icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
The Ugly Duckling

The Ugly Duckling

icon

Bab 1 Chapter 1

Jumlah Kata:2222    |    Dirilis Pada: 16/11/2021

itu tidak sabar untuk ikut sarapan setelah membaui aroma roti panggang dengan taburan keju yang meleleh di atasnya. Mulutnya langsung berair saat hidung mancungnya mu

terisi, masih ada beberapa slot-slo

a masih bisa berolah raga besok pagi (kalau ingat) tentu saja. Bintang berprinsip, makanan tidak boleh dibuang-buang karena itu adalah merupakan tindakan yang mubazir. Di Afrika sana, berapa banyak an

a jerawatmu tidak makin subur dan makmur semua di sana. Lah asupan makanan kamu juga begini-begin

intang sambil berkata," asal kamu mau Ayah ajak jogging setiap pagi. Setuju, Nak?" Sabda membelai sayang surai hitam pekat anak gadisnya. Wajar dalam masa pubertasnya Bintang suka sekali makan. Itu semua wajar saja, asal

ut Bintang sembari nyengir. Kaum rebahan seperti dirinya ini me

n sudah berganti, tapi joggingnya malah tidak jadi-jadi. Ayahmu tambah seksi eh kamunya malah tambah bohay. Bintang.

ja. Masuk telinga kiri dan langsun

kolah aja sih? Bukannya udah libur ya, Bi?" Tanya

ing sekitar tiga jam gitu, Bintang juga udah balik. Bintang 'kan mengisi acara kes

Ibu," Senja mengingatkan kembali mengenai undangan sahabat lamanya. Ia kini memfokuskan pandangan pada Bintang. "Kamu jangan bikin ulah nanti di sana

dang suka berlebihan. Karena Tian juga sudah punya pacar. Kehadiran anak SMP labil seperti Bintang

statusnya cuma pacaran doang. Kan bisa aja putus ditengah jalan. Orang Tian itu suami masa depannya Bintan

a sudah ayah berangkat dulu ya anak-anak? Ayo, Bu." Bintang melihat ibunya segera mengambil tas kerja ayahnya dan mengantarkannya sampai ke pintu uta

ngsut dari kursi dan meraih tas ranselnya. Takut ditinggal, Bintang segera meneguk susunya hingga tetes terakhir sepe

===========

tapi kok bisa beda banget gitu ya? Nggak yakin gu

i beda emak, beda bapak cuma

iap hari di manapun dan kapanpun. Di sekolah, di tempat les, bahkan di mall dan jalan raya pun orang-orang selalu saja berlomba-lomba untuk membullynya. Itu sem

yang have fun, dengan cara membuatnya tersiksa dan merasa tidak berguna. Dulu sewaktu kelas tujuh, dia pernah sempat ingin mengadukan perbuatan jahat sebagian orang-orang yang mengaku sebagai temannya di sekolah itu kepada kedua orang tuanya. Tetapi ia takut kalau mereka malah akan bali

aja. Lo pupukin pake aja sih tumbuhnya? S

puler dan digilai oleh semua anak-anak perempuan di sekolah Bina Bangsa Jaya. Bintang juga tahu kalau mereka semua adalah anak kelas 12. Tubuh tinggi besar mereka

la untuk ikut rapat." Sebuah suara bariton memasuki pendengarannya. Tanpa perlu memandang wajah orang yang membullynya ini pun, Bintang sudah mengenalinya dari

ening. Tiba-tiba saja Bintang merasa dagunya diangkat tinggi. Rupanya Bumilah pel

suara bentakannya. Kejadian-kejadian seperti inilah yang ingin dia sampaikan pada saat PENSI nanti. Ia ingin mencurahkan seluruh perasaannya selama tiga tahun ini sebagai salah satu dari korban

pun segera ditarik kembali. Ia benar-benar memberi Bintang jalan. Entah Bintang salah lihat atau bagaimana, tetapi sepertinya

neh. Bagaimana ia tidak heran, begitu banyak gadis-gadis cantik yang bertebaran di sekolah ini, Bumi mala

e juga nggak perlu menjelaskan tentang perasaan gue

g misuh-misuh sambil menyeringai jijik mende

===========

ut ini. Nggak bagus berarti bahan gaun-gaunnya semua." Bintang memandang putus asa ham

Bintang ini sebenarnya sangat cantik. Ini memiliki mata Sabda yang tajam serta hidungnya yang mancung. Bibirnya merah alami dan bergaris lembut seperti miliknya. Hanya saja tubuhnya lebih berisi

engan segera Bintang mengangguk. Setelah menggunakan gaun putihnya, ia segera duduk manis du

las menatapnya dari dalam cermin itu adalah dirinya. Dia rupanya bisa tampil cantik juga. Begitulah penampilan Bintang saat meng

dandan cantik, kalo badan

s pentas saat namanya di panggil untuk mengucapkan pesan dan kesannya selama bersekol

juga teman-teman sekalian yang kalau boleh saya sayangi. Malam ini

n-teman. Akan tetapi apa yang terjadi malah berbanding terbalik dengan semua yang saya pikirkan. Hanya karena bentuk tubuh saya yang di atas rata-rata, kalian mulai mengejek saya, menghina saya, dan membully saya yang kalian sebut d

olah berdentang saya harus berusaha bertahan. Saya bahkan tidak perlu melakukan apa-apa agar kalian semua tertawa. Apapun yang saya lakukan, selalu saja salah tanpa saya sengaja. Ga

rasa semua anak yang pernah dibully tahu rasanya menerima gencetan dan cu

derhana. Saya hanya tidak mau kembali jatuh korban. Cukup saya sajala

n saudara kembar Langit Sabda Alam. Hari ini akan saya katakan satu kebenaran pada kalian semua. Saya adalah cucu dari Bapak Fajar Ramad

tahu bahwa sekolah mereka adalah milik keluarga Bintang. Semua tema

s kejahatan dengan kejahatan juga. Karena itu membuat diri saya tidak ada bedanya dengan kalian semua. Saya rasa

kak ratakan mereka semua. Kakak janji!" Bintang tersenyum dalam deraian air matanya saat merasa kakak kembarnya memeluknya erat. Ia menang! Dia menang karena sanggup bertahan menghadapi para pembully dengan g

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Ugly Duckling
The Ugly Duckling
“Bintang Sabda Alam, gadis remaja bertubuh tambun, dekil dan jerawatan akibat masa pubertasnya, tergila-gila pada Christian Diwangkara Junior. Anak sahabat orang tuanya yang dewasa, canggih dan sudah memiliki pacar seorang model professional. Hingga suatu hari, secara tidak sengaja, ia mendengar kalau laki-laki pujaannya itu menghinanya dengan sebutan buntelan jerawatan pada pacarnya. Sejak hari itu Bintang bersumpah bahwa tidak akan pernah lagi menampakkan dirinya di hadapan Tian sebelum ia kurus dan tidak kalah cantik dari pacarnya. Enam tahun kemudian mereka bertemu kembali dalam keadaan Bintang yang sudah berubah 180 derajat dari masa remaja culunnya. "Kamu yang sesempuna ini, mana mungkin dibandingkan dengan buntelan jerawatan seperti bocah halu itu? Kayak bumi dan langit tahu?" -Christian Diwangkara Junior. "Kalau mau ngejelek-jelekin orang, ngomong di depannya dong. Suka banget sih main belakang! Situ banci atau gay?" -Bintang Sabda Alam”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 45 (END)46 Bab 46 Extra Part