icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Intuition

Bab 3 Barang bukti

Jumlah Kata:1198    |    Dirilis Pada: 09/11/2021

ak

erkejut. Komisaris polisi, sekaligus atasannya, Mr. Santos, menatap Sm

kasus Hanna ke atas meja, dimana beber

orang pria tua, berusia sekitar 60-an, menjawab ucapan Smith dengan santai

cil itu sebagai kambing hitam!" Smith

ukti mengarah padanya!" Santos me

ka mempercaya

sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kau tah

yang membiarkan seorang anak kecil, menjadi terd

orang tuanya, dan dia menggenggam senjata yang menghabisi nyawa keduanya. Kau faham it

, dengan satu tangan di pinggang. Diedarkannya pandangan ke se

keluar dari ruangan itu, tanpa mendengarkan teriakan Santos,

*

t gadis itu. Hanna membuka mulutnya dengan tatapan kosong, dan menelan bubur itu, tanpa mengunyahny

sesuatu? Aku akan mengambilkannya untukmu." Su

jatuh, dan meluncur membasahi pipi putih nya yang pucat. Suster Jenni tak tega p

hkan kesedihan nya yang terpen

syarat untuk menunggu. Beberapa menit, Hanna berhenti menangis, hanya sesekali b

teman akan selalu membantumu." Suster Jeni menyisipkan anak

merekam pengakuan Hanna. Tapi gerakannya yang tiba-tiba itu, membuat Hanna ketakutan dan

ngobatimu. Dia juga akan mambantumu, sama sep

ke arah Dr. David. David pun tersenyum, dan berusaha untuk

g?" tanya Jeni padanya. Hanna

embali menetes saat Hanna mengatakan kalimat itu, bi

angi dadanya. Mungkin karena kesedihan yang mendalam, me

gadis itu, dan menyuruhnya untuk berist

i, berbisik, agar tak mengganggu tidur Hanna. David meng

bisa bersaksi di pengadil

heran. Tidak biasanya dokter muda itu, meminta pendapat pada perawat, tentang keada

lorong Rumah Sakit, setelah terlebih dahulu ber

e itu. Suara lonceng tersengar saat David membuka pintu cafe, mengundang kedatangan s

i salah satu meja, di sudut ruangan. David melangkah mendekati Smith, yang

bertanya, saat seorang pelayan membawak

gsung di catat oleh si pelayan, yang se

." Ucap Smith berbasa-basi. David h

katakan?" tanya David lang

hir pekan ini, dan jika Hanna tidak bisa memberikan bantahan atau kesaksian di p

rsaksi, maaf!" David, merasa bersal

masih syok, dan sulit untuk membuka dir

r" Smith menginte

ahnya. Kurasa, sikap menutup diri dari lingkungan dan orang luar itu, dilaku

ntarkan pesanan. Smith langsung membayar, dan memberikan

enyerang Hanna?" tanya Smith, penuh rasa p

u saat dia merasaaan gerakan yang spontan atau refleks, cukup

ith tampak manggut-manggut

hat sikap Smith, yang seola

unyian setelah pelaku pergi, dan mengambil samurai yang berlumuran darah, lalu terja

ihat pelaku mem

a kau tidak mengatakannya, padaku?" Smith beran

aru saja mendapatkannya beberapa jam yang lalu, sebelum datang kem

ijadikan bukti?"

dengan bersemangat. Hanya sebentar, raut wajah itu kembali ku

up!" serunya pe

kat tinggi di kesatuan, dan namamu terkenal sebagai p

ku sudah

Tapi k

apa-apa, seragam itu juga tidak berharga, bukan?" David tersenyum mendengar perkataan pria

rencana awal!" ucap David pas

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Intuition
Intuition
“Freya Hanna, seorang gadis kecil berusia sembilan tahun, harus menyaksikan sendiri kematian tragis kedua orang tuanya. Hanna, begitu biasa dirinya dipanggil, mengalamani nasib malang, divonis mengalami gangguan mental, dan didakwa sebagai pembunuh kedua orang tuanya. Dia pun dijebloskan ke penjara anak-anak dan terpaksa menjalani terapi. Umur 19 tahun, Hanna melarikan diri dari penjara, dan menjalani kehidupan di jalanan. Kerasnya dunia hitam pun dirasakannya. Tanpa sengaja dia bertemu dengan teman sekolahnya dahulu. Hanna pun bergabung dengan komplotan temannya untuk melaksanankan rencana balas dendam kematian orang tuanya. Sayangnya, Hanna malah mencintai anak dari pembunuh orangtuanya sendiri. Mampukah Hanna melancarkan aksi balas dendamnya? Bagaimana kisah cinta panas Hanna dengan sang putra musuh, pembunuh kedua orang tuanya?”
1 Bab 1 Pembunuhan di Kediaman Tuan William2 Bab 2 Trauma3 Bab 3 Barang bukti4 Bab 4 Rencana Awal5 Bab 5 Putusan pengadilan6 Bab 6 Penghuni Lapas Anak7 Bab 7 Awal yang Baru8 Bab 8 Ajakan makan siang9 Bab 9 Kejadian tragis10 Bab 10 Bertahan11 Bab 11 Menjadi kuat12 Bab 12 Latihan Terakhir13 Bab 13 Niat Baik yang Tak Berakhir Baik14 Bab 14 Niat Baik yang Tak Berakhir Baik 215 Bab 15 Niat Baik yang Tak Berakhir Baik 3