icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Intuition

Bab 4 Rencana Awal

Jumlah Kata:1161    |    Dirilis Pada: 09/11/2021

g menangani kasus Hanna?" tanya

menyukai pengacara yang mendampingi Hanna dalam kasus itu, masalahnya pria i

at aku menyinggung s

acara!" ucapan David barus

gacara mahal lho

ti, aku tak peduli!" sahut David,

engan pasien." Ucap David, lalu beranjak dari kursi. Menyalami Smith, dan kel

tu. Wajah David terlihat merah padam, dengan kedua tangan terkepal, menco

elesai bicara!" seru pria itu se

r bahu Antonio kesamping dengan punggung tangan, karena t

aya hanya menjalankan tugas. Kamu seharusnya tidak m

kan tugas saya sebagai seor

memperlambat jalannya sida

ti apa!" David tertawa sinis, menyindir u

0 pagi." Usai berkata seperti itu, Antonio, pengacara yang mendampingi kasus Hanna, keluar dari ruangan itu. David

k! P

ghempaskan diri di kursi, dan memijit pelipisnya dengan kedua tanga

.. Tuu

s, Hanna harus menghadiri sidang besok." Suara David sedikit

untut, jika aku tidak datang be

masyarakat dan komentar di media sosial sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan mesyarakat pada kepolisian, terkait kasus ini

t mengadakan protes dan

Hanna bisa melewati semuanya dengan bai

anna! Dia bisa semakin parah!"

awal harus d

agi. Dia memutuskan sambungan tele

ang pukul

at yang ingin menyaksikan jalannya sidang. Ruangan seketika menjadi hening, saat

nna mengalami gangguan mental, dan telah menghabisi nyawa kedua orang tuanya, menggunakan sebilah samurai, milik ayahnya. Jaksa penunt

ruang sidang itu, menghormati jalannya sidang. Kemudian, hakim bertanya apa

, atau sangkalan, Tuan Antonio?" Hakim ket

u kericuhan di ruangan itu kembali. Masyarakat mer

rang yang hadir di ruangan itu, tidak mengindahkan peringatan hakim. Akhirnya, hakim terpa

makin merasa takut, saat memasuki ruang sidang. Karena kondisi psikolog

s saja membenamkan kepalanya dalam pelukan Jeni, seraya menutup kedua telinga.

dan Hanna. Mereka segera membawa gadis itu dari sana. Di ruang tunggu, Jeni menenangkan H

ap Hanna,

nya Jeni, sambil mengusap

cap gadis itu,

emua akan bai

s berkata apa, pada gadis kecil di depannya, dia lalu menatap David dan Smith bergantian

, tanda persidangan kembali diadakan. Kali ini tida

n, dari pihak terdakwa, maka sidan

maju dan memberikan keterangan, ter

an hanya menemukan tiga sidik jari, di rumah itu. Yaitu sidik jari tuan William, nyonya

Nyonya Stephanie. Juga terdapat sidik jari Hanna pada tubuh korban, Stephanie. Sekia

memberikan kesaksian. Petugas y

idak menunjukkan tanda-tanda sebagai seorang pembunuh. Rasa takut dan trauma yang dialaminya timbul dari syok yang terjadi karena mengalami peristiwa mengerikan dan mengejutkan pada dirinya. Rasa

dak punya waktu berbasa-basi!" jaksa pen

ah kau akan ketakutan dan bereaksi berlebihan, tiap kali bertemu ses

Sekian yang mulia!" David menutup

vid dan Smith saling berpandangan, sedi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Intuition
Intuition
“Freya Hanna, seorang gadis kecil berusia sembilan tahun, harus menyaksikan sendiri kematian tragis kedua orang tuanya. Hanna, begitu biasa dirinya dipanggil, mengalamani nasib malang, divonis mengalami gangguan mental, dan didakwa sebagai pembunuh kedua orang tuanya. Dia pun dijebloskan ke penjara anak-anak dan terpaksa menjalani terapi. Umur 19 tahun, Hanna melarikan diri dari penjara, dan menjalani kehidupan di jalanan. Kerasnya dunia hitam pun dirasakannya. Tanpa sengaja dia bertemu dengan teman sekolahnya dahulu. Hanna pun bergabung dengan komplotan temannya untuk melaksanankan rencana balas dendam kematian orang tuanya. Sayangnya, Hanna malah mencintai anak dari pembunuh orangtuanya sendiri. Mampukah Hanna melancarkan aksi balas dendamnya? Bagaimana kisah cinta panas Hanna dengan sang putra musuh, pembunuh kedua orang tuanya?”
1 Bab 1 Pembunuhan di Kediaman Tuan William2 Bab 2 Trauma3 Bab 3 Barang bukti4 Bab 4 Rencana Awal5 Bab 5 Putusan pengadilan6 Bab 6 Penghuni Lapas Anak7 Bab 7 Awal yang Baru8 Bab 8 Ajakan makan siang9 Bab 9 Kejadian tragis10 Bab 10 Bertahan11 Bab 11 Menjadi kuat12 Bab 12 Latihan Terakhir13 Bab 13 Niat Baik yang Tak Berakhir Baik14 Bab 14 Niat Baik yang Tak Berakhir Baik 215 Bab 15 Niat Baik yang Tak Berakhir Baik 3