icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh

Bab 3 menyingkirkan ketidakpastian

Jumlah Kata:1754    |    Dirilis Pada: 30/06/2025

ebarkan oleh Bima dan Indra. Rapat-rapat menjadi lebih terstruktur, keputusan diambil dengan cepat, dan proyek-proyek yang sempat mandek kembali berjalan lancar. Arjuna, yang

enjadi semakin intens, menuntut lebih banyak stamina dan mental yang kuat. Fisioterapisnya, Pak Hadi, adalah seorang yang sab

gati, saat Arjuna berusaha mengangkat kakinya setinggi mungkin

merajut atau membaca. Namun, kehadirannya saja sudah cukup. Ada kalanya ia akan melontarkan leluco

an lagi, saya traktir bakso keliling!" seru Men

, "Bakso kelilin

ak! Dijamin nyesel kalau nggak nyoba,

tu motivasi tersembunyi bagi Arjuna. Ia membayangkan dirinya berjalan lagi, bisa

ring menghantuinya, terutama di malam hari. Rasa sakit hati dan pengkhianatan itu belum sepenuhnya sirna. Ia tahu ia

kan dengan penuh perhatian. "Orang jahat itu rugi sendiri, Pak. Karma itu ada," kata Mentari suatu malam, saa

mbali menjadi Arjuna yang dulu, bahkan mungkin lebih kuat dan bijaksana. Ia sering mendapati Arjuna dan Mentari bercanda di ruang kerja, atau melihat Ment

impinan Arjuna, jelas-jelas masih menyimpan dendam. Mereka seringkali terlihat berbisik-bisik di sudut kantor, tatap

ngan Arjuna. Wajahnya tegang. "

p adiknya din

sedikit bergetar. "Saya dan Indra sudah berusaha mengurus per

alian tahu betul kalian tidak sanggup mengurusnya. Proyek Bali hampir hancur di tanganmu

rana memilih saya, Kak.

ir Arjuna. "Kalian berdua terlalu picik. Terlalu sibuk m

Aura Arjuna terlalu kuat. "Saya hanya ingin p

ari pengkhianatan," tegas Arjuna. "Sekarang, jika tidak ada hal p

gan Arjuna dengan langkah terburu-buru. Arjuna menghela napas.

engan bantuan alat. Langkah-langkah kecil, gemetar, namun itu adalah sebuah kemajuan besar. Setiap kali ia berhasil

maraton!" seru Mentari suatu pagi, saat Arjuna b

um tipis. "Jan

sa lari, kita lari pagi keliling kompl

a perasaan lain yang tumbuh. Perasaan nyaman, tenang, bahkan... ketertarikan. Mentari bukan wanita yang sempurna dalam pandangan masyarakat. Ia lugas, blak-blakan, dan kadan

ajinan anak-anak panti, tangan mereka bersentuhan. Ada percikan kecil, yang membuat jantun

k," gumam

Jantungnya masih berdegup kencang. Ia menyadari, perasaan ini berbeda dengan perasaannya pada Kiran

g baru saja dicampakkan karena lumpuh, jatuh cinta pada seorang gadis panti asuhan yang

n Arjuna. Naga Corporation, sebuah perusahaan raksasa yang dipimpin oleh Bram, musuh bebuyutan Arjuna, mulai melancarkan serang

a mendengar Arjuna lumpuh, ia merasa inilah kesempatannya untuk menghancurkan D

nya, sambil melemparkan koran yang memuat berita tentang pemu

r kepercayaannya. "Bram tidak akan berhenti sampai ia melihat Dirgantara Group

anan dan serangan balasan. Ia kembali ke mode "singa" yang ditakuti para pesaingnya. Ia tidak hanya memper

tetapi ia tahu bagaimana meredakan ketegangan Arjuna. Ia akan membawakan cemilan favorit Arjuna, atau sekada

lam, saat Arjuna terlihat sangat lelah setelah se

ejut. "Tida

aban Arjuna. Ia mulai memijat pundak Arjuna dengan tangannya yang kecil namun kuat. Awalnya, Arjun

ukan semua ini?" t

mijat, menatap Arju

, menyemangatiku, meng

. "Emang kenapa?

aran yang Dewi berikan padanya tidak se

i itu," ka

tu orang baik, cuma lagi apes aja. Aku nggak tega lihat kamu murung terus." Ia kemudian melanjutkan, "Lagipula, aku ju

tahu bahwa meskipun Mentari selalu berbicara tentang uang, hati

"Pak Arjuna, progres Anda sangat baik. Jika terus begini, dalam beberapa bulan ke

Hadi, matanya berbi

Anda terus disip

emeluk Arjuna erat. "Yeay! Pak Arjuna m

tidak menolak. Ia merasakan kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

ih bakso keliling?" tanya Ar

berbinar. "Sebentar lagi, Pak! Kita l

gis haru. Ini adalah keajaiban yang ia nantikan. Ia

bisa berjalan lagi, dan sudah kembali sepenuhnya ke puncak kekuasaan, apakah Mentari masih akan t

t, untuk menjadi sukses dengan caranya sendiri. Apakah ia berhak menahan Me

dap Mentari. Ini bukan lagi tentang rasa syukur. Ini adalah perasaan yang lebih dalam, perasaan yang me

balkon kamarnya. Langit malam bertabur bintang, indah dan menenangkan. Ia memejamkan mata, membiarkan angin malam menerpa

sejati dengan seorang wanita yang sangat berbeda dari dunianya? Pertanyaan itu belum terjawab, namun satu hal yang pasti, jejak ka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
“Arjuna mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya harus duduk di kursi roda untuk sementara waktu. Dunia seolah runtuh di bawah kakinya; beberapa orang bahkan memandangnya sebagai pria cacat dan tidak berguna. Padahal, Arjuna masih seorang CEO hebat yang disegani dan ditakuti oleh saingan dan lawannya. Kirana tak sanggup menerima kenyataan bahwa Arjuna lumpuh. Dia membatalkan pernikahan mereka dan menikah dengan Bima, adik Arjuna. Keputusan Kirana sungguh melukai hati Arjuna yang telah menjalin kasih dengannya selama dua tahun. Kondisi Arjuna yang lumpuh juga memicu perebutan kekuasaan. Kedua adiknya, Bima dan Indra, memperebutkan posisi CEO, padahal kemampuan mereka belum mumpuni untuk menduduki kursi pimpinan tertinggi di perusahaan keluarga. Arjuna mulai merasa frustrasi dengan keadaannya. Banyaknya terapi fisik yang harus ia jalani setelah kondisi tubuhnya membaik membuatnya pesimis akan bisa berjalan normal kembali. Dewi, ibu Arjuna, tak tega melihat putra kesayangannya terpuruk. Ia pun menjodohkan Arjuna dengan salah satu anak panti asuhan milik sahabatnya. Mentari, seorang wanita "barbar" namun baik hati, mata duitan, penyayang, jago masak, dan menjahit, hadir sebagai cahaya baru dalam hidup Arjuna.”
1 Bab 1 Sejak kecelakaan2 Bab 2 Mentari membawa angin3 Bab 3 menyingkirkan ketidakpastian4 Bab 4 kebahagiaan5 Bab 5 Pengakuan6 Bab 6 perbedaan status7 Bab 7 Cincin yang melingkar di jari8 Bab 8 memuji9 Bab 9 seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya10 Bab 10 mengubah11 Bab 11 Mentari12 Bab 12 mereka bukan lagi sekadar sepasang kakek13 Bab 13 Kepergian14 Bab 14 mengambil alih15 Bab 15 telah tiada16 Bab 16 menjangkau semesta17 Bab 17 tak terpisahkan18 Bab 18 Rentang waktu19 Bab 19 Milenia telah berlalu20 Bab 20 Kesadaran21 Bab 21 tak terhitung22 Bab 22 keberadaan23 Bab 23 memastikan24 Bab 24 setiap tingkatan25 Bab 25 momen