa dia pake juga. Yah udah jadi rahasia umum sih kalo rata-rata kaum executive muda pada begitu kela

ngin soal laki-laki. Ia tahu sampai diusianya yang sepertinya sudah mencapai angka empat puluha

Eh maaf, jadi kepo saya. Hehehe." Dengan dibukanya pintu penghubung, me

tempat sampah untuk buang suntuk. Gue juga pernah diajak balikan kemudian ditinggalin lagi setelah laki-laki yang katanya mencintai gue itu nemu cewek

a laki-laki. Ia tidak bisa menyalahkan Mbak Nanik. Setiap orang mempunyai kisah dan masa lalu sendiri-se

a, ia tahu bahwa ia harus bersabar. Ia harus bisa berteman dan mendapat kepercayaan terlebih dahulu dari Mbak Nanik baru ia bisa bergerak. Untuk saat i

uangan arsip sementara Mbak Nanik dipanggil oleh salah seorang staff untuk memphotocopy beberapa berkas. Panda

udian menggelungnya menjadi satu bagian dipuncak kepalanya. Barulah ia merasa sedikit sejuk dan lega

Lautan tau kalau kamu sedang bergerilya di sini, hmmm?"

il bersedekap. Memperhatikannya mencuci tangan. I

, Bang Denver." Pandan memutuskan untuk sedikit menjilat Denver dengan panggilan masa kanak-kanak mereka. Pandan berharap semoga De

cium dulu saya sekali

nusia ini memang tid

k bermesraan dengan Abang, makanya Abang berharap

menggantung kalimatnya. Pandan tahu kalau si Denver ini sebenarnya sedang mengancamnya dengan cara yang halus. Pandan sampai kepengen mengunyah baki saking kesalnya. Tetapi tak urung ia memghampiri Denver dan mengecup juga sekila

nnya. Dalam posisinya yang sekarang memunggungi Pandan, Dexter tersenyum. Akhirnya kesampaian juga ia memodusi anak Om Revan. Menurut ayahnya, Om Revan dulu sangat suka memodus

kan semakin suram karena misinya telah di ketahui Denver. Si Brengsek itu telah mengantongi kartu Asny

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka